Sabtu, 25 April 2015

Status Facebook

_Jika ada seorang istri yang mendapatkan suami seorang yang perhatian padanya, mau membantu pekerjaan rumah tangganya, mertuanya baik hati, tentu sangat menyenangkan.. Tapi bagi yang tidak, barangkali Allah punya cara yang lebih baik karena Allah maha adil.
Dan.. Seorang istri bisa mengurus suami sekaligus anaknya saat sakit, tapi seorang suami belum tentu bisa mengurus istri/anaknya yang sakit__


Pernah menemukan status bernada serupa di facebook, twitter atau medsos lainnya?!

Selasa, 07 April 2015

In memoriom Ust. Rahmat Abdullah Allahu Yarham 'Alaih

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."
(K.H. Rahmat Abdullah)

“Sekali lagi… Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan.. keputusasaan! Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian.. Siapa diantara kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya… Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan… Bukan menghindar dari peperangan."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Jadilah kalian orang-orang yang:
Paling kokoh sikapnya
Paling lapang dadanya
Paling dalam pemikirannya
Paling luas cara pandangnya
Paling rajin amal-amalnya
Paling solid penataan organisasinya
Paling banyak manfaatnya."
(Syaikhut Tarbiyah, K.H. Rahmat Abdullah)

“Merendahlah, engkaukan seperti bintang gemintang, berkilau dipandang orang di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi. Janganlah seperti asap yang mengangkat diri tinggi di langit padahal dirinya rendah hina."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Lupakanlah kebaikan-kebaikan yang pernah kamu lakukan kepada orang lain, tapi jangan sekali-kali kamu melupakan kebaikan-kebaikan yang pernah orang lain lakukan terhadapmu. Lupakanlah keburukan-keburukan yang pernah orang lain lakukan terhadapmu, tapi jangan sekali-kali kamu melupakan keburukan-keburukan yang pernah kamu lakukan terhadap orang lain."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari."
(K.H. Rahmat Abdullah)

"Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan. Bahkan para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak… Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari akhirnya menjadi adaptasi, dan rasa lelah itu sendiri akhirnya lelah untuk mencekik iman. Begitupula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka."
(K.H. Rahmat Abdullah).

Senin, 06 April 2015

Buku Harian, Hadiah Kecil Tak Lekang Zaman

Di zaman serba canggih dan modern ini, adakah yang masih menggunakan buku untuk menulis buku hariannya? Jawabannya tentu masih ada, saya salah satu orangnya. Memang semenjak memiliki gadget yang cukup canggih (kata cukup canggih digunakan untuk menentramkan hati*sambil melirik gadget yg mulai sering error). 


Makin lama memang frekuensi menulis di buku berkurang dibandingkan dulu saat pertama kali memulai menulis di buku harian.

Dan tiba-tiba teringat dengan buku harian pertamaku.


Jangan bayangkan buku harianku saat masih kelas 1 SMP nan culun eh lugu itu seperti kebanyakan diary punya remaja saat itu: bergambar kartun lucu-lucu atau bergambar artis dengan tambahan puisi di sampulnya lengkap dengan gembok dan kotak untuk menyimpan.  Awalnya 'buku' itu bukan untuk buku harian.


Aku lulus SD tahun 1999 dan melanjutkan ke SMP (MTsN Kalibeber). Pulang pergi sekolah berjalan kali mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera. Eh?! Saat berjalan kali bersama teman dan kakak kelas itulah menjadi waktu yang menyenangkan untuk ngobrol dan membahas ngalor ngidul. Sampai pada cerita soal menjilid buku di tempat fotocopy. Cukup ngetrend karena hampir semua siswa ternyata melakukan hal yang sama. Sepulang sekolah kubongkar buku-buku SD ku lalu kugunting lembar yang masih bersih. Besoknya kujilid dan rencananya akan gununakan unk buku matematika yang biasanya cukup tebal. Ternyata harus gigit jari karena kesalahanku sendiri tidak rapi saat memotong kertas. hasil penjilidan itu menjadi tebal tapi lebih kecil dari buku umumnya. Bingung bagaimana akan kugunakan tiba-tiba terlintas untuk menjadikan buku harian alih-alih beli yang baru.


