Minggu, 27 November 2016

Saat Anak ‘Menghilang’, Hati Bunda Serasa Melayang

Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda.
Ada yang punya anak aktif tipe petualang? Toss dulu! Artinya saya punya teman *wink*
Emmm.... punya pengalaman si Kecil ‘kabur’ nggak bun? Hiks. Beberapa waktu yang lalu Hasna pergi ke tempat kami biasa menunggu angkutan umum, dan tadi pagi dia ‘kabur’ lebih jauh dari biasanya. *cry*
Pagi tadi saya diminta bantuan oleh seorang teman untuk mengisi pelatihan seputar internet dan blogging. Berhubung teman saya ini pengelola PAUD, maka training ditempatkan di PAUD-nya.
Saya datang dibonceng suami bersama si Kecil Hasna yang rencana akan dibawa ayahnya setelah mengantar. Rupanya, sampai di PAUD dia tertarik dengan aneka mainan di sana dan memutuskan untuk ikut bunda saja. saya berusaha membujuk Hasna untuk ikut ayahnya,  karena kami hanya bertiga, dua orang panitia izin karena harus keluar kota. Tentu, saya paham bagaimana Hasna sehingga jika tidak ada yang benar-benar fokus menghandle-nya khawatir dia akan ‘lari’ sesuka hatinya.

Jumat, 21 Oktober 2016

Catventure Friskies Semarang, Yuk Selamatkan dan Adopsi Kucing Liar Menjadi Bagian Keluarga Kita


Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda..
Ayah-bunda suka kucing? Atau mungkin ananda di rumah memlihara kucing? Lucu sekali ya, melihat mereka bercengkerama dan mengeong meminta perhatian.
Ternyata, memelihara kucing itu memang sedang menjadi trend global, lho Ayah-Bunda. Yang artinya memelihara kucing menjadi kebiasaan orang-orang hampir di seluruh dunia.
Jika kita menengok sejenak ke akun instagram, akan banyak sekali foto kucing lucu menggemaskan yang memenuhi beranda. Kenapa? Karena banyak orang menyukai hewan yang satu ini.
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk datang ke acara gathering komunitas pecinta kucing Semarang dan sekitarnya bersama Purina Friskies. Acara berlangsung di aula Gigle box kafe. Sekitar 30 orang memadati ruangan yang tersedia dan semua antusias mengikuti sesi demi sesi.

Simak keseruannya di sini ya

Jumat, 07 Oktober 2016

[Seminar Islamic Parenting bersama Teh Kiki Barkiah] Ibu, Guru Pertama dan Utama


Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda,
Menjadi orangtua memang dituntut untuk menjadi pembelajar selamanya, bukan? Karena tak ada sekolah orangtua dan perkembangan anak pun mengikuti perkembangan zaman. Kita tak bisa menerapkan mentah-mentah apa yang dulu diajarkan oleh orangtua kita kepada kita tanpa memodifikasinya dan menyesuaikan dengan kondisi dimana anak-anak kita tumbuh saat ini.
Beberapa hari terakhir, muncul kembali berbagai kasus pembunuhan yang diduga pelakunya adalah ibu kandungnya sendiri. Lalu, bagaimana seorang ibu bisa kehilangan kewarasannya sampai tega menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri? Yang jelas kita tidak bisa menyalahkannya ansih, karena banyak faktor yang menyebabkan seorang perempuan (baca: ibu) khususnya yang masih memiliki bayi/balita bisa kehilangan kontrol emosi. Faktor pendukung terutama keluarga sangat berpengaruh terhadapnya. 
Siapakah yang paling bertanggungjawab terhadap anak, jika begitu? Ayah atau Ibu?
Well, pastinya kita semua sudah memahami bahwa tugas mendidik anak adalah tanggungjawab bersama kedua orangtuanya. Ada peran-peran pendidikan yang harus dilakukan oleh ayah, ada pula peran yang harus dihandle perempuan. Untuk itu keduanya harus sinergi.

