Sabtu, 19 Desember 2015

~ Memberikan Warisan Terindah untuk Anak-Anak Kita~

~ Memberikan Warisan Terindah utk Anak-Anak Kita~



DISKUSI GRUP WhatsApp 

Narasumber : Bpk. Ikhsanul Kamil Pratama
Founder Romantic Couple
fanspage di fesbuk: Romantic Couple: Canun Fufu
twitter @canunkamil. 


Tahukah Anda? Anak belajar banyak dari pernikahan orangtuanya...
Jika suami istri tak kompak dan lembek, maka anak akan memiliki pendirian yang lemah.
Jika Istri melarang sang anak untuk menonton televisi, dan menyuruh belajar, sedang suami memperbolehkan sang anak untuk belajar sambil nonton TV, maka ketidakkompakan orangtuanya akan membuatnya berpihak pada satu pihak, dan bisa saja menjadi opportunis
Jika suami istri sering berselisih dalam konflik rumahtangga, dan 'menyelesaikannya' dengan pertengkaran, itu akan menjadi pembelajaran bagi anak untuk gunakan kekerasan jika menyelesaikan masalah...
Jika suami istri tidak ramah satu sama lain, anak akan belajar untuk menjadi cuek...
Jika suami istri sering mengumpat satu sama lain, maka anak akan belajar menjadi rendah diri...
Jika suami istri saling menggurui, saling berperan menjadi bos, maka anak akan menjauh dari orangtuanya...
Jika suami istri tegas dan kompak dalam kebaikan, maka anak akan memiliki pendirian yang kuat, mampu bedakan mana benar mana salah...
Jika suami istri saling support dalam hadapi masalah kehidupan, maka anak akan belajar menghargai diri sendiri...
Jika suami istri membangun lingkungan yang bersahabat, maka muncul RESPECT dari anak, tak perlu diminta....
Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan TERIMA KASIH, maka anak akan belajar menghargai manusia lain...
Jika suami istri ringan mulut untuk mengucapkan MAAF atas ketidaknyamanan yang dirasakan pasangan, anak pun akan belajar bahwa dirinya TIDAK SELALU benar...
Jika suami istri saling terbuka akan keluhan pasangannya dan tiada 'rahasia antara kita', maka anak pun senang untuk terbuka dengan orangtuanya...
Terbuka tentang lawan jenis yang mulai disukai...
Terbuka tentang kapan pertama kali mimpi basah...
Terbuka tentang keinginannya untuk mencicipi rokok...
Terbuka tentang keinginan untuk sesekali bolos...
Sehingga kita bisa lakukan pencegahan dan proteksi anak dari bisikan setan yang lebih jauh lagi...

Maka sebetulnya...
Pernikahan harmonis Anda adalah bekal bagi anak anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah kunci bagi pola parenting Anda...
Pernikahan harmonis Anda adalah warisan yang sangat berharga bagi masa depan anak Anda...

Mari ciptakan dan berikan warisan terindah itu untuk anak-anak kita...

Sulit? Memang betul, itulah tandanya bahwa pernikahan harmonis Anda sesungguhnya sangat berharga. :)

DISKUSI
#1T : Ini sebenarnya kasus teman saya.. Hanya saya butuh masukan... 
Bagaimana cara memberi tahu suami ttg dia yg kurang peduli thd anak?baik secara kepedulian.. Tp sisi lain dia seperti paham teori2nya... Mohon pencerahannya..

J : Nah, pegang dl prinsip satu ini:
Semenjak akad nikah, suami dan istri BEDA ISI KEPALA
Walhasil, bentuk kepedulian amtara suami dan istri itu BEDA. Mnurut suami, dia udh CARE, tp mnurut istri itu nggak. Dan yg sering jd masalahny, saat suami istri ada konflik, 8 dr 10 pasutri yg sy temui TIDAK PERNAH/JARANG lakukam yg namany KLARIFIKASI. Jarang yg lakukan utk menggali dan mendengarkan opini atau suara pasangan, yg langsung didengar adalah suara2ny dlm kepalany sendiri, alias berPRASANGKA.
Sudahkah teman Anda duduk tenang, diskusikan masalah anak? Dan sudah dipastikankah bhwa map alias peta anda dan pasangn dlm mendidik anak sudah sama?

Jika memang suami sudah tau teori. Ada 2 kmungkin knp bliau 'terlihat' tidak melakukannya. 1. tahu tp blm mampu. Ini perlu latian dan kesabaran dlm membimbingny. It'a different between knowing the way and using the way. Krn itu, salah 1 metode melatihny bs anda ajak sahabat anda utk ikuti Training pernikahan
2. Tahu tp tidak mau. Kalau sperti ini, biasany krn faktor emosi yg tidak terpenuhi. Bs saja krn lelah emosi, dinasehati trs. Bs krn kebosanan jalani pernikahan, etc. Solusiny, perlu rwefresh emosi. Kuras emosinya

#2 T : Bagaimana caranya mengajak suami u saling kompak? Karna kadang.. Seperti y disebutkan diatas. Ibu melarang nonton.ayah mbolehin..
Sy ingin ngajak suami, tapi tanpa terkesan menggurui.mungkin bapak bisa memberi tips2nya. 
Lalu apa solusinya jika anak2 terlanjur melihat bahwa orang tuanya kurang kompak.sering beda pendapat?biar bisa diperbaiki...

