Minggu, 22 Februari 2015

Reward-reward Kecil

Ahad, 22 Februari 2015

Alhamdulillah… harus banyak-banyak bersyukur atas limpahan karunia dari Allah, sekecil apapun. Rejeki tak selalu harus berupa gaji puluhan/ratusan juta, rumah dan mobil mewah, dan segala kebendaan lainnya. Tidak ada yang melarang manusia untuk mengejar harta dunia, karena dengan materi pula seseorang bisa berbuat lebih banyak untuk orang lain.  

Namun, jika harta belum di tangan, bukan menjadi alasan bagi setiap orang untuk tidak bersyukur. Bersyukur  atas waktu yang produktif dan bermanfaat, bersykur atas nikmat berkumpul bersama keluarga, atas kesehatan, atas keharmonisan rumah tangga, atas kemudahan, atas kelancaran atas segala hal bahkan mungkin yang terkecil bersyukur masih bisa (maaf) kentut. Kenapa kentut? Rasanya tidak bisa kentut itu menyakitkan di perut, begah dan membuat tidak nyaman. Terlebih bagi seseorang yang baru menjalani operasi organ dalam kentut menjadi indikasi bahwa system dalam tubuhnya (terutama sistem pencernaan) telah normal. Alhamdulillah syukron ‘ala kulli haal. Bersyukur atas segala sesuatu.

Ya, sebagaimana seorang penulis pemula yang berharap mendapatkan reward besar, maka saat mendapat reward kecil pun harus benar-benar disyukuri. Siapa sangka jika reward kecil itu adalah pijakan-pijakan kecil bagi langkahnya untuk mendapatkan yang besar?! Semua telah diatur oleh sang Maha pembuat skenario. Manusia hanya menjalankan perannya masing-masing dengan sungguh-sungguh dan mengikuti game role nya.

Alhamdulillah, aku pun harus banyak bersyukur. Terutama beberapa hari ini saat mendapat kabar namaku menjadi salah satu nama yang tertera di pengumunan reward pembaca setiaAfifah Afra (18 Februari 2015) dan satu lagi Give Away tutoruial craft dariSusinda Craft. Alhamdulillah wa syukrulillah… Trimakasih Mba Afra dan Mba Susindra. Meskipun hadiahnya belum sampai di tangan, tapi rasa senangnya sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Semoga mimpiku untuk punya perpustakaan pribadi  dan mimpi punya usaha crafting yang sukses dan besar bisa terwujud, aamiin… Yaa Rabb. Semua tak lepas dari campur tangan yang maha kuasa, sekaligus dukungan dari suami tercinta dan adik-adik. Aruni dan Nilna.. I love U Full

Sabtu, 14 Februari 2015

I’m Muslim. I Said No Valentine Day

14 Februari, identik dengan sebuah perayaan anak muda yang berjudul ‘Valentine Day’ (VD) . Umumnya saat  VD kaum muda saling berbagi coklat, bunga, dan boneka kepada ‘orang terkasihnya’. Kenapa harus tanggal 14 Februari? Bukankah hari kasih saying itu setiap hari setiap saat?!. Yup! Memang VD yang ramai di bicarakan dan menjadi hari yang dinati-nanti di dunia ini hanyalah akal-akalan dan marketisasi dari budaya dan perayaan untuk mengenang hari meninggalnya Santo Valentinus. 

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya tidak hanya sekedar ikut-ikutan dengan budaya dan kebiasaan yang ada di masyarakat. Terlebih saat ini VD identik dengan kencan bersama pasangan (non halal). Tidak masalah kencan dengan pasangan asal sudah halal, bahkan bisa menjadi lading ibadah. Tapi bagi yang belum menikah, setan adalah temannya. Sekarang pun marak di mana-mana terjual bebas paket coklat bersama k*****dan b*r. Astaghfirullah, na’udzubillahi min dzalik. Semoga Allah menjaga kita dan anak cucu kita semua dari pengaruh setan.

Seperti yang dilansir oleh ROL, kaum muda sekarang semakin mudah mengumbar nafsu dan mengorbankan kesuciannya demi apa yang mereka sebut ‘cinta’ atau ‘suka sama suka’. Padahal seringkali yang menjadi korban adalah kaum perempuan yang menanggung malu dan aib berkepanjangan karena perempuan lah yang hamil dan melahirkan. Sedangkan laki-laki?! Bisa saja ia melarikan diri dari tanggung jawabnya terhada perbuatan yang telah ia perbuat.

