Minggu, 28 September 2014

ALAT TEMPUR MPASI HASNA



1 feedingset baby scotts, 1 botol sendok, 2 sendok lentur

Udah ditulis sih di post sebelumnya tentang MPASI. Nggak apa deh nulis lagi biar lebih oke. Haha. Jelang Hasna MPASI, awalnya agak worry coz teman-teman yang sudah MPASI sebelumnya sepertinya sangat ribet dan sibuk menyiapkan perkap untuk MPASI babynya, dan yang lebih waaaw harganya mihiiiil!! Katanya hanya beberapa biji sudah satu jeti lebih. Uwaaaau!! Ngeri mamen!. 

Dueh… akhirnya ngelirik kado dari teman-teman. Ada tuh satu feeding set by baby scotts sama satu lagi merk nggak tau apa coz belum dibuka. Googling nyari bahan tentang perkap MPASI malah banyak yang menyarankan gunakan saja alat-alat dapur yang sudah ada, tidak perlu ribet. Selama masih bisa disaring dengan saringan kawat tidak perlu blender. Slowcooker yang pernah dibahas sama temen-temen di grup facebook dan menggoda itu pun ada yang bilang tidak begitu penting; lumayanlah cukup ngademin ati yang sempat mupeng sama si slowcooker (untungnya kompor di rumah bisa dikecilin sampai kecil banget hamper nggak kliaan apinya. Luamayn juga kan buat masak ala slowcooker.. hihi). Ngelirik lagi perkap dapur ada panci buat bikin bubur, ada saringan kawat. Siplah! Sepertinya tinggal butuh sendok lentur dan botol sendok. 
Saringan kawat dan parutan kelapa

Yup! Ke babyshop nyari botol sendok ternyata harganya beragam, mulai dari duapuluh rebu sampe ratusan ribu. Sendok lentur pun begitu. Yasudahlah, baru mampu beli yang paling murah, 25 rebu sebiji. Hihi. Maapin bunda ya Hasna sayang… *kiss. Tapinya botol sendok pun baru dipakai sekali.. lebih nyaman dan mudah pakai sendok. 


Alhamdulillah… dengan alat secukupnya bisa membuat MPASI terbaik buat hasna. ;)

Semangat mommies!! Arin Selalu ingat pesan salah satu dokter konsultan laktasi, bahwa MPASI itu mudah dan sederhana, gunakan alat dan bahan yang ada di sekitar kita; tak perlu mempersulit diri.

Selasa, 23 September 2014

MPASI Hasna 6+ Oat meal saus jeruk

Tiga hari Hasna mingkem-nyembur waktu makan. Rasanya galau banget, moms! Pdahal dari dulu sebelum mulai MPASI sudah nyiapin mental kalau suatu saat anaknya begitu. Tapi pas ngalamin sendiri, hm… galau asli.


Dipikir-pikir sambil mengingat hasna mau makan lahap kapan dan makan apa? Akhirnya dapat beberapa kemungkinan: Hasna suka yang manis, bosan sama makanan yang dicampur, atau waktu makannya kurang tepat.


Dari situ mencoba kasih makanan baru, ketemunya: oat. lalu mencari info tentang oat.  Pucuk dicinta ulam tiba, di salah satu grup facebook MPASI ada yag sedang membahas tentang oat. Intinya, oat boleh dikasihkan untuk bayi yang baru mulai MPASI. Jadilah ke toko beli quacker oat yang bungkusnya biru (100% oat). Dapat ide masak quaker oat saring siram perasan jeruk baby.
penampakan quaker oat biru


Caranya simple binggits!


Bahan:

1.       2sdm oat

2.       Air secukupnya




3.       Setengah biji jeruk baby sedang, peras airnya
Caranya:

Masukkan bahan 1&2, masak dengan api kecil sambil diaduk. Setelah kental disaring menggunakan saringan kawat. Masukkan ke dalam mangkuk saju untuk bayi, siram dengan air perasan jeruk. Jaga teksturnya untuk tetap setengah kental, ya moms. Bisa siram air jeruknya sedikit sedikit.
Dan Alhamdulillah… Hasna lahap lagi makannya. ^_^ 
oat saring (ini sebelum disiram jeruk)




Rabu, 17 September 2014

Saklek atau Toleransi Kebablasan?



