Sabtu, 19 Desember 2015

~ Memberikan Warisan Terindah untuk Anak-Anak Kita~

~ Memberikan Warisan Terindah utk Anak-Anak Kita~



DISKUSI GRUP WhatsApp 

Narasumber : Bpk. Ikhsanul Kamil Pratama
Founder Romantic Couple
fanspage di fesbuk: Romantic Couple: Canun Fufu
twitter @canunkamil. 


Tahukah Anda? Anak belajar banyak dari pernikahan orangtuanya...
Jika suami istri tak kompak dan lembek, maka anak akan memiliki pendirian yang lemah.
Jika Istri melarang sang anak untuk menonton televisi, dan menyuruh belajar, sedang suami memperbolehkan sang anak untuk belajar sambil nonton TV, maka ketidakkompakan orangtuanya akan membuatnya berpihak pada satu pihak, dan bisa saja menjadi opportunis
Jika suami istri sering berselisih dalam konflik rumahtangga, dan 'menyelesaikannya' dengan pertengkaran, itu akan menjadi pembelajaran bagi anak untuk gunakan kekerasan jika menyelesaikan masalah...
Jika suami istri tidak ramah satu sama lain, anak akan belajar untuk menjadi cuek...
Jika suami istri sering mengumpat satu sama lain, maka anak akan belajar menjadi rendah diri...
Jika suami istri saling menggurui, saling berperan menjadi bos, maka anak akan menjauh dari orangtuanya...
Jika suami istri tegas dan kompak dalam kebaikan, maka anak akan memiliki pendirian yang kuat, mampu bedakan mana benar mana salah...
Jika suami istri saling support dalam hadapi masalah kehidupan, maka anak akan belajar menghargai diri sendiri...
Jika suami istri membangun lingkungan yang bersahabat, maka muncul RESPECT dari anak, tak perlu diminta....
Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan TERIMA KASIH, maka anak akan belajar menghargai manusia lain...
Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan MAAF atas ketidaknyamanan yang dirasakan pasangan, anak pun akan belajar bahwa dirinya TIDAK SELALU benar...
Jika suami istri saling terbuka akan keluhan pasangannya dan tiada 'rahasia antara kita', maka anak pun senang untuk terbuka dengan orangtuanya...
Terbuka tentang lawan jenis yang mulai disukai...
Terbuka tentang kapan pertama kali mimpi basah...
Terbuka tentang keinginannya untuk mencicipi rokok...
Terbuka tentang keinginan untuk sesekali bolos...
Sehingga kita bisa lakukan pencegahan dan proteksi anak dari bisikan setan yang lebih jauh lagi...

Maka sebetulnya...
Pernikahan harmonis Anda adalah bekal bagi anak anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah kunci bagi pola parenting Anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah warisan yang sangat berharga bagi masa depan anak Anda...

Mari ciptakan dan berikan warisan terindah itu untuk anak-anak kita...

Sulit? Memang betul, itulah tandanya bahwa pernikahan harmonis Anda sesungguhnya sangat berharga. :)

DISKUSI
#1T : Ini sebenarnya kasus teman saya.. Hanya saya butuh masukan... 
Bagaimana cara memberi tahu suami ttg dia yg kurang peduli thd anak?baik secara kepedulian.. Tp sisi lain dia seperti paham teori2nya... Mohon pencerahannya..

J : Nah, pegang dl prinsip satu ini:
Semenjak akad nikah, suami dan istri BEDA ISI KEPALA
Walhasil, bentuk kepedulian amtara suami dan istri itu BEDA. Mnurut suami, dia udh CARE, tp mnurut istri itu nggak. Dan yg sering jd masalahny, saat suami istri ada konflik, 8 dr 10 pasutri yg sy temui TIDAK PERNAH/JARANG lakukam yg namany KLARIFIKASI. Jarang yg lakukan utk menggali dan mendengarkan opini atau suara pasangan, yg langsung didengar adalah suara2ny dlm kepalany sendiri, alias berPRASANGKA.
Sudahkah teman Anda duduk tenang, diskusikan masalah anak? Dan sudah dipastikankah bhwa map alias peta anda dan pasangn dlm mendidik anak sudah sama?

Jika memang suami sudah tau teori. Ada 2 kmungkin knp bliau 'terlihat' tidak melakukannya. 1. tahu tp blm mampu. Ini perlu latian dan kesabaran dlm membimbingny. It'a different between knowing the way and using the way. Krn itu, salah 1 metode melatihny bs anda ajak sahabat anda utk ikuti Training pernikahan
2. Tahu tp tidak mau. Kalau sperti ini, biasany krn faktor emosi yg tidak terpenuhi. Bs saja krn lelah emosi, dinasehati trs. Bs krn kebosanan jalani pernikahan, etc. Solusiny, perlu rwefresh emosi. Kuras emosinya

#2 T : Bagaimana caranya mengajak suami u saling kompak? Karna kadang.. Seperti y disebutkan diatas. Ibu melarang nonton.ayah mbolehin..
Sy ingin ngajak suami, tapi tanpa terkesan menggurui.mungkin bapak bisa memberi tips2nya. 
Lalu apa solusinya jika anak2 terlanjur melihat bahwa orang tuanya kurang kompak.sering beda pendapat?biar bisa diperbaiki...