Sekali lagi, bagi umat islam sebaiknya tidak ikut-ikutan merayakan VD. Jadikan setiap hari adalah hari kasih saying. Kasih saying terhadap keluarga, suami/istri, orang tua, anak, tetangga, sahabat, binatang, lingkungan, dll. 


#SayNoToValentineDay

#GEMAR

#GerakanMenutupAurat

Kamis, 12 Februari 2015

Jadi Penjual Bijak

Setelah sebelumnya membahas model pembeli yang tidak disukai penjual, sekarang tentang model penjual yang tidak disukai konsumen. Check this out! 


Penjual sengak

Aduh, maaf untuk menggunakan kata-kata ini. Hampir sama dengan di dunia nyata, penjual yang tidak ramah tentu tidak disukai orang. pepatah 'Pembeli adalah Raja' agaknya perlu dilihat kondisinya. Antara penjual dan pembeli adalah setara, sama-sama raja yang saling membutuhkan. Sehingga tidak ada satu pihak yang merasa lebih unggul dibanding lainnya. sama-sama raja artinya saling menghormati dan saling melayani. penjual dengan layanan dan info yang benar dan jujur, pembeli dengan kesabarannya menghadapi penjual yang (mungkin) tidak sesuai dengan keinginannya atau karena lambatnya respon dari penjual.



Penjual yang menjual barang tidak sesuai dengan gambar yang ditawarkan

Hal ini sering terjadi karena banyak supplier yang menyediakan katalog dengan gambar-gambar yang bagus tetapi ternyata hanya replika (kw), bukan gambar aslinya. Terkadang hanya mirip tetapi tidak disampaikan jika 'hanya' mirip. Bisa jadi kancingnya beda, cutting beda dengan gambar,dan bahannya pun telah disesuaikan dengan harga. Maka, jangan terkecoh dengan harga murah.

Penting juga bagi penjual dan pembeli online untuk memahami jenis-jenis bahan pakaian yang sering digunakan oleh penjual seperti jersey, spandek, katun, katun kombed, katun jepang, sifon, wolvis, dll.


Penjual pelit

Sebenarnya kata pelit ini juga tergantung kondisi penjualnya. Jika penjual mendapatkan laba 5-15ribu lalu tidak memberikan potongan kepada customer dan dikatakan pelit, kasihan sekali. Memang sih, pembeli umumnya tidak tahu berapa laba untuk penjualnya. Kecuali distributor besar yang bisa mendapat laba sampai 40% dan tidak mau memberikan diskon untuk konsumen, nah inilah penjual pelit. Pembeli paling suka dengan harga murah, ada bonus, subsidi ongkir atau bahkan free ongkir. Tapi hati-hati, yang memberikan seperti itu terkadang (catat: terkadang) adalah tuti alias tukang tipu. Lain masalahnya jika penjual merasa sudah mendapatkan untung yang cukup sehingga memberikan layanan free ongkir atau subsidi ongkir. Ada juga penjual yang ramah, harganya standar (bukan murah tapi sesuai dengan spec-nya), sering ngasih diskon kalau  belanja banyak, kadang juga free ongkir atau subsidi ongkir.pintar-pintarlah memilih OS bagi para pembeli. 

Jadi penjual dan pembeli yang cerdas, yuk :) 

Semoga Bermanfaat

Selasa, 10 Februari 2015

Si cerdas Hasna

Senin, 9 Februari 2015
Sedang asyik bercengkerama dengan baby Hasna saat tiba-tiba ia merengek kehausan. Karena belum lama minum ASI, kusiapkan minum air putih di gelasnya.
Ternyata kucari tak ketemu gelas kesayangan Hasna itu. Oia, tadi dibuat mainan sama dia, batinku. Iseng kutanya Hasna.
Hasna, gelase Hasna pundi? (Gelas Hasna mana?)
Tiba-tiba tangannya menunjuk ke arah tumpukan mainannya yang berserakan di depan TV. Kulihat tutup gelas disana, sedangkan gelasnya masih belum kutemukan.
pundi? (Mana?) Tanyaku lagi.
Heh! Dan jawaban yang sama sambil menunjuk tempat yang sama sampai tiga kali.
akhirnya kubujuk ia untuk mengambil gelasnya sendiri. Lalu ia merangkak menuju mainannya, mengambil tutup gelas dan menyerahkan padaku. Waaaa!!! So sweet!! Makin cerdas Hasna. Ternyata memang bayi itu makhluk paling cerdas. Good job, dear!
Setelah itu baru kutemukan gelasnya saat duduk di lantai dan gelas itu tergeletak di atas meja kecil.
#LoveHasna