Akhir-akhir ini marak grup di dunia maya (khususnya facebook) dalam berbagai tema. Mulai dari grup Ibu-ibu menyusui, grup pecinta makanan, grup kuliner, grup parenting, sampai grup nostalgia. Diskusi grup seputar tema yang diusung grup seringkali menjadi keruh ketika ada salah satu member membawa ‘islam’ dalam postingan atau komentar.
Member yang seperti itu pasti langsung dibully beramai-ramai (bahkan oleh sesama muslim) dan dicap ‘ekstrim, fundamentalis, dll. Komentar lain yang muncul pasti ‘jangan bawa-bawa SARA ke grup ini’. Dari sini saya kemudian berfikir, bukankah islam itu memang harus ‘dibawa’ dalam setiap aktivitas? Bahkan bagi seorang muslim aktivitas di kamar mandi pun ada adabnya; mulai dari berdoa sebelum masuk, ketika beristinja’ (cebok), keluar kamar mandi, dll. Betapa indahnya islam jika kita mampu memahaminya dan tidak sekedar berkoar-koar ‘jangan bawa-bawa islam dalam….’ Ekonomi, politik, social, masyarakat, semuanya diatur dalam islam dan islam mencakup semuanya.



Saat salah seorang member grup masakan memposting kreasi kue berbentuk babi, komentar yang muncul bermacam-macam. Mulai dari apresiasi terhadap kreasinya yang unik dan detail (memang yang membuat kue seperti itu artinya ia sudah ahli) sampai yang melihat bentuk itu dari sisi agama islam yang notabene mengaharamkan babi. Reaksi dari komentar selanjutnya menjadi tentang halal-haram seputar babi. Sebagian keukeuh dengan argumen babi haram maka tidak etis seorang muslim menyukai karakter babi; sebagian lainnya mengatakan tidak apa-apa saling menghormati saja toh karakternya tidak haram; dan sebagian yang lain menghujat si ibu yang berkomentar haram. Jika sudah seperti ini selanjutnya pasti menjadi rusuh dan debat kusir berkepanjangan.

Saya memilih untuk menjadi silent reader daripada menambah panjang daftar komentar. Sejatinya saya setuju dengan pernyataan bahwa babi haram dan tidak etis seorang muslim menyukai karakter babi. Rasanya miris mendengar komentar yang menghujat dengan kata-kata dan umpatan-umpatan yang tak enak di dengar. Saya pun berfikir, apa saya termasuk orang yang saklek sekali, atau mereka yang toleransinya kebablasan?.

Oke. Kue, boneka, mainan, atau apapun dengan karakter babi memang tidak haram karena yang haram adalah babi yang sebenarnya babi. Tapi, siapa yang menjamin jika pemunculan secara massif karakter babi ini adalah rekayasa agar orang muslim makin ‘dekat’ dengan babi?! Tak ada yang tahu.
Ini hanya pemikiran bodoh saya saja, yang menganggap sebenarnya ada semacam penggiringan opini dan mindset agar kaum muslim tak lagi merasa jijik, ngeri, atau hati-hati dengan semua yang berbau babi.

Jika banyak orang bilang kita harus toleransi dan biarkan saja mereka mau posting apa saja di grup, maka ingin rasanya saya pun bilang kalau memang mau toleran, mengapa mereka juga tidak toleran dengan memosting hal-hal yang haram atau memicu kontroversi?! 

Dalam obrolan sore bersama suami setelah ada postingan seperti itu, ternyata suami pun sependapat dengan saya. Memang karakter babi baik boneka atau makanan tidak haram, tapi bisa jadi ini masuk wilayah abu-abu. Coba bayangkan, jika kita atau anak-anak kita sudah sangat terbiasa makan kue dengan karekter ini atau meluk meluk bonekanya lalu ketemu yang asli dan tanpa jijik memegang atau bahkan makan dagingnya karena dalam alam bawah sadar mereka sudah ada stigma ‘babi tidak haram’ seram kan?! Inilah yang saya bilang ada yang merencanakannya dan pelan-pelan menggiring persepsi kaum muslim.

Allahua’lam, saya hanya orang awam.