J: Cara mengajak suami kompak y. Pd dasarny, byk pasutri yg lupa utk menjadi sahabat karib bagi pasangannya sndiri. Dikira cukup 'skdar memenuhi kewajiban' saja. Pdhl tidak sperti itu. Antara suami istri perlu PDKT. Kencan brg, bcanda ketawa bareng, jalani hobi brg, dengar keluh kesah kyk dl sekolah kita pny temen curhat. Menjadi sahabat karib bagi pasangan itu penting. Jika bkn kita psgn resminya yg jd sahabat karib, berhati2 ada org luar yg 'tidak sengaja' menawarkan diriny utk jd sahabat karib.
Api unggun yg berkobar menyala gagah, jika didiamkan saja akan padam ditelan waktu. Begitu pula api asmara, jika tidak dipelihara scara sengaja, ia pun akan padam, sebabkan pernikahan yg hampa
Nasihat takkan mempan jika tidak ada PDKT. Nasihat hny akan menjadi aebuah 'serangan' jika tak ada pdkt. Kyk dl kita kecil, suka g sih dinasehatin trs menerus sm ortu kita? Boleh jd kita saat kecil, rasakan overdosis nasihat. Itu pula yg dirasakan byk suami/istri jika pasanganny nasehatin trs. Solusiny? Tuhan telah ciptakan jumlah telinga lbih byk dr jumlah mulut. Manfaatkanlah dahulu
Beda pendapat d hadapan anak tidak masalah jika tujuanny adlh mnunjulkan pd anak ttg toleransi dan problem solving.
Jika sudah terlanjur kejadian, minta maaf dl sm anak atas ketidaknyamanan slama ini. Pancing ia berbicara, dengarkan keluh kesahny dan harapannya. Lalu pdkt dgn pasangan, sampai terbangun kedekatan dan kehangatan , lalu buatlah komitmen baru dgn psgn

#3 T : apakah keharmonisan hubungan suami istri terhadap pengasuhan anak akan menjamin tidak terpengaruhnya anak terhadap efek negatif lingkungan dn pergaulannya pada saat anak mulai remaja dan labil?
karena masih sering terlihat suami istri baik2 aja tapi anaknya pergaulan bebas.  ✅

J : Itu tergantung value keluargany bu. Pernikahan harmonis menjamin value keluarga dr ortu bs diteruskan dgn baik kpd anak
Kmungkinan kedua jg sperti ini:
Beda amtara 'pernikahan harmonis' dan 'pernikahan terlihat harmonis'.
Pernikahan terlihat harmonis adlh pernikahan yg sbtulny d dalam dada menyimpan kekesalan/kekecewaan besar pd pasangan tp terjadi PEMBIARAN. Jd bersikap seolah2 g ada konflik. Jd dr luar, akan terlihat itu 'pernikahan harmonis'. Kbykn anak yg narkoba, seks bebas, etc bermula dr pwrnikahan sperti ini.

Ciri-cirinya?
Makan malam semeja tapi saling sibuk dengan gadget
Ruang keluargayang fokusnya semua bukan pada diskusi antar keluarga yang timbulkn kehangatan, tapi pada TV. Shingga lebih tepat diaebut ruang multimedia, etc.
Tinggal dalam 1 rumah yang sama, tapi masing-masing merasa kesepian.
Terlihat harmonis, terlihat baik2 saja dari luar tapi dalamnya rapuh

#4 T : Tadinengacu jawaban pak iksan terkait suami yang faham tapi tidak mau, itu bisa jadi karena lelah prenikahan. Nah kiatnya harus di refresh emosi atau dikuras emosi..
Cara nya gimana ya..?
Kan pak iksan jg bapak2, knp mayoritas bapak2 sedikit skali yg concern tentang parenting.. padahal sebnernya mereka paham

J : Paling sering karena faktor lelah emosi. Lelah emosi ini bisa terjadi semenjak kecil, tak sngaja tercipta karena pola asuh ortu. Perasaan kesepian, tak permah didengar, tak pernah diakui prestasi, bisa jadi legitimasi banyak pria utk 'cuek' pada anaknya. 'Toh, dulu kecil aku digituin juga baik-baik aja'. Maka coba perhatikan sejarah masa kecil suami seperti apa. Cuekny suami, 80% krn faktor warisan, faktor role model jaman dulu.

Caranya, harus pelan-pelan. Biarkan beliau cerita masa kecilnya, terutama keluarkan 'keluhan' diri kecilnya. Yg sbetulnya ingin banget untuk disampaikan dan didengarkan pada ortunya, tapi selalu tidak bisa. Cara mengeluarkan ini yg saya namakan metodenya 'Cleansing'. 

Clossing statement : 
Membangun pernikahan harmonis berarti kita sedang menjalankan misi Ilahi: melindungi keluarga dari api neraka

Kamis, 03 Desember 2015

New Look, It's All About Parenting


Bismillahirrahmanirrahim, 

Mengawali akhir tahun 2015, dan setelah mencari wangsit (:P) kesana kamari, diputuskan blog gado-gado ini akan menjadi blog (belajar) Parenting. Blog personal Arina sudah pindah ke www.arinamabruroh.com.