Senin, 09 Februari 2015

Punya Bisnis Crafting

Ini salah satu hal yang menjadi impianku bersama dua orang adikku (Aruni dan Nilna). Lahir dari keluarga petani sederhana dan hidup di tengah keterbatasan membuat kami harus memutar otak untuk bisa mendapatkan sesuatu. Banyak barang kecil yang harus kami buat sendiri dari bahan seadanya. Lama kelamaan kami menikmati proses berkreasi itu.

Membuat hiasan dinding kreasi paper quilling, buket bunga dari kain perca, kartu ulang tahun, kadang juga hadiah ulang tahun untuk teman buat sendiri. Rasanya puas sekali saat orang yang kita beri hadiah menyukai hasil kreasi kita.

Lama kelamaan ingin bisa menghasilkan uang dari crafting. Mulailah kami berkreasi dengan mute dan batu-batuan imitasi untuk dibuat gantungan kunci, bros, dan tas. Kami menjualnya kepada teman dekat saja, belum bisa merambah banyak karena keterbatasan modal. Usaha sangat kecil ini akhirnya mati suri saat kami bertiga sibuk dengan kerja dan kuliah masing-masing.

Awal 2013, menjelang pernikahanku terfikir untuk membuat souvenir sendiri, sekaligus training kami bertiga jika selanjutnya mendapatkan order pembuatan souvenir partai besar. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Souvenir yang kami buat berupa gantungan dari flanel dan bros bunga kansazhi dari kain satin. Tapi, kemampuan kreasi kami pun masih terbatas. Akses internet di kampung kamidi Wonosobo sangat terbatas untuk download tutorial dari internet berupa video. Jadilah hanya melihat gambar-gambar saja, cara-caranya kami kira-kira sendiri.

Ada impian kami bertiga yang belum tercapai, : kembali MEMBUKA BISNIS CRAFTING. dan impian ini in syaa Allaah akan dimulai bulan Maret 2015 setelah wisuda adik. Konsepnya memang belum matang digodok, tapi kami sudah memulai menawarkan craft kami berupa kreasi paper quilling (bros, buket bunga kertas, hiasan dinding, pigura, dll); aneka bros kansazhi sederhana, dan aneka bros kain perca. Kami berharap bisa mendapatkan GA tutorial dari Susindra Craft agar bisa menjadi refferensi bagi kami. Ada rencana untuk membeli buku-buku tutorial tapi melihat harganya, jadi mundur duluan. Lebih baik untuk modal bahan dengan kreasi sederhana dulu. Hehehehe. Semoga rencana kami berjalan lancar dan menjadi bisnis keluarga yang berkah dan bermanfaat. Aamiin...


#ditulis untuk ikut GA Susindra craft


Hati-hati Jadi Customer Online Shop

Pernah bertransaksi online? atau malah langganan online shop (OS) atau punya online shop? cek yuk beberapa tipe pembeli yang tidak disukai penjual dan tips berbelanja online.

Pembeli yang 'dibenci'

Nawar harga gila-gilaan

Hello sist... Ini online shop, bukan pasar tradisional yang penjualnya bisa seenaknya nawarin harga dua kali lipatnya atau bahkan lebih. Di online shop, terlebih bagi pengecer/dropshipper terkadang keuntungan hanya Rp.5000/pc item yang dijual, umumnya berkisar Rp.10.000-15.000 sangat jarang yang memberikan margin sampai Rp.20.000, bebapa ada potongan sampai Rp.20.000 karena harga jual per itemnya di atas Rp.250.000. 

Jadi, kalau menawar dengan harga yang tidak wajar atau sangat jauh dari harga yang ditawarkan tentu bisa membuat kesal atau sakit hati penjual. Meskipun umumnya penjual sudah menyiapkan hati dan dada selapangnya jika menerima customer semodel begini. Kalau hanya sekali tak apalah, tapi jika berkali-kali bisa-bisa diblacklist oleh penjualnya. Pengecer/dropshipper juga butuh modal lho, paling tidak ada Smartphone/laptop untuk menawarkan barang dagangan via online, juga butuh akses internet dan lebih utamanya waktu. 
 
