Kamis, 12 Februari 2015

Jadi Penjual Bijak

Setelah sebelumnya membahas model pembeli yang tidak disukai penjual, sekarang tentang model penjual yang tidak disukai konsumen. Check this out! 


Penjual sengak

Aduh, maaf untuk menggunakan kata-kata ini. Hampir sama dengan di dunia nyata, penjual yang tidak ramah tentu tidak disukai orang. pepatah 'Pembeli adalah Raja' agaknya perlu dilihat kondisinya. Antara penjual dan pembeli adalah setara, sama-sama raja yang saling membutuhkan. Sehingga tidak ada satu pihak yang merasa lebih unggul dibanding lainnya. sama-sama raja artinya saling menghormati dan saling melayani. penjual dengan layanan dan info yang benar dan jujur, pembeli dengan kesabarannya menghadapi penjual yang (mungkin) tidak sesuai dengan keinginannya atau karena lambatnya respon dari penjual.



Penjual yang menjual barang tidak sesuai dengan gambar yang ditawarkan

Hal ini sering terjadi karena banyak supplier yang menyediakan katalog dengan gambar-gambar yang bagus tetapi ternyata hanya replika (kw), bukan gambar aslinya. Terkadang hanya mirip tetapi tidak disampaikan jika 'hanya' mirip. Bisa jadi kancingnya beda, cutting beda dengan gambar,dan bahannya pun telah disesuaikan dengan harga. Maka, jangan terkecoh dengan harga murah.

Penting juga bagi penjual dan pembeli online untuk memahami jenis-jenis bahan pakaian yang sering digunakan oleh penjual seperti jersey, spandek, katun, katun kombed, katun jepang, sifon, wolvis, dll.


Penjual pelit

Sebenarnya kata pelit ini juga tergantung kondisi penjualnya. Jika penjual mendapatkan laba 5-15ribu lalu tidak memberikan potongan kepada customer dan dikatakan pelit, kasihan sekali. Memang sih, pembeli umumnya tidak tahu berapa laba untuk penjualnya. Kecuali distributor besar yang bisa mendapat laba sampai 40% dan tidak mau memberikan diskon untuk konsumen, nah inilah penjual pelit. Pembeli paling suka dengan harga murah, ada bonus, subsidi ongkir atau bahkan free ongkir. Tapi hati-hati, yang memberikan seperti itu terkadang (catat: terkadang) adalah tuti alias tukang tipu. Lain masalahnya jika penjual merasa sudah mendapatkan untung yang cukup sehingga memberikan layanan free ongkir atau subsidi ongkir. Ada juga penjual yang ramah, harganya standar (bukan murah tapi sesuai dengan spec-nya), sering ngasih diskon kalau  belanja banyak, kadang juga free ongkir atau subsidi ongkir.pintar-pintarlah memilih OS bagi para pembeli. 

Jadi penjual dan pembeli yang cerdas, yuk :) 

Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,