Minggu, 25 September 2016

‘Napak Tilas’ dan Mencoba Ruang Anak di Arpusda Wonosobo




‘Napak Tilas’ dan Mencoba Ruang Anak di Arpusda Wonosobo
Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda.
Semoga selalu bahagia dan bersyukur dengan nikmat Tuhan yang setiap saat terlimpah tiada tara.
Ayah-Bunda, saat mengajak si kecil mengunjungi keluarga di kampung halaman, apa yang biasanya dilakukan bersama mereka? Jalan-jalan bertandang ke tempat saudara, piknik ke tenpat wisata yang belum pernah dikunjungi, hunting kuliner setempat, atau kegiatan menarik lainnya, bukan?
Kami selalu memilih untuk megagendakan beberapa hal, utamanya adalah mengunjungi eyang buyut dan keluarga besar terutama yang tinggal dekat dengan kediaman orangtua. Setelah itu, mengagendakan untuk piknik dan mengunjungi sahabat dekat.
Ada banyak tempat wisata menarik di Wonosobo, namun seringkali kami kehabisan waktu untuk pergi apalagi jika tempatnya cukup jauh. Pilihan tempat piknik yang menarik, mudah dijangkau, dan low cost menjadi alternatif selanjutnya. Kemana?  Kami selalu memilih taman.

Selasa, 06 September 2016

Baiti Jannati, Rumahku Surgaku




NASIDA RIA ‘RUMAHKU SURGAKU’
Voc. Hj. Mutoharoh - Cipt. Drs. Abu Ali Haidar

Oh sungguh bahagia 
hidup bersama keluarga
penuh kasih sayang mesra
rukun damai sejahtera
rumaku itulah surga ku di dunia
oh sungguh bahagia


bila ada salah paham
yang bisa membikin resah
selalu di selesaikan
dengan jalan musyawarah
bila datang banyak rizki
sekeluarga mensyukuri


bila rizki tak seberapa
di cukupkan seadanya
rumahku itulah surgaku di dunia
oh sungguh bahagia


walau rumahku sederhana
namun tertib bersih rapi
wajah anak anak ceria
sehat menyenangkan hati
kami semua beriman
beribadah pada tuhan


rumah kami penuh rahmat
hingga kami betah di rumah
rumahku itulah surgaku didunia
oh sungguh bahagia

Baiti Jannati, Rumahku Surgaku - Ayah-Bunda pernah mendengar lagu Rumahku Surgaku yang dinyanyikan oleh grup kasidah NASIDA RIA? *ketahuan umurnya yak :P* sejak kecil dulu saya sering mendengar lagu tersebut yang diputar dan disiarkan dengan speaker masjid dengan volume maksimal tentunya. Rumah orangtua yang hanya berjarak dua rumah dari masjid sudah tentu mendapat akses yang paling banyak.

Senin, 29 Agustus 2016

[MAINAN HASNA] Parade Merah Putih, Memanfaatkan Kertas Bekas


🇲🇨 Tema: Merah Putih
Judul: Parade Merah Putih
Nama Ibu: Arina Mabruroh (@arinamabruroh)
Nama & Usia Anak: Hasna Kurnia Faradisa (30mo)
🇲🇨Alat dan Bahan: 
- brosur bekas warna merah dan putih
- Gunting
- Selotip
- Balok bongkar pasang

Rabu, 24 Agustus 2016

Belajar dari Jessica Iskandar dan Dokter Cantik Reisa Brotoasmoro di Cerita Perempuan Trans TV


