Rabu, 12 Agustus 2015

Fresh Escape: Goa Kreo – Ngrembel Asri



Semarang panas?! Itu sih sudah sejak dulu. tapi jangan salah, meskipun panas ada juga tempat-tempat yang bikin seger mata dan pikiran. Apasih?! Pantai?! Nope!! Pantai di Semarang nggak recommended buat refreshing. Muehehehehe.
Intinya sih saya orang gunung dan tetep cinta gunung, meskipun kalo ketemu pantai pengennya juga nyebur aja.
Kalo di Semarang yang ijo seger tapi nggak perlu jauh dari kota, ada Goa Kreo lho... yup! Goa yang terkenal dengan populasi monyetnya itu cukup asyik buat refresh mata hati dan pikiran. Ceileh.. terlebih sekarang ada bendungan dan jembatan yang indah. Buat yang mau hunting foto sama nyet-nyet juga boleh.
Untuk menjangkau goa kreo dari Kota Semarang, bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit, melewati
klenteng Sam Poo Kong (Simongan). Setelah memasuki wilayah Gunung Pati, pemandangan di sepanjang jalan mulai terasa menyenangkan dengan jalan yang berkelok-kelok dan naik turun dilengkapi pepohonan hijau di kanan-kiri jalan, meskipun sesekali masih dijumpai perumahan.
Untuk masuk ke goa yang konon bekas pertapaan Sunan Kalijaga ini, cukup membayar tiket @2.500 di hari kerja dan @ parkir mobil @5.000 parkir sepeda motor @2.000. cukup murah kan?! Dari lapangan parkir kita perlu berjalan melewati tangga dan jembatan sebelum sampai di goa. Sepanjang jalan ini sudah banyak berkeliaran monyet mulai dari yang besar sampai yang kecil bahkan ibu monyet yang menggendong bayinya bergelantungan di tiang jembatan.
Nggak ada larangan kalau mau ngasih makanan buat mereka, misal kacang kulit. Ingat jangan kulitnya ya, apalagi kacang yang lupa kulitnya. Ups. Kacangnya bisa bawa dari rumah atau beli di warung-warung yang berjejer di area parkir. Jangan lupa juga bawa air minum karena tidak ada penjual di lokasi waduk dan goa.


waduk Jatibarang



Menuju goa sih enak karena tangganya turun, hanya sedikit naik. Tapi pas pulang, wohoho.. cukup gempor apalagi yang bawa anak kecil. Tapi tenang ko, karena di sekitar jembatan ada tempat duduk yang bisa dipakai untuk istirahat sambil menikmati pemandangan waduk dan monyet-monyet berkeliaran. Udara dari jembatan ini juga adeeeem segeeer, semilir kayak dipantai.
Setelah melewati jembatan lalu naik tangga lagi, sampai lah di lokasi goa kreo nya.
Lokasi goa ini tepat di pinggir jalan setapak yang berbatasan dengan waduk. Sayangnya sudah banyak sekali coretan di sana sini dan sampah berserakan di mana-mana. Di sini lebih banyak monyet yang bermain sama pengunjung. Kebanyakan mereka ramah ko, asal kita tidak bikin mereka kaget aja, dan jangan terlalu mencolok. Terkadang ada yang tidak suka dengan kamera, jadi harus berhati-hati bawa kamera atau tas. Dari goa ini, jika bisa naik lagi ke bukitnya pasti bisa dapat view yang cantik. Sayangnya kami hanya berhenti di goa, mencoba foto monyet tapi nggak dapat yang bagus, trus pulang. Kurang nyaman juga sih, takut tiba-tiba monyetnya meluk atau apa gitu.. (ih pede).
Goa kreo
Pokoknya kalau mau refreshing bisa lah kesini, kalo nggak mau ketemu monyet ya hitung-hitung ngeliat waduk dan menikmati semilir anginnya.
Pertama kali dengar kata “Ngrembel Asri” yang ada di kepalaku adalah “Gembel” seperti rambut gimbal nya anak-anak Dieng. Rupanya Ngrembel Asri itu nama salah satu pemancingan di Gunung Pati yang tidak jauh dari Goa Kreo, hanya sekitar 15 menit.
Apa sih yang bikin pemancingan ini istimewa?! Tentu karena suasananya yang nyaman dan asyik banget. Kalau ingin pergi ‘menghilang’ bisa lah seharian ke sini. Ada pemancingannya, makan tinggal pesan, waktunya shalat ada mukena, mau mandi ada kamar mandi nyaman, dan ada juga area permaian untuk anak-anak. Asyik kan?!. (ish! Ko berasa kaya jadi marketing team nya sono ya.. hihihi).
Kali pertama ke pemancingan ini bareng teman-teman Sastra Inggris 05, sekitar tahun 2009/2010. Waktu itu rame-rame naik motor dari kampus sampai balik kampus lagi, dan ada banyak cerita seru di sana. Waktu itu cukup takjub karena banyak banget fasilitasnya meskipun sebagian besar harus bayar.
Saat kembali lagi tahun 2015 bersama keluarga, seperti dibawa pusaran waktu menuju 2010 silam. Lebay. Nggak banyak yang berubah kecuali saung-saungnya yang bertambah, dan nggak ada lagi kandang rusa, serta ada beberapa tambahan.
Begitu masuk langsung disuguhi pemandangan kolam pancing dan saung. Kalo nggak pesan saung besar untuk meeting dan nggak weekend, cukup banyak saung yang tersedia. Tinggal pilih, nanti ada karyawan yang mendatangi untuk pesan makanan. Oia, best sellernya disana gurame asam pedas, tapi waktu itu kita pesan gurame bakar. Sembari menunggu pesanan datang, bisa banget jalan-jalan menikmati pemandangan. Oia, di sana juga ada burung-burung di sangkar jadi makin menambah suasana khas pedesaan meskipun sesekali terdengar suara kendaraan dari jalan raya.


Ngrembel Asri, Gunung Pati
Karena sudah memasuki waktu dzhuhur, kami pun shalat dulu. kamar mandi dan musholanya nyaman juga. Begitu pesanan datang, langsung deh hajar si gurame bakar rame-rame. Alhamdulillah ‘ala kulli hal..
Setelah makan, asyiknya ngajak si baby Hasna main di taman dino. Jika mau permainan yang lain juga bisa, ada balon air dengan membayar Rp.5.000 dan ada area terapi ikan dengan biaya Rp.5.000/15 menit. Tuh.. dimanjakan banget kan di sini?!.
Yang cukup menguras dompet ya pasti makanannya.. hihi. Namanya juga di pemancingan, dan pastinya pengen makan macem-macem. Kalo kata Ibu sih dulu ada temennya  yang kalo mau makan di pemancingan dia bawa nasi sendiri dari rumah, jadi cukup pesan lauk dan sambal-lalapnya aja, kalo perlu minumannya juga bawa sendiri dari rumah. Bisa dicoba nih...
Cobalah ke sini saat musim rambutan, karena pengunjung bebas memetik buahnya, disediakan galah untuk memetik dan disarankan berbagi dengan pengunjung lainnya. Saat weekend, mereka juga menyediakan bibit pohon free untuk pengunjung. Sayangnya waktu itu kami datang di hari kerja, jadi tidak ada persediaan. Patut ditiru nih ide go green nya.

2 komentar:

  1. cakep yaa gua kreo belum kesampaian kesini nih saaay..padahal pengen pkinik disana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba, dari Ungaran ga jauh2 amat lewat Gunungpati :D

      Lumayan lah, tapinya kalo siang2 lebih baik bawa payung

      Hapus

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,