Selasa, 20 Januari 2015

Istri Pencemburu

Cemburu adalah tanda cinta. Sepertinya, pepatah itu benar adanya, terlebih cemburu yang menempel pada hati pasangan suami-iatri. Bayangkan apa jadinya jika tidak ada rasa cemburu dalam hati manusia? Maka manusia tak ubahnya binatang yang dengan leluasa tanpa merasa berdosa gonta-ganti pasangan. Seperti halnya cinta, cemburu juga anugerah dari Allah dan fitrah yang melekat pada manusia.

Sebelum menikah dulu, utamanya saat berkumpul dengan rekan kerja dari luar kota, istri pencemburu seringkali menjadi topik menarik untuk dibicarakan, bahkan (astaghfirullah) pernah berujung pada ghibah, ngomongin para istri bapak-bapak atasan atau rekan kerja yang pencemburu bahkan sampai meneror rekan kerja suaminya yang perempuan jika mereka bersama dalam sebuah kegiatan.

Namun waktu itu pun kami terfikir bahwa mungkin saja yang dirasakan oleh pasangan suami istri beda dengan perasaan para jomlo dalam memandang kecemburuan ini. Maklum lah, kami semua belum menikah waktu itu dan belum tahu rasanya mencemburui suami yang bekerja di luar.

Cemburu dengan laptop, gadget, game online, TV, dan benda mati lainnya hanyalah sedikit dari porsi cemburunya seorang istri terhadap perempuan lain di luar sana. Ayo ngaku.. Siapa yang nggak pernah cemburu sama suaminya?. Yang ngga pernah merasa khawatir jika suaminya bergaul dengan berbagai macam karakter orang terutama perempuan?.

Memang, Allah memberikan ujian bagi manusia adalah pada titik kelemahannya. Sebagian diuji dengan harta, wanita, sebagian yang lain diuji dengan waktu yang sia-sia.

Cemburu, jika tak dimanage dengan baik salah-salah bisa menjadi boomerang, bisa menghancurkan keharmonisan rumah tangga. Cemburu penting, tapi bukan cemburu buta. Cemburu seperlunya malah akan meningkatkan gairah hidup karena ada letupan-letupan kecil dalam perjalanannya, tidah lempeng lurus saja.

Maka istri pencemburu itu wajar. Itu hanyalah ekspresi dari rasa sayang dan cintanya kepada suami. Jika istri terlihat ribet dan ingin tahu dimana posisi suaminya, pulang jam berapa, dll adalah ungkapan rasa keibuan yang melekat pada dirinya. Hanya untuk memastikan orang terkasihnya baik-baik saja.

Namun jika tanpa sebab yang jelas kemudian menanyakan kepada rekan kerjanya perihal suaminya, tentu berlebihan. Laki-laki pada dasarnya tidak suka di judge (wanita juga tidak suka ya?), maka berilah kepercayaan padanya, sepebuhnya sembari berdoa agar Allah senantiasa menjaga hatinya dan istrinya agar selalu terpaut tak tergoda orang lain.

Terkadang suami malah lebih cemburuan dibanding istri, hanya ia tak mengekpsresikan sebagaimana perempuan lugas mengutarakan perasaannya.

Cemburu, kenapa tidak?! Itu bumbu cinta yang akan membuatnya makin gurih. Hihi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,