Assalamu’alaikum,
Ayah-Bunda ada yang suka mengikuti talkshow Cerita Perempuan di TV? Meskipun sebenarnya suka sekali dengan acara itu, tapi tidak selalu saya bisa menonton karena masih rempong dengan si kecil atau masih sibuk dengan tumpukan pakaian kotor.
Kemarin, saat berkesempatan stay di depan TV sejak tayangan dimulai, saya justru kecewa dengan bintang tamunya, Jessica Iskandar. Iya, temanya seputar mama muda kenapa dia yang diundang? Nggak ada yang lain kah? Begitu batin saya protes.
Sabar,Ayah-Bunda. Saya tidak suka tapi saya juga bukan haters-nya. I mean, saya tidak begitu mengikuti perkembangan dunia entertainment sehingga ada beberapa selebriti yang saya suka dengan penampilannya, atau dengan kepribadiannya, atau dengan alasan lain dan ada pula yang saya tidak suka dengan alasan yang sama. Suka pun tidak sampai menjadi fans garis keras, hanya sekedar kagum, itu saja.
Dan kenapa saya tidak suka dengan Jessica Iskandar? Hanya karena saya tidak suka gaya-nya saat tampil di media, itu saja. Jadi fair-nya, semoga nggak ada yang membully saya setelah ini *siapa kamu?!*
Tapi begitu acara dimulai, Wizzy, selesai menyanyikan sebuah lagu, Maudy dan Roslina Verauli masuk stage, salam-salaman dengan OSD dan Wizzy, lalu diundanglah si Jessica Iskandar untuk memasuki arena talkshow.
Hm.. sampai detik ini saya masih berharap narasumber kali ini bukan dia.

Kamis, 11 Agustus 2016

ASI Adalah Perjuangan

ilustrasi, credit pixabay

Assalamu’alaikum,
Lama sekali membiarkan blog ini menggalau dan sepi. Eh?!
Semoga Ayah-Bunda ada yang kangen dan langsung membaca postingan ini *apasih*
Maaf ya, abaikan saja yang sedang nggak jelas ini, beberapa hari kemarin mau meramaikan world breastfeeding week atau Pekan Asi Dunia pun akhirnya menyerah dan tidak bisa posting di hari terakhir.
Well, meskipun begitu, saya masih berusaha mengumpulkan semangat untuk menuliskan pengalaman pertama saya memberikan ASI ke #anugerahdarisurga.
Terpaksa Sectio
Ah, mangingat kisah 2,5 tahun yang lalu, luka bekas Sectio itu tiba-tiba ngilu.
10 hari menjelang HPL, kami sekeluarga pergi ke Kabupaten Semarang untuk mengunjungi saudara sekaligus jalan-jalan karena ada keperluan lain. Ingat sekali waktu itu kami menikmati makan siang yang cukup terlambat di warung depan pasar Sumowono, memesan nasi pecel dan lauk mangut belut yang pedas. Hm... nasi yang panas mengepul dipadu dengan mangut belut bersantan dan pedas, jika tidak sedang hamil tentu saya lahap banyak-banyak.

Sabtu, 23 Juli 2016

Bersinarlah Anak-anak Indonesia




Bersinarlah,
Anak-anak Indoneisa
Anak negeri
Penerus estafet perjuangan

Jangan lengah oleh gemerlap dunia
Karena perjuangan itu berat


Selamat Hari Anak Nasional
23 Juli 2016



Minggu, 26 Juni 2016

Anak-anak Senja di Masjid Al-Huda

Masjid Al-Huda Desa Wonokromo, beberapa tahun yang lalu
dok.pribadi
Masa kecilku dulu, tak pernah lepas dari kegiatan di masjid Al-Huda Desa Wonokromo, Mojotengah, Wonosobo.  Dulu masih jarang penduduk yang memiliki Televisi, sehingga jika ingin menonton kami akan datang ramai-ramai ke tempat si empunya TV. Saat adzan menjelang, TV akan dimatikan dan kami pun ‘diusir’. Rumah-rumah pun belum semuanya benderang karena lampu listrik, termasuk dirumahku yang masih menggunakan senthir (lampu minyak).

