Sabtu, 27 Desember 2014

SERBA SERBI PACKAGING

Sore kemarin ada pesanan baju yang karus dikirim. Otomatis harus menyiapkan dan mem-packing pesanan itu. Kebetulan si baby hasna sedang lengket sama bundanya. Jadilah packing berlangsung dengan 'bantuanya' yang selalu penasaran dengan apapun yang dipegang bundanya. Alhamdulillah meskipun waktu packing menjadi lebih lama toh selesai juga. Setelah selesai sertamerta ia merebut dan metemas-remas sambil tertawa lebar dan ngoceh sekenanya. Mau kesal karena sudah rapi jadi berantakan lagi pun musnah karena melihat keceriaanya. Hahaha. Luph hasna.

Tapi jadi cukup galau juga, bagaimana nanti kalau customer kurang berkenan dengan tampilan packing dari olshop saya? Hm.. Solusinya adalah ngabarin beliau (karena memang teman lama) kalau packaging-nya mungkin agak kusut karena dimainin bocil. Beliau bilang santai saja. Alhamdulillah, cukup lega mendengarnya.

Kenapa urusan packing ini menjadi sedemikian penting? Ya, karena ini menyangkut pelayanan kepada customer, menurut saya.
Memang mau dibungkus pakai apa itu hak penjualnya. Ada yang memilih pakai kertas kado, kantong plastik, kertas coklat, koran bekas, tas kertas, dus, kemasan plastik, dll.
Bagi saya, pengiriman barang ini disesuaikan dengan isi barangnya dan budgetnya.

Beberapa kali menerima paket baik dari supplier maupun dari Os yang lain hampir semuanya menggunakan kantong plastik. Kenapa kantong plastik menjadi primadona, tentu karena praktis, lebih mudah untuk pengemasan, harga lebih murah, dan tahan air. Meskipun dari ekspedisi biasanya dibungkus ulang dengan kantong plastik khusus berlabel ekspedisinya, kemasan plastik menurut saya lebih aman. Tidak ada kan yang menjamin ada barang di dalamnya hilang dicuri orang? Kemungkinan kehujanan dalam perjalanan menuju ekspedisi pun tetap dipertimbangkan sehingga kemasan plastik lebih mampu melindungi barang di dalamnya dibanding kertas.
Saya pun pernah menggunakan kertas hvs atau kertas kado dengan dilakban seaman mungkin, tetapi plastik menjadi favorit. Kebanyakan customer tidak peduli dengan kemasan, namun ada juga yang lebih suka dengen packing kertas kado.
Selain itu, packing ini merupakan layanan dari os kepada customernya. Jadi, pastinya customer tidak perlu membayar lebih untuk biaya packaging kecuali packagingnya memerlukan biaya tambahan seperti dus besar yang harus beli dan harga mahal, kemasan plastik (ex: stoples plastik agar barang aman), dll.

Pernah saya alami sendiri suatu saat memesan barang dari os. Sudah siap mau bayar tiba-tiba dikabari ada biaya packaging 5rb rupiah. Saya pun mengerutkan dahi, lalu teringat teman saya yang menjual barang dan menawarkan packaging dengan stoppes plastik ukuran sedang hanya meminta biaya tambahan 3rb. Ini dibungkus pakai apa ya? Saya membatin. Maka saya pun tanya kembali kepada admin OS itu.
"Maaf Mba, biaya packaging 5rb, dipack pakai apa?"
"Pakai plastik dan selotip/lakban mba"
"Oh, kirain pakai stoples plastik, ko biayanya sampai 5rb"
"Blablabla"
Begitu kurang lebih percakapan kami. Akhirnya saya pilih COD saja karena kebetulan satu kota. Pelit amat ya, 5rb aja nggak mau? Haha. FYI, kadang reseller/dropshipper hanya dapat keuntungan 5rb/pcs baju yang dijual, kalau bayar lagi 5rb buat packaging nggak ada untungnya dong?! Hehehe.
Kalau packaging untuk barang yang besar atau butuh keamanan ekstra semisal barang elektronik, tentu bisa dimaklumi karena biasanya dipack dengan kayu agar tahan guncangan dan banturan. Ada juga os yang sangat baik, packaging dengan plastik buble dan tas kertas tanpa meminta tambahan biaya.
karena ini layanan dari OS, tentu berbeda masing-masing OS. Kalau praktis saya. Alhamdulillah barang sampai dengan selamat dan tidak rusak. Masalah tampilan luarnya, it's no matter anymore. What about you?!