Banyak tanya, seolah-olah mau beli bahkan sudah minta No Rekening

Nah, ini yang kadang bikin kesal penjual.. Tanya berderet-deret sampai menghabiskan berpuluh sms dan sudah minta no rekening tapi ujungnya tidak beli. Wajar sih, tapi alangkah lebih enaknya jika hanya mau tanya-tanya dulu diawali dengan kalimat 'tanya-tanya dulu sist', 'saya butuh info dulu, belum pasti mau beli', dst.agar penjual tidak merasa di PHPin.
Lain halnya jika antara buyer-seller sudah kenal, meskipun tak ada awalanbiasanya akan lebih santai dan bersemangat menaggapi pertanyaan. 

Hit and Run

Ini setali tiga uang dengan model sebelumnya. Bedanya, model ini sudah memesan barang tetapi tidak segera transfer harga dan ongkir tanpa pemberitahuan apapun ke pengecer, parahnya jika saat dihubungi ternyata sudah lost contact antara penjual dan 'calon' pembeli itu. Hal ini selain membuat kesal penjual, juga sangat merugikannya. Karena pengecer pasti sudah memesan barangnya kepada grosir atau supplier jika dibatalkan maka nama pengecer ini menjadi jelek di mata supplier. Atau bisa terjadi jika supplier tidak memberikan tenggat waktu transfer, pengecer mengalah dengan memodali dulu barang yang akan dia order. Jika ternyata customer menghilang, maka pengecer terpaksa harus membeli barang tersebut.

Kasihan kan?! Sudah repot menawatkan barang, malah musti keluar uang buat ganti barang yang tidak mungkin dicancel. Maka banyak pwnjual yang mwnerapkan sistem NO CANCEL. CANCEL=BLACK LIST.

Membandingkan harga

Tanya harga dan membandingkan harga dari satu OS ke OS yang lain sangatlah wajar. Namun sangat tidak etis jika saat sedang bertanya kepada salah satu OS tiba-tiba mengatakan jika OS yang lain harganya lebih murah. Sebaiknya, jika tidak cocok dengan harga, bisa nego. Jika tidak bisa nego dan tetap tidak cocok, tinggalkan saja tanpa perlu membandingkan apalagi menjelekkan OS.

Nah, buat yang mau shopping online, ada beberapa hal yang musti diperhatikan


Saling percaya

Seperti yang sudah dibahas disini, baik penjual maupun pembeli harus saling percaya. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Meskipun begitu, perasaan waswas jika barang tidak sampai pun wajar saja.


Cari OS recommended

OS recommwnded bisa jadi lewat teman yang pernah berbelanja di tempat yang sama, atau bisa melihat tanggapan konsumen yang pernah belanja di sana. Sekali-kali kepo-in penjual perlu juga buat mengetahui track recordnya.


Siap kecewa 


Terkadang persepsi satu orang dengan orang lain berbeda. Bagus bagi satu orang belum tentu bagus bagi yang lain. Begitu pula terhadap barang-barang yang di 'display' di OS; bisa jadi banyak testimoni positif tetapi kurang pas saat kita membelinya.


Pengalaman ini pernah saya alami, saat memesan beberapa gamis dari teman. Sebelumnya saya pernah nyampel gamis bahan jersey yang tebal, sangat halus dan tidak menerawang. Harganya mahal, cocok dengan kualitas bahan dan jahitannya. 

Lalu ada sesorang teman yang menawarkan gamisnya dengan harga setengahnya maka saya pun penasaran dan ingin membeli untuk dipakai sendiri sekaligus nyampel jika nanti cocok bisa jualan juga. Dia sampaikan gamisnya adalah gamis bahan jersey super, tebal dan tidak menerawang. Maka saya membayangkan bahannya tentu tidak jauh beda kualitasnya dengan gamis mahal sebelumnya (meski dalam hati ragu-ragu). karena berat di ongkir, jadilah ambil 3pcs, 1 untuk dipakai sensiri, dua lainnya untuk dijual. Ternyata, setelah barang sampai sungguh di luar perkiraan dan bayangan. Ukurannya tidak sesuai dengan yang dikatakan, bahannya pun kasar, panas dan menerawang. Hff.. Menyesal dan kecewa, tapi dalam posisi pembeli yang juga penjual saya tak ingin merepotkan teman saya itu dengan barang returan dariku. Cukup kusampaikan komplain lewat bbm.

Semoga bermanfaat, selamat berselancar mencari OS dan belanja sepuasnya (eh, sesuai kebutuhan maksudnya)