Sabtu, 25 Juni 2016

Mendidik Anak Menjadi Hafidz Qur’an




Bismillahirrahmanirrahim,
Ayah Bunda, memasuki10 hari terakhir ramadhan, semoga ibadah kita tak tergoyahkan dengan segala kesibukan menyiapkan pernak-pernik idul fitri dan mudik bagi yang akan menikmati lebaran di kampung halaman.
Ramadhan syahrul qur’an atau ramadhan bulannya alqur’an karena di bulan ini juga Al-qur’an pertama kali diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui perantara sang pembawa wahyu, Malaikat Jibril.

Selasa, 14 Juni 2016

Perempuan Sebagai Pelopor Mewujudkan Generasi Berkualitas, FGD Perempuan Membahas Kekerasan Terhadap Anak


Kasus pelecehan dan pembulian dilakukan oleh seorang anak laki-laki kelas 3 SD terhadap sepuluh teman sekelas perempuannya. Mereka berstatus siswa di sebuah SD di pinggiran Kota Semarang. Kejadian tersebut ditemukan ‘tanpa sengaja’ oleh aktivis LSM yang tengah melakukan pendampingan terhadap siswa kelas 4 hingga kelas 6.
Setiap jam istirahat, siswa tersebut ‘menggilir’ teman-teman perempuannya. Pintu kelas ditutup lalu dibantu teman laki-laki yang lain yang memegangi perempuannya, ia (maaf) menindihnya tanpa membuka baju.
Setelah diusut dan diinterogasi, rupanya si anak sering menonton VCD porno di rumahnya. Ia tinggal bersama neneknya yang hobi menonton blue film saat si cucu tidur. Rupanya, cucunya yang diketahui tidur itu ikut ‘mengintip’ aktivitas neneknya sehingga saat si nenek bekerja (menjadi pengemis) si anak memanggil teman-temannya dan menonton bersama.
***
Di tempat yang lain, masih di bilangan Semarang;

Rabu, 01 Juni 2016

Hasna Periksa ke Dokter Bedah di R.S Roemani Semarang

Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda.
Bagi orang tua, saat anak sakit adalah saat yang paling berat.  Melihat si-kecil yang kurang aktif seperti biasanya sudah membuat hati bunda was-was. Terlebih jika saat sakit dia biasanya akan lebih lengket dengan bunda dan meminta perhatian penuh. Pikiran tidak tenang, dan bisa jadi pekerjaan rumah pun menjadi terbengkalai.
Tak bisa dipungkiri, hal ini bisa membuat bunda stress. Solusinya tentu segera menemukan penyebab sakitnya si-kecil lalu melakukan treatmen secara tepat baik perawatan di rumah maupun melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan.
Si-kecil Hasna, setiap harinya selalu aktif. Kelebihan energi, begitu saya menyebutnya. Sejak bangun tidur hingga tidur lagi ada saja tingkahnya. Bahkan sudah berbaring di tempat tidur pun masih melakukan ‘aksi’ ini-itu. fyuuh... rasanya kadang bersyukur karena punya anak aktif artinya anak saya berkembang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Di sisi lain (meskipun saya sudah belajar cuek dan menutup telinga dari cibiran orang di sekitar) terkadang tetap saja ada rasa sakit saat ada yang mengatakan ini-itu terhadap anak saya. Hm.. maaf jadi curhat ya Ayah-Bunda J
Senang itu saat beberapa hari yang lalu si-Kecil kubawa menghadiri kajian dan dia lari ke sana kemari, beberapa ibu melirik dengan pandangan jengah. Tapi pembicara justru membiarkan anak-anak berlarian di sekitar beliau sambil mengatakan “Tidak apa-apa, Bu. Biarkan saja, namanya anak-anak. Saya punya anak 7 lho...” Terasa adem di hati, meskipun tetap saja saya harus ‘mengamankan’ #anugerahdarisurga itu.