Dengan segala kerendahan hati dan berawal dari keinginan sekedar untuk sharing ilmu yang didapatkan dari beberapa grup parenting yang diikuti (khususnya grup Home Schooling Muslim Nusantara/HSMN) dan Grup Rumah Main Anak/RMA), semoga bisa lebih bermanfaat juga untuk yang lain.



Semoga berkah dan bermanfaat. 


Arina Mabruroh (Arien Salsabiila)

Selasa, 15 September 2015

Jalan Jawar - Wonokromo

Lagi kangen pake banget sama keluarga dan pemandangan di kampung, jadilah ngintip-ngintip album dan nemu foto lama sejak sebelum nikah dan pindah Semarang.

Ini foto pemandangan suatu pagi sepanjang jalan menuju kantor LAZIS Jateng Wonosobo, tempatku bekerja dulu. Pagi-pagi jalan ini ramai oleh pengendara motor dan pejalan kaki mulai dari orang yang berangkat ke sawah, bekerja di pasar, sampai anak sekolah dan orang seperti saya, yang lebih memilih berjalan kaki atau sesekali naik ojek.
Jalan Berkelok dan naik turun
Hihi. sebenarnya sih ada cerita tersendiri, karena di tanjakan dan turunan berkelok-kelok itulah sering jatuh dari motor dan yang terakhir sampai bikin trauma (sampai sekarang belum berani lagi) karena hampir masuk jurang. Whaaaa!! serem kalo inget kejadian itu lagi. Sekarang, tiap lewat jalan itu meskipun dibonceng biker handal macam suami saya (halah!) tetep rasanya degdegan nggak karuan.

Jalan Jawar menuju Desa Wonokromo ini sekitar 2,5 Km, dengan medan naik-turun dan melewati sawah hingga perbukitan. Selain mnuju Wonokromo, juga jalan utama mencapai Desa Kebrengan (yang ada panti asuhan Al-Mannan), Desa Slukatan (yang lagi happening banget sama jembatan gantungnya), Desa Bismo (Desa tertinggi di Kecamatan Garung, dan atasnya langsung hutan), dan Dusun Jambu Desa Wonokromo).
Pemandangan di sini selalu bikin adem..., dan lagi waktu masih sekolah dulu, pas pulang jalan kaki selalu menyempatkan berhenti di jembatan lalu teriak-teriak sekencangnya melepas lelah dan galau. hahaha. Tapinya pas teriak kudu lihat kanan-kiri-depan-belakang dulu pas ramai apa nggak.. kalo ada ojek lewat atau ada orang di sawah ya nggak jadi. 

Gunung Sindoro-Sumbing
Sawah terasering
Gunung Prau
Jalan ini juga jadi pengingat moment nikah dulu, hahaha. Waktu itu jalan ini lagi rusak parah, trus sekitar dua pekan sebelum hari H ada Bupati mau berkunjung ke tetangga desa, jadilah jalannya di aspal ulang jadi halus mulus... berasa diperbaiki karena nikahanku. Wkwkwkwkwk. GR tingkat tinggi ini mah.

Oia, sungai yang terbentang dan airnya jernih banget itu adalah sungai serayu, yang alirannya dari tuk Bima Lukar di Dieng sana dan sampai ke waduk Mrica di Banjarnegara. Yang pernah ke Wonosobo atau yang pernah rafting di Banjarnegara pasti tahu sungai ini. 

Sungai Serayu

Pemandangan akrab tiap pagi: Barisan bebek

Jumat, 28 Agustus 2015

Lapangan Wonokromo

Sindoro_Sumbing
Apa yang terlintas di benak anda saat melihat gambar ini? teringat kenangan masa kecil saat pelajaran menggambar, mungkin?!
Inilah pemandangan cantik yang setiap pagi terlihat dari lapangan Desa Wonokromo. Desa Wonokromo terletak sekitar

Sabtu, 15 Agustus 2015

Merdeka dan Merica



(Jelang) Dirgahayu Indonesia ke 70. Barakallah, semoga makin jaya dan tidak makin bertambah masalahnya (sambil nangis bombay lihat keadaan sekeliling saat ini). Ngomong-ngomong, apa hubungannya coba merdeka sama merica?! Entahlah, yang penting kita hubungkan saja biar sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesa.
Sebenarnya merica sudah kurang populer diberitakan di TV dan media lain, sudah kelewat basi dua bulan lebih. Hm.. memang ini juga #latepost sih, kejadiannya saat bulan Ramadhan kemarin.
Ibu rumah tangga dan para chef pastinya tahu seberapa pentingnya merica

Rabu, 12 Agustus 2015

Fresh Escape: Goa Kreo – Ngrembel Asri



Semarang panas?! Itu sih sudah sejak dulu. tapi jangan salah, meskipun panas ada juga tempat-tempat yang bikin seger mata dan pikiran. Apasih?! Pantai?! Nope!! Pantai di Semarang nggak recommended buat refreshing. Muehehehehe.
Intinya sih saya orang gunung dan tetep cinta gunung, meskipun kalo ketemu pantai pengennya juga nyebur aja.
Kalo di Semarang yang ijo seger tapi nggak perlu jauh dari kota, ada Goa Kreo lho... yup! Goa yang terkenal dengan populasi monyetnya itu cukup asyik buat refresh mata hati dan pikiran. Ceileh.. terlebih sekarang ada bendungan dan jembatan yang indah. Buat yang mau hunting foto sama nyet-nyet juga boleh.
Untuk menjangkau goa kreo dari Kota Semarang, bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit, melewati

Minggu, 09 Agustus 2015

JADILAH MAGNET KEBAIKAN

Aku tak mengenal beliau dan keluarga secara pribadi (ya iyalah... siapa elu gitu lhoh!) Cuma saat masih unyu bin culun kinyis-kinyis berseragam putih abu pernah membaca antologi 'bukan dari negeri dongeng' yang salah satunya memuat kisah tentang Ustadz kelahiran Kudus 53 tahun yang lalu itu.

