Kamis, 09 November 2017

Dengan Izin Allah, Saya Berhasil Melalui Persalinan VBAC (Part 2)


36 Weeks Pregnancy
Kembali bertemu dengan dokter, masih diberi vitamin yang sama. Alhamdulillah BBJ masih sama, 2.75kg. Semacam bahagia mendengar perkembangan ini, yang artinya diet saya berhasil 😍
Tiba-tiba dokter menyodorkan lembar rujukan untuk tes darah ke laboratorium. Hm..  Bismillah, semoga hasilnya semuanya baik. Aamiin...
Sore itu juga, kami kembali ke RS untuk cek lab. Untungnya lab selalu buka 24 jam jadi bisa ke sana kapan saja.
Dan hari itu kami harus mengeluarkan uang hampir 1 juta untuk kontrol dokter dan test lab. Belum lagi untuk ganjal perut, yang tak bisa semaunya asal comot makanan di kantin. Bismillah, semua demi ikhtiar melahirkan normal (pervaginam).

Dengan Izin Allah, Saya Berhasil Melalui Persalinan VBAC (Part 1)


Kamis, 26 Oktober 2017.
02.10 am
"Sudah lahir?" tanyaku begitu 'isi perut' seperti tumpah keluar. Terasa cepat sekali dibanding datangnya gelombang cinta yang bertubi-tubi sebelumnya.
"Iya Bu, sudah. Selamat ya!" jawab bidan dan perawat yang mendampingi persalinan.
Ah, MasyaAllah, ada rasa haru dan bahagia tak terhingga begitu bayi itu diangsurkan padaku untuk IMD (Inisiasi Menyusu Dini).
Dokter segera melakukan 'finishing' yang kusambut dengan cengiran dan ringisan.
Sekian menit saya tergugu, betapa Allah sangat pemurah.
Teringat beberapa bulan lalu, seorang sahabat memberi nasihat, 'JANGAN LUPAKAN QIYAMULLAIL' saat saya bertanya perihal pengalamannya berhasil melalui persalinan VBAC.
Nyatanya tidak tiap malam saya bisa bangun untuk merayuNya, dan tilawah Alquran pun tidak sesuai dengan target diri sendiri. Hiks 😢😢
Makin tergugu saat dokter bergegas mengambil air wudlu setelah selesai menangani persalinan. Sejurus kemudian terdengar beliau melakukan shalat tahajud di pojok ruangan bersalin sementara perawat membantuku bebersih badan.

Senin, 23 Oktober 2017

Tips Mudik Aman dan Nyaman Bersama Balita

Menyiapkan Mudik dan Tips Mudik aman dan nyaman dengan balita


Bismillahirrahmanirrahim,
Ayah-Bunda, lebaran memang masih lama, dan arus mudik masih akan terasa berbulan-bulan lagi. Namun aroma kampung halaman rasanya sudah menari-nari di ingatan. Terbersit lagu kenangan menanti mudik saat masih berstatus mahasiswa, lagu melayu ‘Balik Kampung’ yang selalu dinyanyikan oleh salah satu teman kos yang berasal dari Kepulauan Riau.
Pun mudik tak hanya identik dengan hari raya idul fitri saja, karena sebagai anak kita punya kewajiban untuk birrul walidain dengan mengunjungi orangtua sesering mungkin kita bisa. Tentunya bagi ayah-bunda yang tempat tinggalnya masih memungkinkan untuk sering-sering bertandang ke rumah orangtua. Bagi yang tinggal berjauhan terlebih luar pulau atau luar negeri, saat ini bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk menyambung silaturrahim.
Saya saja yang hanya berjarak Semarang – Wonosobo belum tentu tiap 2 bulan sekali bisa pulang kampung, hiks. Sedih rasanya mengingat hal ini. inginnya setiap saat bisa bertemu dengan orangtua dan menghibur mereka dengan keberadaan dan keceriaan cucu, namun kondisi belum memungkinkan.

Sabtu, 02 September 2017

Ikhtiar Melindungi Anak dengan Imunisasi



Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda...
Bulan Agustus – September ini ada program dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus penyebab penyakit rubella dan campak. Yup! Imunisasi MR, tepat sekali!
Telat banget sih sebenarnya baru nulis tentang ini sekarang, di saat programnya sudah hampir berakhir untuk Pulau Jawa. Tapi nggak ada salahnya juga kan, berbagi pengalaman imunisasi MR untuk si Kecil?
Ayah-Bunda pernah berada pada pusaran arus provaksin Vs antivaksin? Saya pernah merasakannya, dulu menjelang kelahiran anak pertama. Waktu itu informasi yang datang (ke saya) tidak berimbang dan lebih banyak yang menjejali dengan pernyataan bahwa vaksinasi tidak ada pada zaman Rasulullah dan bahannya pun dari bahan yang haram sehingga hukumnya haram.
Sebagai calon ibu muda waktu itu hal ini membuat saya galau luar biasa. Antara ingin mengikuti perkembangan dunia pengobatan dengan teknologi saat ini dan kegalauan mengenai status kehalalan vaksin.
Saya pun kembali berpikir, jika zaman Rasulullah ada tahnik, bukankah itu berbeda dengan vaksinasi? Pun bahwa kondisi pada saat ini telah berbeda dengan zaman beliau. Berbagai penyakit baru muncul dan virus juga telah banyak bermutasi menjadi virus lain yang lebih ganas dan mematikan.

Minggu, 27 Agustus 2017

GRATIS! Test Lab Kehamilan di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang

Assalamu'alaikum,  Ayah Bunda.
Ada yang sedang hamil?  Semoga janin di dalam perut bunda sehat selalu ya!  Termasuk Bunda juga semoga sehat dan lancar saat proses persalinan nanti.  Aamiin... 
Alhamdulillah, kehamilan saya saat ini sudah hampir 7 bulan.  Sudah mulai dagdigdug menanti masa persalinan. Saya berharap sekali bisa melahirkan pervaginam setelah si Kecil anak pertama dulu lahir dengan proses operasi caesar (VBAC/Vaginal Birth After Caesarean).
Bulan Ramadhan yang lalu ada petugas surveyor dari puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang yang menghubungi saya untuk survey ibu hamil. Setelah survey selesai beliau pun mengabarkan akan ada kelas ibu hamil,  tapi waktu itu saya berhalangan hadir. 
Beliau juga mengingatkan untuk test lab ibu hamil di puskesmas, biayanya murah untuk pasien umum dan gratis untuk pasien pengguna BPJS.