Waktu itu belum ada gambaran apa yang akan kutulis di buku itu, hanya sekedar terinspirasi dari cathar yang ada di majalah Annida. Kalau tak salah ingat, tulisanku pertama kali setelah menceritakan diri sendiri adalah menceritakan buku yang baru kubaca yaitu kumper KMGP. Selain itu cerita apa saja di keseharianku. 


Buku yang tebal itu setia kujadikan sampah rasa campur aduk manis asem asin hambar pahit dan segala rasa. Bahkan masih bisa kutulis sampai kuliah semester 2. Sayang saat ini buku itu tersimpan di kampung halaman sehingga tidak bisa memoto. Sampul maruun nya lecek  karena terlalu sering dibuka bahkan pinggirnya terkena air hujan. 


Setelah buku itu habis kutulisi, akhirnya kubeli buku yang cukup cantik dengan harga yang murah di toko ramai peterongan. Buku dengan binding ring warna hijau soft bergambar bunga matahari. Tak lama buku itu menemaniku.


Selanjutnya, kugunakan buku agenda atau buku tulis seadanya. Saat bekerja dan mendapat inventaris laptop dari kantor, seringkali menitipkan curhat di sana dengan sesekali ngeprint dan tetap menulis di buku.


Setelah menikah, tetap punya diary dari buku agenda. Namun intensitasnya sangat jarang karena lebih banyak menggunakan gadget dan terkuras dengan rutinitas bersama baby Hasna.


Saat keinginan untuk menulis buku harian muncul lagi, tiba-tiba seorang sepupu, Mba Yeni  menghadiahiku dua buah buku hasil kreasinya sendiri. Satu buku memang produk gagal saat percobaan dan pernah iseng kuminta, satu lagi produk layak pakai dan layak jual. Alhamdulillah... Mendapat hadiah tak terduga, tapi juga tersentil karena sudah lama tidak menulis diary. 


Semoga diary nya bermanfaat dan menjadi kenangan untuk anak-cucuku kelak. Aamiin..
Trims ya mba Yeni... Bukunya oke.. Kapan-kapan insyaAllah pesen deh. Asyik banget klo bisa pesen diary nya sesuai tema yang diinginkan, ukuran dan tebalnya juga semau kita. Hurray!!


Penampakan buku hadiah dari mba Yeni. Cantik kan?!


Jumat, 03 April 2015

Menikmati Gurihnya Lumpia Delight

Kurang afdhol rasanya jika ke Semarang belum menikmati keindahan Lawang Sewu, ramainya Simpang Lima dan gurihnya Lumpia. Ya, kuliner khas peranakan itu menjadi salah satu ikon kota Semarang. Pusat lumpia Semarang ada di Jalan Mataram, dengan sejarahnya yang romantis. Camilan dengan isian sayur rebung itu pun digemari banyak orang, baik lumpia 'asli' yang harga per satuannya mencapai belasan ribu maupun lumpia 'aspal' seharga Rp. 2000.

Saat ini, inovasi lumpia semakin banyak dengan konsep kafe seperti lumpia expres dan lumpia delight yang berada di Jl. Gajah Mada.
Suasana kafe membuat pengunjung sangat nyaman nongkrong di sini sembari menikmati lumpia dan makanan/minuman lainnya. Tersedia beberapa macam lumpia mulai dari original dengan isian sayur rebung seharga Rp. 7000, lumpia isi rebung dengan tambahan telur dan sedikit potongan daging ayam seharga Rp. 12.000 dan dengan isian kepiting/udang dengan harga lebih mahal.



Rasa lumpianya gurih nyuss! Apalagi dinikmati selagi hangat. Rasa gurihnya menjadi lebih segar dengan tambahan saus lumpia yang manis dan cabai rawit yang pedas, acar timun, serta daun bawang.