Awalnya malas bubaca buku pinjaman dari teman SMP itu karena ada embel-embel salah satu partai, tapi

Kamis, 25 Juni 2015

COBAIN LEVEL PEDASMU @Mie Ayam Mas No

Siapa sih yang nggak kenal lombok, cabe, chili, pepper?! Hihi istilahnya diborong semua nih. Apalagi orang Indonesia terkenal suka pedas meskipun masih kalah dengan orang India. Hayoo.. siapa yang ngerasa ada yang kurang kalo makan nggak pake sambel plus krupuk?! *ngacung duluan.

Sebelum menikah dulu sih, hajar aja tuh pedas level berapa aja. Apalagi kalau dirumah ada nasi jagung, lalapan, dan sambal oblok teri (ini sambal khas ibu dirumah, dibuat dari teri, cabai rawit merah dan hijau, kelapa parut dimasak dengan bumbu special plus cinta. Maknyuus!!) Rasanya

Selasa, 23 Juni 2015

Ana Rega Ana Rupa

Setiap habis posting gamis2 terutama gamisnya ‪#‎sunriselabel‬
Banyak yang nginbox/japri BBM/WA
X (yang tanya): Mba, gamisnya cantik.. harganya berapa?
A (Arina): terimakasih, harga IDR.xxx
X: waaah.. mahal banget mba..
A: *kasih emot senyum : ga mahal kalo sudah tahu kualitasnya mba
X: takut aslinya ga sesuai dengan gambar
A: maaf mba, kami tidak menjual barang replika yang hanya ngasih contoh model tapi aslinya barang yang dijual berbeda. Semua yang ada di gambar kami itu real pic
X: Ooh..
: bisa kurang nggak mba harganya?
A: maaf mba, harganya sdh fix dari pusat
dst..

Sering banget sih ngalamin percakapan kek gini

Senin, 22 Juni 2015

Souvenir Unik di Hari Istimewa



Habis Ramadhan ini ada yang mau nikah dan masih bingung nyiapin souvenirnya?! Nggak usah bingung, guys! Banyak ide kreasi souvenir yang asyik mulai dari harga yang murah meriah sampai yang mihil punya.

Nah, kalau mau pilih souvenir yang perlu diperhatiin tentu budgetting karena berkaitan dengan jumlah undangan dan keluarga yang hadir di acara. Selain itu,

Jumat, 12 Juni 2015

Tips Lancar Puasa Ibu Menyusui

Seminggu lagi datang bulan Ramadhan 1436 H, sudah nyiapin apa nih buat Ramadhan? tentunya yang paling utama persiapan fisik dan jiwa ya, jangan lupa juga nyiapin bekal materi karena biasanya bulan Ramadhan (meskipun makan cuma dua kali) tapi pengeluaran membengkak. Ibu hamil dan busui padapuasa nggak nih?! 
Ibu hamil dan menyusui sebenarnya mempunyai rukhshoh (keringanan/dispensasi) untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan jika memang kondisinya tidak memungkinkan dan membahayakan diri atau bayinya. 

Bagi ibu hamil kondisinya pun berbeda-beda, ada yang full mengalami mual alias morning sickness, ada yang harus bed rest, ada pula yang baik-baik saja. Untuk itu, jika memang kondisinya tidak memungkinkan bisa tidak berpuasa dan menganti/membayar fidyah.

Tentu, kita (baca: bumilbusui) ingin tetap mendapatkan keutamaan berpuas

Kamis, 11 Juni 2015

^^ Jokowi Mantu ^^



Jokowi mantu?! Bukan berita baru keleus...! dari mulai ada rencana pernikahan juga media massa khususnya TV sudah berkali-kali menayangkan perhelatan akbar RI 1 itu.
Yup! Tapi di sini kita nggak bahas nikahannya Raka dan Selvi itu ya.. sudah banyak yang bahas, mau online atau TV pasti ada beritanya. Ya iyalah, keterlaluan kalau presiden mantu tapi nggak diliput media wong yang artis aja sampai berhari-hari ditayangkan apalagi presiden?!. Nah, kabarnya mantu nya presiden kali ini berbeda dengan perhelatan presiden-presiden sebelumnya, intinya sih temanya sederhana, begitu. Semoga bukan #pencitraan saja ya pak.. kasihan rakyat Indonesia yang semakin menderita. Kita juga nggak perlu lah bahas yang katanya si Mbak Selvi itu baru masuk islam, ih.. malah gosiip. Kalo pun bener baru masuk islam ya ayoklah kita do’akan sama-sama moga jadi muslimah yang taat. Aamiin...