Selasa, 24 Mei 2016

Mengatasi Kutu Rambut pada Anak

Jaman sekarang anak masih kutuan? Ih...! ibu-nya nggak becus ngurus mereka!
Ups! Ayah-Bunda pernah mendengar ucapan seperti ini? Hm.. tak perlu baper ya, anggap saja angin lalu yang sedikit kencang. Kita masih bisa melewatinya sambil lambai-lambai tangan dan kibas jilbab, hehe.
Kutu rambut memang sesuatu yang gampang-gampang susah. Gampang nyebarnya dan cukup susah membasminya. Seseorang (terutama anak) terkena kutu rambut bukan masalah tidak bersih atau ibunya tidak pandai ngopeni. Dalam banyak kasus, kutuan terjadi karena penularan yang begitu cepat dari satu orang ke orang lain terutama jika tidur bersama. Bahkan kontak hanya dengan memakai jilbab/mukena bergantian pun bisa menularkan benih kutu rambut.
Salah seorang kenalan bercerita anaknya terserang kutu rambut dan menular kepada adik-adiknya yang masih balita. Darimana si kakak ‘mendapat’ kutu? Ternyata dari acara menginap bersama teman sekolahnya. Mau bagaimana lagi? Menginap adalah salah sau program di sekolah si kakak yang bertujuan mengeratkan hubungan sesama teman sekaligus belajar beribadah sejak dini. Masalah kutu adalah efek samping yang tidak diinginkan tapi bukan masalah utama, karena bisa diatasi. Lebih baik mengatasi kutu rambut daripada harus membatasi anak saat bersosialisasi dengan teman-temannya, begitu kata teman saya.

Selasa, 10 Mei 2016

Memilih Camilan Sehat untuk Buah Hati

Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda..
Apa kabar, semua? Semoga sehat ceria selalu dan semangat membersamai buah hati.
Ayah Bunda sering nggak sih ‘kecolongan’ si-Kecil makan camilan atau jajanan sembarangan? Hm... kalau sudah begini rasanya galau sekali ya? Khawatir dengan kondisi dan sistem pencernaandan imunnya yang belum seperti orang dewasa. Selain itu, banyak jajanan yang membuat si-Kecil ketagihan padahal mengandung banyak zat aditif seperti pewarna, pemanis, pengawet, dll.
Jadi bingung nggak sih bagaimana memilih camilan untuk si-Kecil? Saya iya lho Ay-Bund... apalagi dekat rumah ada warung dan si-Kecil sudah paham kata ‘jajan’. Harus waspada banget terutama saat memilih jajanan yang aman untuknya.
Paling aman tentu saja camilan homemade, berkerasi dengan bahan-bahan makanan yang sehat dan alami. Selain dibuat dan dihidangkan sepenuh cinta, bahagia rasanya saat si-Buah hati melahap makanan hasil jerih payah kita berjibaku di dapur.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih camilan/jajanan untuk si-Kecil:

Kamis, 21 April 2016

Wisata Edukasi di Cimory on The Valley Bawen Semarang


Assalamu’alaikum, Ayah Bunda.
Masih bingung, mau wisata ke mana bersama anak-anak? Jika ada waktu sedikit longgar, wisata ke Cimory on The Valley Bawen Semarang bisa menjadi alternatif yang menarik. Di sini, selain bisa wisata kuliner dan belanja, ada wisata edukasi dengan melihat peternakan dan kebun yang di sediakan.
Cimory on The Valley Bawen Semarang berada di Jl. Raya Semarang – Solo. Tepat di pinggir jalan dan tidak jauh dari terminal Bawen. Jika dijangkau dari Kota Semarang hanya memakan waktu sekitar 45 – 60 menit.
Masuk ke area wisata Cimory, kita akan disambut oleh patung sapi yang berada tepat di tengah jalan. Ramah sekali dia menyambut para pengunjung *yaiyalah, patung ini*. Di sebelah kirinya ada toko pusat oleh-oleh yang menyediakan berbagai jenis makanan dan camilan khas, souvenir serta hasil olahan susu sapi produk asli Cimory. Hm... langsung terbayang rasa susu segar dan minuman yoghurt-nya.

