Senin, 01 Juni 2015

Numpang Makan Siang Di Tuban

Pernah melakukan perjalanan darat lewat jalur pantura arah Surabaya dan sekitarnya? Jika dari Semarang, sepanjang Rembang hingga Tuban jalurnya melewati pinggir laut. Sangat menyenangkan bagi orang gunung seperti saya melihat hamparan birunya air laut dan perahu-perahu kecil nelayan yang berjejer di bibir pantai. Mungkin hanya sedikit kurang nyaman saat melewati tempat pelelangan Ikan (TPI) dengan baunya yang khas dan menyengat. Di luar itu, semuanya amazing bagiku.  
 
Dulu, beberapa kali PP Semarang-Surabaya selalu menatap iri dari jendela bis saat melewati pinggiran laut di Tuban. Sepanjang trotoar sekitar 1 km berjejer warung tenda yang menyediakan kelapa muda, bakso, hingga minuman panas.

Asyik banget kayaknya minum kelapa muda dipinggir laut itu,
begitulah batinku tiap kali melewatinya. Dan pasti, saat perjalanan ke Surabaya aku memilih duduk di deretan kursi sebelah kiri agar bisa menikmati pemandangan laut, begitu juga sebaliknya saat kembali ke Semarang.

mampir kesini

Ayah dan Hasna ngeliat ombak

pemandangan sebelah kiri warung

pemandangan sebelah kanan
Beberapa hari yang lalu berkesempatan pergi ke Surabaya dengan mobil. Dari rumah sudah terbayang akan berhenti dan istirahat di Tuban, makan bakso panas dan kelapa muda segar.  Begitu turun dari mobil, langsung disambut kencangnya angin laut sampai jilbab berkibar-kibar. Wuuuuzzz.....!!! rupanya anginnya lebih kencang dari pantai_maksudnya pantai lain yang pernah dikunjungi. Mungkin karena langsung samudera jadi anginnya lebih kencang. Senangnya... kesampaian juga makan bakso dan kelapa muda di pinggir laut Tuban. Meskipun kecewa dengan rasa baksonya (maklum sekeluarga hobi makan bakso), tapi kelapa mudanya sesuai selera, sama dengan rasa klamud favorit di jembatan dua Tlogosari. 
Klamudnya suegeeer
Setelah makan, menyempatkan berfoto ria dan duduk-duduk sambil ngobrol dengan si Ibu pemilik warung. Katanya sih awal berjualan di sana beliau masuk angin karena terpapar angin kencang, lama kelamaan sudah kebal dan biasa. Untungnya kami tidak masuk angin, eh Hasna ding jadi kembung. 
Narsis sama Mbah Uti
Bagi yang melewati jalur ini naik motor atau kendaraan pribadi, sangat recommended untuk berhenti sejenak sambil menikmati klamud dan selonjoran kaki. Selain di jalur ini ada juga tempat yang lain yang lebih alami, sekitar 5 km sebelumnya, dari arah Semarang ada semacam tempat wisata pantai_belum pernah berhenti di sana_ kalau dilihat banyak warung tenda juga dan  area parkir cukup luas, banyak pohon yang bikin suasana lebih sejuk juga. Yang berjilbab, hati-hati dengan angin nakalnya. :D 
Happy traveling, guys! 
yang ini di masjid pinggir laut waktu pulang


8 komentar:

  1. Iyaa aku suka banget kalo lewat Tuban, sepanjang jalan lauut :D

    BalasHapus
  2. asik yaa pemandangan, selalu suka pantai :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba Dedew... *kecualipantaidisemarang hahaha *piss

      Hapus
  3. Saya sering berhenti di situ mbak, apalagi kalo malam....lebih asyik lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sekali2 perlu nyoba malam2 lwt sana nih.. hihi,
      pernah sih lwt malem2 tapi naik bis, jd tidur aja, ga ngamatin jalan :P

      Hapus
  4. Ini jalur favorit juga loh mbak, seger aja lihat pemandangan air yang biru dan angin semilir, hihiii

    BalasHapus

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,