Dalam kumpulan hadits An-Nawawiyah ke 6, tentang halal dan haram
Abu Abdillah Nu’man bin Basyir ra. Berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Antara keduanya ada perkara samar yang tidak diketahui banyak orang. Orang yang menghindari perkara samar, berarti memelihara agama dan harga dirinya. Sedangkan orang yang jatuh dalam perkara samar, berarti jatuh dalam perkara haram. Seperti penggembala yang menggembala dekat daerah terlarang, tentu sangat riskan, suatu saat hewan gembalanya pasti akan memasuki daerah terlarang itu. Ketahuilah, setiap raja memiliki daerah terlarang. Ingatlah bahwa daerah larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, di dalam tubuh manusi terdapat segumpal daging. Jika ia baik seluruh tubuh pun baik, dan jika ia rusak, seluruh tubuh pun rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati” (HR Bukhari dan Muslim). (Al-Wafi, hlm 31-32).

Allahua’lam bish shawab.

_Arien, Sept 14_

Senin, 15 September 2014

Album MPASI Hasna

Bismillahirrahmanirrahim.... Alhamdulillah, sejauh ini MPASI Hasna lancar (baca: MPASI Sederhana yang tidak sederhana). 
untuk mengabadikan moment-moment Hasna belajar makan, maka dibuatlah album ini, yang tentunya akan sering diedit sesuai perkembangannya. hehe. 
yuk ah! intip apa aja yang dimakan Hasna. hehe 

* awal makan galau antara makan pisang kerok, puree buah, bubur saring, atau yang lain. dan akhirnya pisang kerok jadi pilihan :)
ekspresi Hasna saat awal MPASI

bubur bayam saring
* labu kuning kukus_saring (no pic)
* pisang kerok lagi 
* bubur saring bayam : buatnya pakai magicom kecil. nasi yang sudah setengah matang dari magicom besar diambil secentong, masukin magicom kecil tambahin air agak banyak, aduk (kalau di magicom bisa ditinggal-tinggal). bayamnya dicuci-iris halus. setelah bubur empuk (tapi masih ada airnya) masukkan bayam, masak sampai matang, lalu saring dengn saringan kawat. 
reaksinya hasna makan ini sama seperti waktu kenal makanan pertama kali 'makanan apa sih nggak enak kaya' ASI' ^^ dan hanya berhasil makan beberapa sendok. 

* kacang hijau kupas (beli kacang hijau yang sudah kupas) rebus smpai empuk, tambahkan daun pandan agar aromanya sedap lalu saring. waktu diicip rasanya seperti mentega. gurih. alhamdulillah hasna suka. tpi teksturnya kalau dimakan jadi kering di tenggorokan. so, siapin air putih juga (pic nyusul deh) 

* puree alpukat: alpukat yang sudah matang dikerok, saring dengan saringan kawat, lalu tambahkan sedikit perasan jeruk baby. hm... senangnya, pertama kalinya hasna menghabiskan makanannya. good job, dear! 

luvly Hasna

puree alpukat-jeruk baby

* Bubur saring brokoli_wortel. kali ini nggak mengandalkn magicom, mencoba masak di kompor (untungnya kompor di rumah bisa dikecilkan sampai kecil banget). caraya hampir sama, nasi yang sudah matang di magicom (ketika tombol 'cook' baru berhenti) dimasak dengan air sambil terus diaduk, kalau sudah empuk masukkan brokoli yang sudah diiris halus, masak sebentar, masukkan worel parut, aduk-aduk, setelah semuanya empuk angkat, saring. rasanya manis (hehehe. emaknya suka nyicip makanan hasna)
bubur saring brokoli-wortel

* Bubur saring brokoli_Wortel_tahu putih: teknik yang sama, tambahkan tahu putih yang sebelumnya sudah dihaluskan
bubur saring brokoli-wortel-tahuputih

* Pisang lumat: ceritanya waktu itu kehabisan ide buat variasi makanan, ternyata di kulkas masih ada pisang kepok yang biasanya direbus atau digoreng. yup! pisang kepoknya direbus lalu dilumatkan dan disaring dengan saringan kawat. agak sulit nyaring pisang ini, mungkin karena getahnya jadi menggumpal. dan hasilnya, hasna suka. habis sebiji pisang kepok sedang.  
pisang kepok lumat

waaaaa!! ribet mau edit-edit terus. koneksi internet sering lambat. hm... buat post baru aja deh. ^^

Selasa, 09 September 2014

MPASI: SEDERHANA YANG TIDAK SEDERHANA



Seperti halnya ibu-ibu muda yang biasanya menggalau di setiap fase tumbuh kembang anaknya, begitu juga dengan diriku ini. Begitu si baby hampir 6 bulan, mulai deh galau mikirin MPASI nya. Well, sejak awal sudah mulai Tanya-tanya ke teman yang sudah lebih dulu punya pengalaman seputar MPASI khususnya; gabung di grup MPASI, ngubek-ngubek mbah gugel nyari info seputarnya, dan sebagainya.