Namanya wong Solo, pastinya

Jumat, 05 Juni 2015

Secubit Kue Cubit

Katanya makanan kekinian itu seblak, kue cubit, cappucino cincau dan sebangsanya. dipikir-pikir ko semua makanan Bandung ya?! hihi.
Tapi tentu saja nggak perlu ke Bandung buat sekedar nyicipin aneka makanan itu. cukuplah jalan-jalan ke Tlogosari (promosi lagi), sepanjang jalan dari masuk Tlogosari sampai kurang lebih sepanjang 1,5km berderet penjual makanan, elektronik, pakaian, dan sebagainya. Mau nyari makanan sejenis apapun bisa dapat tuh di Tlogosari, mulai dari makanan biasa sampai yang aneh-aneh semacam es pocong. 

Satu camilan yang membuat saya penasaran gara-gara tayangan di TV adalah kue cubit.

Rabu, 03 Juni 2015

Bakso Bandeng Maknyus



Bakso Bandeng Maknyus

Pernah dengar kata Juwana?  Yup! Pasti sering lihat kata itu di Jl. Pandanaran Semarang karena disana pusat oleh-oleh bandeng presto yang lebih dikenal dengan Bandeng Juwana (padahal Bandeng Juwana yang di Semarang itu adalah merek dagang). 
 
Juwana sebenarnya adalah nama kecamatan di Kabupaten Pati, yang terkenal dengan hasil perikanannya yaitu ikan Bandeng. Katanya ikan bandeng asal Juwana ini terkenal enaknya dan rasanya berbeda dengan bandeng yang dibudidaya di daerah lain karena kandungan mineral dalam air yang berbeda. 


Jika berkunjung ke Pati dan belum mencicipi olahan bandeng ibarat ke Semarang tidak makan lumpia atau ke Wonosobo tidak menikmati mie ongklok (nitip promosi Wonosobo, hihi). Di kota Pati, tepatnya

Senin, 01 Juni 2015

Juni Istimewa

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

Sapardi Djoko Damono, 1989

Numpang Makan Siang Di Tuban

Pernah melakukan perjalanan darat lewat jalur pantura arah Surabaya dan sekitarnya? Jika dari Semarang, sepanjang Rembang hingga Tuban jalurnya melewati pinggir laut. Sangat menyenangkan bagi orang gunung seperti saya melihat hamparan birunya air laut dan perahu-perahu kecil nelayan yang berjejer di bibir pantai. Mungkin hanya sedikit kurang nyaman saat melewati tempat pelelangan Ikan (TPI) dengan baunya yang khas dan menyengat. Di luar itu, semuanya amazing bagiku.  
 
Dulu, beberapa kali PP Semarang-Surabaya selalu menatap iri dari jendela bis saat melewati pinggiran laut di Tuban. Sepanjang trotoar sekitar 1 km berjejer warung tenda yang menyediakan kelapa muda, bakso, hingga minuman panas.

Asyik banget kayaknya minum kelapa muda dipinggir laut itu,

Minggu, 31 Mei 2015

|| Happy B'day Mak Irits ||


IRIT  (baca: Hemat) pasti menjadi kosakata yang paling dihafal oleh ibu rumah tangga. Disaat sembako, cabe, bawang, biaya sekolah, pakaian, air, listrik dan seabrek kebutuhan lain harganya naik, yang paling heboh pasti IBU. Mikir gimana keluarga (terutama anak-anak) cukup gizi dan kebutuhan lain tetap tercukupi, syukur-syukur bisa nyalon dan jengjeng shopping sepuasanya. Dan lagi 90% wanita (ini data random aja, berdasarkan pengamatan sekitar, bukan penelitian. Ehehe *piss) pasti punya sifat dasar IRIT. Cocok lah sama Mak Irits yang ternyata sudah berumur 1 tahun itu. 

Ngucapin dulu deh.. *bunyiintrompet*toreroret..tettetetet

Kamis, 28 Mei 2015

|| Foto Cantik ||

Ini tentang DP BBMku beberapa hari yang lalu. Ceritanya ada sepupu suami yang resepsi nikah di Surabaya. Kami berangkat dari semarang hari sabtu. Rencananya, mau reyen elbise 10 by @samarah sama jilbab instan bolbal sifon buatannya mbak cantik QiQy Kuko Lekhah, tapinya ga jadi karena suami ngusulin pake sarimbit aja (sarimbit yg dibuat 2th yll menjelang nikah. Sy beli bahan, lalu kirim ke semarang, jahit sendiri2. ‪#‎gapenting‬) dan ada gamis Hasna yg di mix n match beli di mba Little Ilma. Oia, kebetulan juga punya jilbab segi empat #Rabbani size XL beli sdh lama tp blm pernah dipake.

Hari minggu itu pake jilbabnya sedikit dimodif, sekalian mau 'bilang' ke sodara2 kalo aku berjilbab lebar juga bisa bervariasi. Sebenarnya sih ga ribet cuma jilbabnya dilipat dua, pasang pake peniti, mirip pashmina trus di depan dibuat mirip lipatan2, pasang bros. Sudah. Ga sampai 5 menit slese. Hasilnya tetap lebar, simpel, cocoklah dipake poto sapa manten (hahaha. Just kidding).

Biasa deh, waktu acara selfie2 di tempat duduk daripada ga mudeng MC nya ngomong apa.

