Sabtu, 03 Januari 2015

CINTA SEJATI ITU ADA

Tahun 2014 diakhiri dengan ramainya jagad perfilman indonesia dengan launchingnya film ASSALAMU'ALAIKUM BEIJING' yang diadopsi dari novel dengan judul yang sama oleh Asma Nadia. Hadirnya film ini memberikan warna baru bagi dunia perfilman setelah dulu muncul Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, 99 Cahaya di Langit Eropa, dll. Film ini mampu menutup 2014 dengan sesuatu yang mengesankan (diluar berbagai bencana yang melanda negeri ini).

Premier "Assalamu'alaikum Beijing" dilaksanakan tanggal 26 Desember, sedangkan nonton bareng Asma nadia dan para pemain pada tanggal 30 Desember. Setelah itu mulai booming di media sosial terkait film ini.

Saya pun penasaran, meskipun tak ingin kecewa seperti nonton film sejenis sebelumnya_fillm yang diadopsi dari novel islami best seller tapi setelah jadi film malah mengecewakan_. Mumpung ada liburan, maka saya mengajak (baca: merayu) suami untuk nonton bareng. Awalnya suami keberatan karena kami masih punya baby 10m, Hasna. Meskipun Hasna biasanya anteng dibawa kemana-mana, ayahnya tetap sangsi. Well, setelah berdiskusi panjang akhirnya setuju juga nonton film itu. 31 Desember, sore hari ia menelpon: Bund, ada temen yang ngajakin nonton double date, mau ga?! Tentu saja langsung dijawab MAU...!! Meskipun jam tayang terakhir.
Tapi, kecewanya tuh di sini, saat ia pulang dan langsung berseru: "Bund, tiketnya habiis. Batal nonton kita". Hiks.hiks

Gara-gara tiket habis inilah jadi makin pengen nonton. Kaya apa sih filmnya, sampe banyak yang pengen nonton gtu?!. Jadilah 1 Januari 2015 jalan-jalan ke mall berspekulasi kalau dapat tiket artinya jadi nonton, kalau tidak ya makan saja di luar.
Alhamdulillah, ternyata tiket jam 18.30 masih ada. Ada waktu 2,5jam akhirnya cuma muter-muter mall aja window shopping. Hihi.

18.30 wib film dimulai. Subhanallah... Bagus lah ini film. Memang recommended buat tontonan anak muda khususnya karena filmnya sarat makna tapi dikemas dengan asyik, tidak terkesan menggurui dan bawa-bawa ayat Alqur'an meskipun yang disampaikan adalah isi Alquran juga. Tau kan film Indonesia kebanyakan bernada islami tapi ceritanya tidak islami_ceritanya persis seperti film umumnya hanya saja pemainnya berjilbab-berkoko dan sering mengucap Assalamu'alaikum, dengan isi cerita yang menurut saya tidak bisa disebut islami, malah menyesatkan alias bisa membuat goyah keimanan penontonnya.

Film ini mengingatkan kita bahwa selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian.
Prolog film ini adalah percakapan dua orang dengan setting tempat yang sudah didekor untuk perkawinan. Ada janur kuning, pelaminan, bunga-bunga  dan pajangan lain. Ternyata, dua orang itu adalah Dewa dan Asmara yang akan menikah tetapi harus dibatalkan karena Dewa akan menikahi wanita lain, Anita yang telah hamil. Hff... Bagi seorang wanita, gagal menikah di saat undangan telah disebar dan pelaminan telah digelar adalah kekecewaan yabg teramat berat. Ya, ini mengingatkan bahwa jika belum menjadi rejeki seseorang, bahkan menikah pun bisa batal di saat-saat terakhir, terlebih urusan yang lain.

Selanjutnya, beranjak ke masa sebulan kemudian saat Asmara menginjakkan kaki di Beijing, karena bekerja menjadi kontributor majalah Indonesia di sana, meninggalkan kenangan dan luka di Indonesia.
Mulai dari sini penonton disuguhkan pemandangan alam di Beijing dan tempat wisata menarik lainnya mulai dari The Great Wall, kuil bumi-langit, masjid tertua yang dibangun tahun 996M, sampai patung A-Shi-Ma yang juga menjadi inti dari cerita. Dikisahkan tentang legenda putri Ashima yang cantik parasnya dan rendah hati serta sangat cantik pula hatinya bersama tambatan hatinya Ahe (ga tahu nulisnya yang bener gimana). Mereka tidak jadi bersama, tapi cinta Ahe terhadap Ashima tetap ada begitu pula Ashima. Ahe merasakan cinta Ashima lewat gaung-gaung yang terdengar di sekeliling patung itu.

Penonton seperti diajak langsung tamasya ke China, ikut berjalan di jalan-jalan sana dan menikmati keindahannya. Cerita makin menarik dengan onrolan-obrolan ringan antara Asmara (Revalina S. Temat) dengan Zhong Wen (Morgan Oey) tour guide yang menamani Asma selama di Beijing. Zhong Wen seorang atheis dan Asma seorang muslimah berjilbab. Keduanya pun saling menyimpan rasa, hingga di tengah-tengah tugasnya Asma harus kembali ke Indonesia karena menderita penyakit aneh, darahnya menggumpal yang menyebabkan ia stroke, bisa mengancam kebutaan matanya, juga bisu. Kehilangan Asma, Zhong Wen mempelajari islam lewat imam di masjid. Dan akhirnya... Silakan nonton filmnya atau baca novelnya.. Tersedia di toko buku. Hihihi.

Film yang romantis, cocok ditonton oleh suami istri, yang belum menikah, bahkan oleh remaja karena tidak ada adegan-adegan 'berbahaya' atau yang mengundang bahaya.
Isi dan pesan dalam film ini serius, tapi sepanjang film diputar hampir selalu ada tawa melihat adegan, obrolan dan polah lucu terutama dari pasangan suami istri sahabat Asma, Sekar ( Laudya Chintya Bella) dan Ridwan (Desta). Top deh! Two thumbs up! Soundtrack nya juga romatis... Halah! Dari tadi ngomong romantis melulu.. Karena ini nonton pertama bareng suami sih.. Ups. Iya, dulu baru nikah pengen nonton tapi merasa nggak ada yang cocok buat ditonton. Ya sudahlah... nonton sambil bawa bayi, kenapa enggak?!
Buat jomlower yang lagi nyari suami/istri, ada quote bagus juga... yang diucapin sama Desta. Eh, mas Ridwan maksdunya: Apa kubilang, yang penting iman, romantis itu belakangan. Juga kalimat yang diucapkan Asma: Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu belaka. Cuit.cuit..!! 
Tapi kalo yang memang sudah siap nikah, kudu disegerakan... namanya ibadan dan kebaikan itu harus segera tapi tidak tergesa-gesa. Setuju?! 

Oia, qoute yang nampol benget di ati nih.. Tak perlu fisik yang sempurna untuk memiliki kisah cinta yang sempurna. Cinta sejati itu ada. 
Aamiin... Semoga kau lah cinta sejatiku, dan aku cinta sejatimu, My luvly hubby honey bunny sweety... Hihi. Dan kita melangkah bersama, bergandeng tangan menuju JannahNya. Sakinah bersamamu, luph u pull :P 

Ayah, Bunda, Hasna

4 komentar:

  1. Ternyata dramatis banget yaaa ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dramatis legendanya, sama prolognya aja ko mba Fenny, kalo kisah filmnya happy ending :D

      Hapus
  2. ahh penasaraaan....mau nonton ah..nuhun infonya maak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba Dedew, gimana sudah jadi nonton? hehe *maaptelatbuka

      Hapus

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,