Sejak si Hasna baru 5,5 bulan mbahnya sudah nyaranin buat MPASI. Tapi diriku yang cinta sama anak unyu imut itu keukeuh mau ngasihnya setelah usia 6 bulan. Kalo di panduan sih katanya 180 hari, atau biar enak ngepasinnya ya pas di tanggal lahir di bulan ke 6. Nah, setelah diitung-itung 180 hari tentu sebelum 6 bulan pas sudah boleh. Alhasil tanggal 24 Agustus mulai deh ngasih MPASI ke Hasna (tanggal lahirnya 25 Februari).

Sempat bingung mau ngasih apa, akhirnya kembali ke prinsip MPASI yang memberi makan bayi sesuai apa yang ada di rumah, yang dimakan orangtuanya. Lirik sana sini ternyata ada pisang ambon ranum. Baiklah, MPASI perdananya pisang kerok saja seperti orang jaman dulu yang selalu ngasih pisang buat bayinya (bahkan bayi baru lahir. Hehe). Rupanya fenomenal sekali pisang kerok ini.

Sempat ada teman yang sharing. Anaknya lahir dua hari sebelum Hasna. Tanya-tanya sudah punya apa aja untuk perkap MPASInya? Dan kujawab apa adanya: punya set mangkuk-gelas-sendok kado dari temen; sendok lentur dan botol sendok yang beli sendiri. Sambil nyengir-nyengir BBM’an sama si mba. Secara dia punya se set food maker dari pig**n sama perkap lainnya buat usia 8+ dari vicens*. Hm… apa aku ini ibu yang nggak perhatian sama anak ?! sampai-sampai mau MPASi aja Cuma beli sendok sama botol?! Oh.oh.oh *tepuktepukdada *lebay.
Tentu saja tidak, sodara-sodara. Cintaku pada anakku sepanjang masa *halah. Sebelum memutuskan buat beli dua item itu, tentunya sudah hunting dan inspeksi di rumah, nyari-nyari perkap apa saja yang sudah punya dan butuh beli apa yang belum tersedia.
Yang ku cek Cuma 3 item: saringan kawat, panic buat ngerebus, sama dandang buat ngukus. Perkap lain sama kan kek buat masak orang dewasa? Hihi. Prinsipku simple aja, kalo udah ada ngapain beli lagi? Selain ngeluarin cost lagi juga bakalan nambahin banyak barang di rumah (secara masih tinggal di rumah ortu)  

Kalo kaya perasan jeruk, ulekan, talenan, sendok masak, insyaAllah semuanya ada. Yang jadi masalah, kita nggak ada pengukus yang kecil tapi mau beli juga nggak enak sama ibu so, akhirnya disiasati aja kalau mau ngukus bisa pakai panic kecil sikasih saringan. Sip! Bisa deh ngukus tanpa pengukus biasa.

Awalnya dulu sempat pengen banget beli slowcooker, ikut-ikutan teman sih yang katanya enak pake slowcooker. Tinggal nyemplungin bahan masakannya, trus ditinggal ngapa-ngapain, tau-tau udah matang. Menggiurkan. Pengen juga beli blender, beli ini itu buat perkap MPASI yang katanya harganya selangit itu. Hm… lalu dipikir-pikir, bukannya salah satu prinsip pemberian MPASI adalah nggak ribet ya?! (ini nggak ribet dalam bahasaku sendiri) yang maksudnya cukup dengan alat-alat sederhana yang ada di rumah dan aneka makanan yang dimakan keluarga bisa untuk MPASI.  Well, keinginan buat beli semua itu musnah sudah.

Setelah pengenalan pisang di hari pertama, selanjutnya kukenalin labu kuning kukus. Ini karena ada labu kuning yang belum di olah sejak ramadhan. Sudah hampir layu, Alhamdulillah masih bisa diselamatkan. So, mpasi kali ini semacam misi penyelamatan begitulah. Besoknya lagi kentang lumat saring dikasih ASI, besoknya pisang lagi dan muter lagi.