Kamis, 18 Desember 2014

Blogging With Heart, Money Will Follow

Umm... judulnya menggoda ya?! Apa iya bisa begitu, cukup dengan ngeblog bisa dapat uang gitu? Ih macaciiih..!!
Tapi itulah yang disampaikan sama Mak blogger Indah Julianti Sibarani yang sudah lama malang melintang di dunia perbloggeran.
 

Mak yang akrab disapa Indjul ini khusus didatangkan dari Jogja oleh embak-emak panitia acara "blogging with heart" yang diadakan sama IIDN Semarang.
Tau dong serunya acara IIDN. Wuiiih! Cakep!.
Nah, mak Injul datang ke semarang tentunya untuk berbagi pengalaman tentang suka dukanya jadi blogger.
 
Acara yang dimulai sekitar pukul 10 itu dibuka oleh MC yang kocak Mak Hartanti. Dilanjut sambutan ala emak IIDN, eh maksudnya sambutan mewakili mak ketu Dedew yang berhalangan hadir. Mak Dian Nafi yang ngasih sambutan tak kalah kocak sama mak emce.
Lanjut, acara yang ditunggu sama semua peserta dan panitia: mak Injul tampil ke depan, yey! *appaluse
*ngambil pic nya mba Mariana  :P *
Dari awal ngomong aja gaya mak Injul udah asyik banget dah!
Ngasih motivasi tentang menulis. Sipa yang nggak bisa nulis? Bohongbkalau tidak bisa menulis. Masa sekedar menuliskan nama saja tidak bisa? Dan bisa menulis inilah bekalnya.
Kenapa kita ngeblog? Pertanyaan mendasar banget yang harus kita pahami.menulis tentu menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Anak sekolah menulis di sekolah, ibu RT menulis tesep atau dafyar belanja, pekerja kantor menulis laporan atau tugas, dan sebagainya. Ngeblog/Menulis bisa kita jadikan rekam jejak kehidupan kita karena di setiap denyut nadi kita ada cerita.
 
Terus, bisa juga buat dokumentasi karya kita (meskipun bisa lewat semua media sosial).
Gimana caranya buat blog? Yuk, intip lanjutan sharing mak Injul.
Pertama, belajar dasar perbloggerran seperti html dasar, content manajemen blog, dll. Intinya sih yang pertama harus daftar dulu ke layanan blog seperti blogger, multiply, wordpress, dll. Untuk pemula bisa memilih web gratis dulu. Pelajari dasar-dasar posting, edit, dll terkait blog. Lalu, ngebloglah dengan hati agar setiap kata yang tertulis bermakna. Dan... yang dahsyat adalah uang akan menghampirimu. Nggak percaya?! Mba Injul telah membuktikannya. Disaat butuh uang karena baru keluar dari kerja, tiba-tiba mendapat tawaran untuk review produk diblognya.
 
Semua yang menghasilkan tentu butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Selain perjuangan harus merasakan sendiri produk yang mau direview (mak Injul dan keluarga makan eskrim sampai mabok), perjuangan sesungguhnya dimulai saat baru mulai memasuki dunia blogger. Membuat orang melihat, membaca, dan menjadi member blog adalah pekerjaan yang telaten dan membutuhkan waktu yangcukup lama.
Kuncinya adalah, blogging is posting, blog walking, and networking.
Ini wajib dilakukan sama blogger. Rajin posting minimal seminggu sekali;  lihat dan tinggalkan jejak di blog orang lain, dan memperbanyak koneksi baik sesama blogger maupun sesama pengguna media sosial lainya.


Terus, bagaimana supaya bisa menjual blog kita?

Pertama, content blog harus menarik. Bagaimana caranya tahu blog kita menarik atau tidak? Dengan membaca buku dan membaca situasi yang sedang happening khususnya di media social.

Kedua, gunakan personal taste agar lebih mengena tulisan kita

Ketiga, usahakan tulisan tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang

Keempat (lagi-lagi) rajin update

Bagi blogger pemula (seperti saya), disarakan untuk rajin update. Tulisan gado-gado tidak masalah sembari mengumpulkan massa (emang mau demo?!), selanjutnya bisa membuat blog dengan tema dan segmen tertentu. Selamat menulis, dan selamat ngeblog.