Kamis, 11 Juni 2015

^^ Jokowi Mantu ^^



Jokowi mantu?! Bukan berita baru keleus...! dari mulai ada rencana pernikahan juga media massa khususnya TV sudah berkali-kali menayangkan perhelatan akbar RI 1 itu.
Yup! Tapi di sini kita nggak bahas nikahannya Raka dan Selvi itu ya.. sudah banyak yang bahas, mau online atau TV pasti ada beritanya. Ya iyalah, keterlaluan kalau presiden mantu tapi nggak diliput media wong yang artis aja sampai berhari-hari ditayangkan apalagi presiden?!. Nah, kabarnya mantu nya presiden kali ini berbeda dengan perhelatan presiden-presiden sebelumnya, intinya sih temanya sederhana, begitu. Semoga bukan #pencitraan saja ya pak.. kasihan rakyat Indonesia yang semakin menderita. Kita juga nggak perlu lah bahas yang katanya si Mbak Selvi itu baru masuk islam, ih.. malah gosiip. Kalo pun bener baru masuk islam ya ayoklah kita do’akan sama-sama moga jadi muslimah yang taat. Aamiin...


Namanya wong Solo, pastinya
mengusung adat Jawa di pernikahannya, yang nikah juga sama-sama orang Jawa. Kalau pengen tahu seperti apa adat pernikahan Jawa, ada tuh liputannya di sini (lihat sendiri ya, soale diriku juga nggak paham semuanya, maklum pas nikah pengennya simpel aja ga perlu pake adat macam2 yang ribet. Kalo kata (calon) suami waktu itu mending telurnya dimakan daripada ada acara injak telur. Nahloh!).


Ngomong-ngomong soal nikahan, ngiras ngirus mumpung ada moment nikahan adat Jawa (haha) jadi keingat mau cerita nikahan juga. dua pekan yang lalu tepatnya 24 Mei 2015 juga baru datang ke acara nikahan sepupu di Surabaya. Waktu itu penasaran apa sih bedanya adat pernikahan Jawa Tengah dengan Jawa Timur?! Rupanya bedanya cuma pakaian adat lengkap dengan blangkon aja. Lainnya mulai dari acara siraman sampai selesai resepsi pernikahanya sama.


Pagi-pagi pas datang ke Gedung Barunawati komplek pelabuhan Merak Surabaya, terlihat crew dekor dan catering masih sibuk nyiapin ubo rampe nya. Kita sih nonton aja sambil foto-foto dan ngikutin si krucil jalan kesana kemari.


Seperti biasa acara dimulai dari panggih alias ditemukannya suami-istri yang baru ijab qabul (seremoninya begitu, sebenarnya akad nikahnya sudah sebulan sebelumnya). Acara panggih dimulai dengan tukar menukar kembang mayang yang melambangkan laki-laki dan perempuan, lalu istri salaman (mencium tangan suami), suami menginjak telur, lalu istri membasuh kaki suaminya. Selanjutnya digendong ayahnya, trus naik panggung suap-suapan. 


Acara kedua ada mapag besan, alias menjemput besan dan rombongan kedua mempelai beserta keluarga laki-laki. Trus sungkeman dengan orang tua, lalu dilanjutkan salaman dengan para tetamu.

Kelihatannya sih simpel, tapi butuh waktu lama dan pelaaan banget prosesinya.

Oia, nikahan sepupu itu juga nggak pake pakem adat jawa yang benar-benar, banyak yang di skip. Hihi.


Kalau ingin tau nikahan adat jawa yang sebenarnya ya memang lebih tepatnya melihat prosesi pernikahan keluarga keraton atau orang Solo seperti priseden Indonesia saat ini.

Nguri-uri adat Jawa juga perlu dilakukan oleh masyarakat Jawa sendiri (kalau saya asal tidak bertentangan dengan islam, yang wilayah abu-abu bisa diskip-skip, hehe).

suasana gedung menjelang acara
Prosesi pernikahan

ngintip si "ratu' dandan, trus wefie sama artisnya. hihi





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,