Besoknya pengen ‪#‎iklan‬ kalo temen2 Rabbani Gayamsari jual jilbab segi empat yang lebar... ada ukuran s-xl (size s 115x115) xl nya ga kuukur deh berapa karena di labelnya juga ga ada keterangan. Mungkin 130x130. Pokoknya kalo dipake ga pake dobelan pun sdh ga nerawang, intinya gitu.
Ganti DP BBM, langsung buanyaaak komen (krn jarang banget pke poto sendiri close up juga sih) langsung deh ditegur suami.
"Pake poto gitu ko ga bilang2 dulu? Biasanya izin kalo mau pasang poto yg ga biasanya. Hati2 lho... bisa bikin fitnah.."
Jleb. Astaghfirullah... nyengir lebar tapi merasa bersalah pake banget. Meskipun waktu dikomen seperti itu ssudah ganti lagi DP dua kali.
Hiaaaa!!! Maap... cry emoticon


Ya, biasanya saya minta izin kalo mau upload foto dan selalu diingatkan: JANGAN BERLEBIHAN mau upload foto sendiri, berdua, sama anak, ato apa aja. Hari itu saya khilaf karena bisa jadi ada sedikit ujub. Maunya ngajakin berjilbab lebar tapi malah kepedean berjilbab lebar dan 'gaya'.

Hm.. ini bukan masalah gayanya sih, biasanya juga kalo mau modif jilbab saya pun minta pendapat suami. Gini boleh ga? Pantas ga? Kalo berlebihan pasti dilarang. Saya termasuk yang setuju dengan modif2 jilbab asal ga menyulitkan saat wudlu atau dandannya berjam2. Ehehehehe. 

"Foto cantiknya buat koleksi pribadi aja, ga usah disebar2 ya... " kata pak Su lagi.
Hiks. Dan saya makin merasa bersalah.

Kamis, 07 Mei 2015

Si Nakal Yatim



“Mbak, kadang tu saya merasa ragu dan agak gimana gitu kalau sedekah untuk anak yatim. Seringkali saya melihat anak yatim yang nakal dan susah diatur,” seorang ibu curhat kepada seseorang yang ditemuinya.
“ Bisa jadi itu ujiannya, Bu.. saya sarankan Ibu sedekah melalui lembaga zakat saja, karena umumnya mereka mempunyai program pembinaan untuk para penerima dana, tidak hanya sekedar memberikan santuan tiap bulan, Bu. Oia, kasus anak yatim nakal itu juga tidak semuanya, banyak ko anak yatim yang sangat shalih,” jawab muslimah itu dengan santun.
“Oh, begitu... iya mba, kadang jadi kurang ikhlas setelah melhat anaknya..”

Tak hanya sekali dua kali kita pernah mendapati atau bahkan merasakan hal yang sama

Sepenggal Kisah Si Bejo



Sumi telah kehilangan senyumnya sejak laki-laki itu pergi. Perih di hatinya seakan sudah membatu, membuatnya mati rasa atas tumpahan rasa yang lain, tidak juga atas benih di dalam rahimnya yang menginjak bulan ke enam. Menyesal memang tak kan pernah muncul di depan. Seandainya ia tahu akan berakhir seperti ini tentu ia tak akan mau diperistri seorang sales marketing dengan dandanan mentereng. Seandainya ia mampu meramal masa depannya tentu ia tak akan mau memberikan sisa warisannya untuk laki-laki itu. Seandainya ia punya firasat tiga bulan yang lalu ia akan menggugurkan saja jabang bayinya.
Air mata Sumi telah mengering, ia hanya mampu menangis dalam diamnya, dalam hatinya. Entah setan apa yang membuat Jamal, suaminya itu tak mempercayai

Sabtu, 25 April 2015

Status Facebook

_Jika ada seorang istri yang mendapatkan suami seorang yang perhatian padanya, mau membantu pekerjaan rumah tangganya, mertuanya baik hati, tentu sangat menyenangkan.. Tapi bagi yang tidak, barangkali Allah punya cara yang lebih baik karena Allah maha adil.
Dan.. Seorang istri bisa mengurus suami sekaligus anaknya saat sakit, tapi seorang suami belum tentu bisa mengurus istri/anaknya yang sakit__


Pernah menemukan status bernada serupa di facebook, twitter atau medsos lainnya?!

Selasa, 07 April 2015

In memoriom Ust. Rahmat Abdullah Allahu Yarham 'Alaih

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."
(K.H. Rahmat Abdullah)

“Sekali lagi… Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan.. keputusasaan! Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian.. Siapa diantara kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya… Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan… Bukan menghindar dari peperangan."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Jadilah kalian orang-orang yang:
Paling kokoh sikapnya
Paling lapang dadanya
Paling dalam pemikirannya
Paling luas cara pandangnya
Paling rajin amal-amalnya
Paling solid penataan organisasinya
Paling banyak manfaatnya."
(Syaikhut Tarbiyah, K.H. Rahmat Abdullah)

“Merendahlah, engkaukan seperti bintang gemintang, berkilau dipandang orang di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi. Janganlah seperti asap yang mengangkat diri tinggi di langit padahal dirinya rendah hina."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Lupakanlah kebaikan-kebaikan yang pernah kamu lakukan kepada orang lain, tapi jangan sekali-kali kamu melupakan kebaikan-kebaikan yang pernah orang lain lakukan terhadapmu. Lupakanlah keburukan-keburukan yang pernah orang lain lakukan terhadapmu, tapi jangan sekali-kali kamu melupakan keburukan-keburukan yang pernah kamu lakukan terhadap orang lain."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan. Bahkan para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak… Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari akhirnya menjadi adaptasi, dan rasa lelah itu sendiri akhirnya lelah untuk mencekik iman. Begitupula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka."
(K.H. Rahmat Abdullah).