Jumat, 08 April 2016

Membuat Kreasi BUSY MAT dari Kain Flanel

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda.
Masih bersemangat membersamai si-Kecil bermain kan?
Masih seputar flanel, setelah sebelumnya membuat Tutorial Playing Mat dari Kain Flanel, kali ini membuat mainan serupa yang bertujuan agar anak-anak sibuk. Apakah itu? This is it! BUSY MAT! Nama ini saya karang sendiri sih, karena memang ide awalnya bukan membuat mainan seperti ini.
Rencananya mau membuat puzzle binatang, lalu ditempel kreasi lain supaya banyak yg bisa dimainkan. Ternyata sambil membuat jadi revisi sana sini dan jadilah Busy Mat yang isinya puzzle kebun binatang (hewan darat dan air) dan mobil-mobilan, angka, huruf, dan kancing.
Proses membuat mainan ini sebenarnya tidak memakan waktu lama jika fokus mengerjakannya. Tapi karena saya mengerjakan di sela-sela waktu momong Hasna. Meskipun waktu itu lebih banyak di pegang eyang kakungnya yang sedang pulang tapi ada waktu-waktu maunya nempel bunda sehingga proyek ini teralihkan. Pun dinomorduakan dari rutinitas blogging yang sedang banyak deadline. Jadilah sekitar sepekan mainan itu selesai dibuat. Bahan-bahannya pun akhirnya tidak semua bisa difoto karena terus bertambah dan beli berkali-kali.

Minggu, 03 April 2016

Liburan Hemat Bermanfaat: Menjelajah Taman di Kota Wonosobo



Assalamu’alaikum, Ayah Bunda. Selamat menikmati akhir pekan dan quality time bersama keluarga.
Pernahkah Ayah-Bunda mengalami kejenuhan luar biasa lalu mengatakan pada diri sendiri “Saya kurang piknik” dan semacamnya?! Well, bisa jadi memang benar. Kurang refreshing setelah berjibaku dengan rutinitas yang itu-itu saja dan menjemukan selama weekdays membuat otot tegang dan emosi meninggi. Weekend adalah saat yang tepat untuk membangun kembali kedekatan dengan keluarga sekaligus melemaskan otot dan pikiran.
Saat awal bulan dan baru menerima gaji, tak ada salahnya untuk memilih tempat berlibur yang nyaman dengan mengeluarkan cost lebih asal ada anggarannya. Jika tidak ada, tak perlu berkecil hati karena banyak peluang untuk liburan dengan biaya yang sedikit.