Jangan dibayangin tak ada perjuangan ngasih MPASInya… setiap kenal dengan rasa baru, pasti ekspresinya sama. Nyengir ‘ini-makanan-apa-sih-dikasihkan-ke-aku’ tapi bisa masuk barang beberapa suap. Hari ke sekian kubuatkan bubur nasi tambah sayur bayam_saring. Hampir tak mau makan sama sekali, mungkin teksturnya terlalu kental buatnya. Akhirnya kembali pisang lagi.

Esoknya mencoba mencari variasi makanan, ngubek-ngubek gi*ant nyari bahan MPASI dan yang didapat: apel, jeruk baby, alpukat, kacang ijo kupas. Eksekusi pertama, kacang ijo kupas. Kurebus dengan banyak air dan tambahan daun pendan biar wangi, disaring, jika masih terlalu kental tambahkan asi. Alhamduillah bisa makan lebih banyak dari sebelumnya. Setelahnya makan papaya malah lahap tapi pupnya berwarna oren seperti papaya. Esoknya mencoba alpukat, ternyata alpukat yang dibeli sudah empuk malah layu. Jadilah beralih ke pisang (pakai acara suami muter-muter nyari pisang). Mencoba lagi bubur saring kali ini tambahan brokoli dan wortel. Sukses tapi belum memuaskan. Next, alpukat masih ada satu biji, kubelah dua lalu saring dan kutambahkan perasan jeruk baby. Wow! Habis. Betapa senangnya!!! *ciumciumHasna. Kacang ijo_pepaya sukses juga. Esoknya bubur saring brokoli_wortel_tahu putih sukses. Pisang kapok kukus-lumat-saring sukses. Bubur saring kacang panjang_wortel kurang sukses; paginya hanya masuk beberapa suap (mungkin karena Hasna pilek) Alhamdulillah sorenya sukses. Daaaan… masih bingung besok mpasi apa? Pasti sama juga dengan ibu-ibu lainyya. Hehehe.

Pernah ketemu sama ibu-ibu yang ngasih makan bubur bayi instan. Kebetulan makannya setelah Hasna makan (kita bareng di forum). Eh, waktu anaknya makan nggak habis, tetiba si ibu nyodorin sendok ke mulutnya Hasna yang heboh ngeliat temennya makan dan ‘hap’ Hasna mengecap-ngecap bubur itu. Kaget asli! Tapi bingung antara marah, kesal dan menjaga persaudaraan. Akhirnya pas si ibu bilang ‘ini dikasihkan ya mba?’ kubilang ‘jangan Bu, sudah makan ko’ dengan sopan banget tentu.

Yah, aku termasuk ibu yang nggak suka anaknya share sendok/makanan dengan bayi lain. Entah kalo nanti dia besar dan share makanan/minuman dengan teman (sepertinya sudah biasa hal begini).
Cerita dari banyak teman juga, katanya memang ngasih MPASI kudu sabar dan penuh perjuangan, jangan sedikit-sedikit galau. Makanya dari jauh-jauh hari sudah nyiapin ati nyiapain mental kalau nanti MPASI belum sukses harus terus berusaha. Kaya’ awal-awal waktu belum terbiasa makan, Hasna hanya makan sedikit… banget. Kubilang ‘Nggak apa-apa ya  sayang.. belajar dulu ngenalin rasa. Ini pisang.. ini kentang,, ini alpukat.. dsb’ nanti lama-lama banyak ya maemnya’ biar melegakan hatiku sendiri juga. Hihi.

Besok-besok mungkin perlu nyiapin kaldu ayam/daging yang bisa dimasukkan freezer pakai wadah takaran sekali pakai. Pagi-pagi kalau mau masak bubur tinggal ngambil kaldu beku_cairkan untuk tambahan bubur.

Yup! Met MPASI juga deh buat mommy-mommy yang lagi MPASI atau yang lagi nyiapin. Yang penting ASInya juga masih terjaga produksinya. Kalo bisa dibuat simple, ngapain dibuat ribet?!
Happy breastfeeding, mom!

Nih Moms, ada link panduan MPASI WHO dari AIMI. nyari di AIMI ga nemu, gugling dapetnya ini. moga bermanfaat deh. ^^ 

https://www.facebook.com/notes/tari-alrozi-laytina-yusuf/panduan-umum-who-tentang-mpasi-oleh-aimi/10151487276073163