J: Cara mengajak suami kompak y. Pd dasarny, byk pasutri yg lupa utk menjadi sahabat karib bagi pasangannya sndiri. Dikira cukup 'skdar memenuhi kewajiban' saja. Pdhl tidak sperti itu. Antara suami istri perlu PDKT. Kencan brg, bcanda ketawa bareng, jalani hobi brg, dengar keluh kesah kyk dl sekolah kita pny temen curhat. Menjadi sahabat karib bagi pasangan itu penting. Jika bkn kita psgn resminya yg jd sahabat karib, berhati2 ada org luar yg 'tidak sengaja' menawarkan diriny utk jd sahabat karib.
Api unggun yg berkobar menyala gagah, jika didiamkan saja akan padam ditelan waktu. Begitu pula api asmara, jika tidak dipelihara scara sengaja, ia pun akan padam, sebabkan pernikahan yg hampa
Nasihat takkan mempan jika tidak ada PDKT. Nasihat hny akan menjadi aebuah 'serangan' jika tak ada pdkt. Kyk dl kita kecil, suka g sih dinasehatin trs menerus sm ortu kita? Boleh jd kita saat kecil, rasakan overdosis nasihat. Itu pula yg dirasakan byk suami/istri jika pasanganny nasehatin trs. Solusiny? Tuhan telah ciptakan jumlah telinga lbih byk dr jumlah mulut. Manfaatkanlah dahulu
Beda pendapat d hadapan anak tidak masalah jika tujuanny adlh mnunjulkan pd anak ttg toleransi dan problem solving.
Jika sudah terlanjur kejadian, minta maaf dl sm anak atas ketidaknyamanan slama ini. Pancing ia berbicara, dengarkan keluh kesahny dan harapannya. Lalu pdkt dgn pasangan, sampai terbangun kedekatan dan kehangatan , lalu buatlah komitmen baru dgn psgn

#3 T : apakah keharmonisan hubungan suami istri terhadap pengasuhan anak akan menjamin tidak terpengaruhnya anak terhadap efek negatif lingkungan dn pergaulannya pada saat anak mulai remaja dan labil?
karena masih sering terlihat suami istri baik2 aja tapi anaknya pergaulan bebas.  ✅

J : Itu tergantung value keluargany bu. Pernikahan harmonis menjamin value keluarga dr ortu bs diteruskan dgn baik kpd anak
Kmungkinan kedua jg sperti ini:
Beda amtara 'pernikahan harmonis' dan 'pernikahan terlihat harmonis'.
Pernikahan terlihat harmonis adlh pernikahan yg sbtulny d dalam dada menyimpan kekesalan/kekecewaan besar pd pasangan tp terjadi PEMBIARAN. Jd bersikap seolah2 g ada konflik. Jd dr luar, akan terlihat itu 'pernikahan harmonis'. Kbykn anak yg narkoba, seks bebas, etc bermula dr pwrnikahan sperti ini.

Ciri-cirinya?
Makan malam semeja tapi saling sibuk dengan gadget
Ruang keluargayang fokusnya semua bukan pada diskusi antar keluarga yang timbulkn kehangatan, tapi pada TV. Shingga lebih tepat diaebut ruang multimedia, etc.
Tinggal dalam 1 rumah yang sama, tapi masing-masing merasa kesepian.
Terlihat harmonis, terlihat baik2 saja dari luar tapi dalamnya rapuh

#4 T : Tadinengacu jawaban pak iksan terkait suami yang faham tapi tidak mau, itu bisa jadi karena lelah prenikahan. Nah kiatnya harus di refresh emosi atau dikuras emosi..
Cara nya gimana ya..?
Kan pak iksan jg bapak2, knp mayoritas bapak2 sedikit skali yg concern tentang parenting.. padahal sebnernya mereka paham

J : Paling sering karena faktor lelah emosi. Lelah emosi ini bisa terjadi semenjak kecil, tak sngaja tercipta karena pola asuh ortu. Perasaan kesepian, tak permah didengar, tak pernah diakui prestasi, bisa jadi legitimasi banyak pria utk 'cuek' pada anaknya. 'Toh, dulu kecil aku digituin juga baik-baik aja'. Maka coba perhatikan sejarah masa kecil suami seperti apa. Cuekny suami, 80% krn faktor warisan, faktor role model jaman dulu.

Caranya, harus pelan-pelan. Biarkan beliau cerita masa kecilnya, terutama keluarkan 'keluhan' diri kecilnya. Yg sbetulnya ingin banget untuk disampaikan dan didengarkan pada ortunya, tapi selalu tidak bisa. Cara mengeluarkan ini yg saya namakan metodenya 'Cleansing'. 

Clossing statement : 
Membangun pernikahan harmonis berarti kita sedang menjalankan misi Ilahi: melindungi keluarga dari api neraka

Kamis, 03 Desember 2015

New Look, It's All About Parenting


Bismillahirrahmanirrahim, 

Mengawali akhir tahun 2015, dan setelah mencari wangsit (:P) kesana kamari, diputuskan blog gado-gado ini akan menjadi blog (belajar) Parenting. Blog personal Arina sudah pindah ke www.arinamabruroh.com.

Dengan segala kerendahan hati dan berawal dari keinginan sekedar untuk sharing ilmu yang didapatkan dari beberapa grup parenting yang diikuti (khususnya grup Home Schooling Muslim Nusantara/HSMN) dan Grup Rumah Main Anak/RMA), semoga bisa lebih bermanfaat juga untuk yang lain.



Semoga berkah dan bermanfaat. 


Arina Mabruroh (Arien Salsabiila)