Rabu, 23 Maret 2016

[TUTORIAL ] Membuat DIY Playing Mat dari Kain Flanel

Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu’alaikum Ayah-Bunda,
Apa sih yang Ayah Bunda rasakan saat membuat sendiri mainan untuk ananda tercinta lalu mereka antusias bermain?! Hm.. pasti puas dan bahagia kan?! Bahagia yang sederhana tapi sangat layak dinikmati.
Saya pun begitu lho, meskipun terbilang jarang membuat mainan sendiri karena rempong dan sering tidak ada ide (ish. Alasan aja, jangan ditiru ya, ide sebenarnya bertebaran dimana-mana. Tinggal googling langsung terpampang jelas berbagai macam permainan anak yang sesuai dengan tumbuh kembangnya).
Beberapa waktu yang lalu di grup Rumah Main Anak, bunda Julia Sarah founder RMA memosting mainan putra pertamanya, Kenzie. Disana terlihat Kenzie sangat senang dan asyik bermain dengan playing mat. Saya pun langsung tertarik dan memperhatikan dengan jelas setiap detail gambarnya.
Setelah itu, ngobrol-ngobrol dengan buliknya Hasna yang memang sejak dulu kreatif dan suka membuat macam-macam kerasi. “Bisa Bun aku bantu buatin itu” katanya. Dalam hati bersorak dong, ada yang mau bantuin bikin mainan untuk Hasna. Hihi. Mumpung pulang kampung ini :D
Setelah memeperhatikan lagi gambar Bunda Sarah, kami pun googling ‘playing mat’ dan menemukan berbagai macam kreasinya. Ada yang jalannya berkelok-kelok, ada yang membuat per tema (misalnya home, traffic, garden, animal/zoo, dll) diputuskan kami akan membuat tema umum city tour saja supaya cukup membuat satu playing mat tapi ada banyak bahan untuk bermain dan bercerita.
Nah, Ayah Bunda juga bisa membuat sendiri dirumah dengan mudah. Bagaimana caranya? Stay tune..!
Yang kita perlukan adalah alat dan bahan, yaitu sebagai berikut:
  1. 1m Kain flanel warna hijau tua (untuk dasar playing mat) biasanya di toko alat jahit/aksesoris menyediakan kain flanel dengan pilihan ukuran mulai 1m hingga potongan kecil 25x25cm.
  2. Kain flanel aneka warna untuk membuat isi playing mat (Hitam, putih, dan warna lain menyesuaikan)
  3. Gunting
  4. Penggaris
  5. Lem tembak dan tembakannya
  6. Spidol atau balpoin
  7. Jarum dan benang jahit warna hitam dan warna kontras dengan kain

Cara membuatnya:
Pertama, siapkan kain flanel hitam, potong selebar 6cm untuk membuat jalan raya. Panjangnya menyesuaikan dengan lebar kain alas. Untuk tema umum sepeti yang kami buat, siapkan sebanyak empat potong.
Kedua, siapkan pola-pola untuk mengisi playing mat. Contohnya: bangunan masjid, rumah, sekolah, taman, dll. Buat pola sederhana dengan kain flanel aneka warna yang menggambarkan bangunan-bangunan yang diperlukan.
contoh pola: 

Garden: Danau, pohon, rumput dan bunga kecil

Stasiun 

Perumahan, warna bisa sesuai selera

Kantor Pos dan Rumah Sakit

Masjid, Sekolah, dan Perpustakaan

Setelah semua pola siap, aplikasikan di atas kain flanel dasar, pastikan tidak ada yang kurang dan masing-masing sudah pas.
Setelah itu, panaskan tembakan lem yang telah diisi lem, bubuhkan lem sedikit demi sedikit lalu tekan-tekan agar merekat kuat
Terakhir, beri nama di tiap bangunan dengan spidol atau dijahit tangan.
Voila! 
Ini dia hasil membuat playing mat dari kain flanel

Oia, bagi Ayah Bunda yang suka menjahit, bisa juga lho memanfaatkan kain bekas dan perca yang ada dirumah untuk membuat playing mat ini. Seru dan mudah bukan?
Selamat mencoba di rumah dan bermain dengan ananda! semoga bermanfaat J
*Mohon maaf, waktu membuat cukup terburu karena harus segera pulang ke Semarang jadi banyak yang tidak terfoto. Jika ada yang kurang jelas bisa tanya di komentar atau lewat socmed :) 