Rebung yang dimasak dengan bumbu khas perpaduan kuliner tionghoa dengan Jawa yang terasa manis gurih dengan campuran ebi akan mwnghilangkan aroma rebung yang biasanya (maaf) agak pesing. Jadi, bagi yang tidak suka aroma rebung bisa mencoba lumpia delight. Tak lupa, bisa juga pesan untuk dibawa pulang baik yang masih mentah maupun yang sudah digoreng. Yang paling penting, di sana sudah tersertifikasi halal MUI.
Tertarik menikmati?! Yuk mari.. lumpia Semarang memang maknyuusss!!

Kamis, 02 April 2015

Buat Apa Nulis Diary?


Dear diary,
Hari ini hari bahagia banget buat aku. Pagi tadi waktu jalan ke kampus tiba-tiba bla bla bla..



Pernahkah menulis seperti itu  dalam sebuah buku special bersampul lucu, bergembok dan ada wadah kotaknya?! Ya, buku diary ala remaja tahun 90an sampai 2000 awal. Mungkin anda juga pernah merasakan kesalnya mendapati buku harian yang memuat semua rahasia anda dan apapun yang anda rasakan tiba-tiba telah dibuka oleh orang terdekat anda baik orang tua maupun adik/kakak anda? Atau bahkan diintip oleh trman anda yang kepo saat anda membawanya ke sekolah?.

Hm.. Hampir semua orang yang menulis diary mempunyai kisah yang sama mengesalkannya tapi mereka tetap menulis di sana.


Ada beberapa alasan orang menulis diary


Iseng

Ada orang yang tidak bisa diam dan harus melakukan sesuatu di manapun. Orang seperti ini bisa memilih menulis diary karena dia bisa beraktivitas saat menunggu di halte, duduk di taman, atau saat  menunggu pesanan di warung makan. Nah, bagi orang tipe seperti ini, corat-coret di kertas adalah hal yang tepat daripada corat-coret bangku/pencat-pencet tuts HP/memainkan balpen dll



Hobi

Bagi orang yang hobi nulis diary, sehari tanpa menulis seperti punya beban besar dan hutang berat. Mereka yang menjadikannya hobi pun akan selalu setia menulis buku harian meskipun saat mati lampu (Jangan ditiru karena bisa membahayakan mata). Mereka cenderung konsisten menulis catatan harian karena sudah  mendarah daging.



Belajar nulis

Tidak percaya kalau nulis diary=belajar nulis?! Buktikan saja sendiri. Tips menulis adalah: menulis, menulis, menulis dan membaca. Jadi kalau mau belajar nulis nulislah diary setiap hari. Apapun yang ada di otak, di hati, yang di dengar, yanh dirasakan bisa dituliskan disana. Bisa juga menjadi semacam kisah perjalanan bagiyang hobi travelling. See?! Banyak penulis terkenal yang memulai debutnya dari buku harian. Sebutlah Andrea Hirata, Trinitry, dll.



Curhat dan Obat Stress

Hampir setiap orang khususnya perempuan sangat menyukai aktivitas satu ini. Tapi perlu diingat, jangan sampai curhat sama orang yang tidak tepat seperti suami/istri orang yang bisa-bisa jadi bumerang dan menjadi celah perselingkuhan (ih ngeri), atau curhat sama orang yang tidak dikenal dan baru ketemu di jalan (bisa bikinkeki yang dicurhatin).


Curhat memang bisa membuat hati lega dan ringan meskipun masalah jelas tidak selesai hanya dengan curhat. Tapi yang perlu diingat, tidak semua orang iklhas dengar curhatan kita. Solusinya, curhat lah pada buku karena dia tak akan protes apapun yang kita tulis.

Ingat dengan buku fenomenal Ainun-Habibie yang difilm kan itu? Nah, buku itu sebenarnya adalah salah satu terapi dari dokter untuk pak Habibie yang waktu itu depresi karena ditinggalkan Ibu Ainun. How amazing! Dari curhat bisa menjadi buku best seller bahkan di filmkan.



Sudah punya buku diary? Ayo dilanjutkan nulisnya. Buat yang belum punya, buku-buku dengan tema tertentu dan handmade bisa jadi alternatif lho, karena dibuat eksklusif sesuai yang diinginkan.


Mari menulis!