Senin, 06 April 2015

Buku Harian, Hadiah Kecil Tak Lekang Zaman

Di zaman serba canggih dan modern ini, adakah yang masih menggunakan buku untuk menulis buku hariannya? Jawabannya tentu masih ada, saya salah satu orangnya. Memang semenjak memiliki gadget yang cukup canggih (kata cukup canggih digunakan untuk menentramkan hati*sambil melirik gadget yg mulai sering error). 


Makin lama memang frekuensi menulis di buku berkurang dibandingkan dulu saat pertama kali memulai menulis di buku harian.

Dan tiba-tiba teringat dengan buku harian pertamaku.


Jangan bayangkan buku harianku saat masih kelas 1 SMP nan culun eh lugu itu seperti kebanyakan diary punya remaja saat itu: bergambar kartun lucu-lucu atau bergambar artis dengan tambahan puisi di sampulnya lengkap dengan gembok dan kotak untuk menyimpan.  Awalnya 'buku' itu bukan untuk buku harian.


Aku lulus SD tahun 1999 dan melanjutkan ke SMP (MTsN Kalibeber). Pulang pergi sekolah berjalan kali mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera. Eh?! Saat berjalan kali bersama teman dan kakak kelas itulah menjadi waktu yang menyenangkan untuk ngobrol dan membahas ngalor ngidul. Sampai pada cerita soal menjilid buku di tempat fotocopy. Cukup ngetrend karena hampir semua siswa ternyata melakukan hal yang sama. Sepulang sekolah kubongkar buku-buku SD ku lalu kugunting lembar yang masih bersih. Besoknya kujilid dan rencananya akan gununakan unk buku matematika yang biasanya cukup tebal. Ternyata harus gigit jari karena kesalahanku sendiri tidak rapi saat memotong kertas. hasil penjilidan itu menjadi tebal tapi lebih kecil dari buku umumnya. Bingung bagaimana akan kugunakan tiba-tiba terlintas untuk menjadikan buku harian alih-alih beli yang baru.


Waktu itu belum ada gambaran apa yang akan kutulis di buku itu, hanya sekedar terinspirasi dari cathar yang ada di majalah Annida. Kalau tak salah ingat, tulisanku pertama kali setelah menceritakan diri sendiri adalah menceritakan buku yang baru kubaca yaitu kumper KMGP. Selain itu cerita apa saja di keseharianku. 


Buku yang tebal itu setia kujadikan sampah rasa campur aduk manis asem asin hambar pahit dan segala rasa. Bahkan masih bisa kutulis sampai kuliah semester 2. Sayang saat ini buku itu tersimpan di kampung halaman sehingga tidak bisa memoto. Sampul maruun nya lecek  karena terlalu sering dibuka bahkan pinggirnya terkena air hujan. 


Setelah buku itu habis kutulisi, akhirnya kubeli buku yang cukup cantik dengan harga yang murah di toko ramai peterongan. Buku dengan binding ring warna hijau soft bergambar bunga matahari. Tak lama buku itu menemaniku.


Selanjutnya, kugunakan buku agenda atau buku tulis seadanya. Saat bekerja dan mendapat inventaris laptop dari kantor, seringkali menitipkan curhat di sana dengan sesekali ngeprint dan tetap menulis di buku.


Setelah menikah, tetap punya diary dari buku agenda. Namun intensitasnya sangat jarang karena lebih banyak menggunakan gadget dan terkuras dengan rutinitas bersama baby Hasna.


Saat keinginan untuk menulis buku harian muncul lagi, tiba-tiba seorang sepupu, Mba Yeni  menghadiahiku dua buah buku hasil kreasinya sendiri. Satu buku memang produk gagal saat percobaan dan pernah iseng kuminta, satu lagi produk layak pakai dan layak jual. Alhamdulillah... Mendapat hadiah tak terduga, tapi juga tersentil karena sudah lama tidak menulis diary. 


Semoga diary nya bermanfaat dan menjadi kenangan untuk anak-cucuku kelak. Aamiin..
Trims ya mba Yeni... Bukunya oke.. Kapan-kapan insyaAllah pesen deh. Asyik banget klo bisa pesen diary nya sesuai tema yang diinginkan, ukuran dan tebalnya juga semau kita. Hurray!!


Penampakan buku hadiah dari mba Yeni. Cantik kan?!


Jumat, 03 April 2015

Menikmati Gurihnya Lumpia Delight

Kurang afdhol rasanya jika ke Semarang belum menikmati keindahan Lawang Sewu, ramainya Simpang Lima dan gurihnya Lumpia. Ya, kuliner khas peranakan itu menjadi salah satu ikon kota Semarang. Pusat lumpia Semarang ada di Jalan Mataram, dengan sejarahnya yang romantis. Camilan dengan isian sayur rebung itu pun digemari banyak orang, baik lumpia 'asli' yang harga per satuannya mencapai belasan ribu maupun lumpia 'aspal' seharga Rp. 2000.

Saat ini, inovasi lumpia semakin banyak dengan konsep kafe seperti lumpia expres dan lumpia delight yang berada di Jl. Gajah Mada.
Suasana kafe membuat pengunjung sangat nyaman nongkrong di sini sembari menikmati lumpia dan makanan/minuman lainnya. Tersedia beberapa macam lumpia mulai dari original dengan isian sayur rebung seharga Rp. 7000, lumpia isi rebung dengan tambahan telur dan sedikit potongan daging ayam seharga Rp. 12.000 dan dengan isian kepiting/udang dengan harga lebih mahal.



Rasa lumpianya gurih nyuss! Apalagi dinikmati selagi hangat. Rasa gurihnya menjadi lebih segar dengan tambahan saus lumpia yang manis dan cabai rawit yang pedas, acar timun, serta daun bawang.

Rebung yang dimasak dengan bumbu khas perpaduan kuliner tionghoa dengan Jawa yang terasa manis gurih dengan campuran ebi akan mwnghilangkan aroma rebung yang biasanya (maaf) agak pesing. Jadi, bagi yang tidak suka aroma rebung bisa mencoba lumpia delight. Tak lupa, bisa juga pesan untuk dibawa pulang baik yang masih mentah maupun yang sudah digoreng. Yang paling penting, di sana sudah tersertifikasi halal MUI.
Tertarik menikmati?! Yuk mari.. lumpia Semarang memang maknyuusss!!

Kamis, 02 April 2015

Buat Apa Nulis Diary?


Dear diary,
Hari ini hari bahagia banget buat aku. Pagi tadi waktu jalan ke kampus tiba-tiba bla bla bla..



Pernahkah menulis seperti itu  dalam sebuah buku special bersampul lucu, bergembok dan ada wadah kotaknya?! Ya, buku diary ala remaja tahun 90an sampai 2000 awal. Mungkin anda juga pernah merasakan kesalnya mendapati buku harian yang memuat semua rahasia anda dan apapun yang anda rasakan tiba-tiba telah dibuka oleh orang terdekat anda baik orang tua maupun adik/kakak anda? Atau bahkan diintip oleh trman anda yang kepo saat anda membawanya ke sekolah?.

Hm.. Hampir semua orang yang menulis diary mempunyai kisah yang sama mengesalkannya tapi mereka tetap menulis di sana.


Ada beberapa alasan orang menulis diary


Iseng

Ada orang yang tidak bisa diam dan harus melakukan sesuatu di manapun. Orang seperti ini bisa memilih menulis diary karena dia bisa beraktivitas saat menunggu di halte, duduk di taman, atau saat  menunggu pesanan di warung makan. Nah, bagi orang tipe seperti ini, corat-coret di kertas adalah hal yang tepat daripada corat-coret bangku/pencat-pencet tuts HP/memainkan balpen dll



Hobi

Bagi orang yang hobi nulis diary, sehari tanpa menulis seperti punya beban besar dan hutang berat. Mereka yang menjadikannya hobi pun akan selalu setia menulis buku harian meskipun saat mati lampu (Jangan ditiru karena bisa membahayakan mata). Mereka cenderung konsisten menulis catatan harian karena sudah  mendarah daging.



Belajar nulis

Tidak percaya kalau nulis diary=belajar nulis?! Buktikan saja sendiri. Tips menulis adalah: menulis, menulis, menulis dan membaca. Jadi kalau mau belajar nulis nulislah diary setiap hari. Apapun yang ada di otak, di hati, yang di dengar, yanh dirasakan bisa dituliskan disana. Bisa juga menjadi semacam kisah perjalanan bagiyang hobi travelling. See?! Banyak penulis terkenal yang memulai debutnya dari buku harian. Sebutlah Andrea Hirata, Trinitry, dll.



Curhat dan Obat Stress

Hampir setiap orang khususnya perempuan sangat menyukai aktivitas satu ini. Tapi perlu diingat, jangan sampai curhat sama orang yang tidak tepat seperti suami/istri orang yang bisa-bisa jadi bumerang dan menjadi celah perselingkuhan (ih ngeri), atau curhat sama orang yang tidak dikenal dan baru ketemu di jalan (bisa bikinkeki yang dicurhatin).


Curhat memang bisa membuat hati lega dan ringan meskipun masalah jelas tidak selesai hanya dengan curhat. Tapi yang perlu diingat, tidak semua orang iklhas dengar curhatan kita. Solusinya, curhat lah pada buku karena dia tak akan protes apapun yang kita tulis.

Ingat dengan buku fenomenal Ainun-Habibie yang difilm kan itu? Nah, buku itu sebenarnya adalah salah satu terapi dari dokter untuk pak Habibie yang waktu itu depresi karena ditinggalkan Ibu Ainun. How amazing! Dari curhat bisa menjadi buku best seller bahkan di filmkan.



Sudah punya buku diary? Ayo dilanjutkan nulisnya. Buat yang belum punya, buku-buku dengan tema tertentu dan handmade bisa jadi alternatif lho, karena dibuat eksklusif sesuai yang diinginkan.


Mari menulis!