Jumat, 18 Maret 2016

Fabulous February Is Turning Two: An Owesome Birthday Bash

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda..
Penting nggaak sih kira-kira mengikuti berbagai forum dan menjadi mama sosialita?! Hihi. Kalau bagi saya sih cukup penting apalagi sosialita yang positif menyangkut tumbuh kembang anak. Memangnya ada sosialita yang negatif? Hm.. mungkin *dalam pandangan saya saja sih*
Komunitas yang baik tentu isinya adalah tentang bagaimana mengaktualisasikan diri, saling mengingatkan dalam kebaikan, meningkatkan hobi menjadi sesuatu yang bermafaat, mendapat pengalaman baru dan teman baru, dll yang tidak hanya sekedar rumpi-rumpi cantik. Setuju?!
Beruntung sekali saya bisa bergabung dalam sebuah forum di #The Urban Mama yaitu Birth Club. Awal bergabung sih masih gagap dan bingung sebenarnya ini forum mau ngapain sih? Begitu kira-kira. Tapi makin lama makin cinta karena banyak hal yang sering menjadi diskusi panjang dan meskipun belum pernah bertemu dan terpisah jarak kami merasa sangat dekat satu sama lain dan saling support.
Well, terkadang seorang ibu memang hanya butuh teman curhat yang mau mendengarkan keluh kesahnya (meskipun utamanya tetap sama Allah, suami dan diary, terkadang butuh juga didengarkan oleh sesama perempuan yang diharapkan bisa memberikan feedback). Oke.. sekali lagi karena wanita ingin dimengerti dan didengar, itu saja. Meskipun ramai di forum tapi bahasan kami juga tidak membawa masalah-masalah pribadi yang tidak seharusnya diketahui banyak orang. Intinya, masing-masing sudah punya batasan sendiri tentang mana yang boleh di-share dan tidak.
Ehm, malah bahas macam-macam nih, maafkan ya Ayah-Bunda.. *senyum* ada banyak birthclub (BC) di bawah The Urban Mama (TUM) dan salah satunya adalah BC kami, anak-anak yang lahir pada bulan Februari 2014. So, selalu ada yang special di bulan Februari.
Apa yang special bagi kami di TUM BC Februari di 2016 ini? Tentu saja karena tahun ini buah hati kami menginjak usia 2 tahun. Wow! Bukan bayi lagi statusnya sudah jadi toddler! Amazing untuk melihat dan mendampingi tumbuh kembang mereka selama dua tahun ini. Untuk merayakan moment khusus yang sekaligus sebagai ajang temu kangen maka kami sepakat mengadakan 2nd Anniversary Birhday Bash TUM Birth Club February 2014 dengan tema Fabulous February is Tunrning two: Let’s Celebrate TWO The Jungle.
Kami menyiapkan acara itu mulai bulan Oktober 2015. Persiapan yang terbilang singkat untuk sebuah perhelatan besar. Pasti terbayang dong bagaimana riuhnya persiapan itu, sampai smartphone berbunyi setiap saat menandakan pesan masuk membahas acara, mencari sponsor, penanggung Jawab, dll. Ah, jadi rindu masa-masa itu. Well, berkat perjuangan keras mereka akhirnya terwujud juga birthday bash kami.
Big thanks and hug buat koordinator kami, Iva Ummu Azka yang rajin gerilya menjaring member Birth Club yang selama ini sudah masuk di forum TUM tapi belum masuk di grup Whatss App kami, hingga tercatat ada 29 bunda yang antusias dengan acara, meskipun sebagian berhalangan hadir karena kendala jarak dan waktu.
Finally, tanggal 14 Februari 2016 bertempat di Ciao Bimbi Pre School and Daycare di Jakarta Selatan, kami sukses mengadakan acara bertema jungle itu dengan kehadiran kurang lebih 16 bunda beserta keluarga.
Para peserta disambut dengan area photobooth untuk mengisi waktu sebelum acara dimulai. Cheers! Bunda! Selamat berfoto dengan Ayah dan buah hatinya ya. Ini akan menjadi kenangan luar biasa kelak.  Terimakasih banyak untuk Rizka Mama Azzam atas dedikasinya yang luar biasa membuat desain photobooth yang keren ini. Tak lupa untuk Tiwi Mama Ingga yang telah membuat kaleidoskop keren yang juga akan menjadi kenangan buat kami dan anak-anak kelak. *kemudianmewek*
Cheers!
Ini baru keseruan sebelum acara, lho Ayah Bunda.. keseruannya tentu masih panjang. Peserta yang hadir sebagian besar baru bertemu saat acara ini, sehingga harus kenalan lagi dan berbasa-basi lagi meskipun di grup sudah terasa sangat akrab. Anak-anak pun senang bertemu banyak teman dan kakak-kakak.
FabFeb Mama
Membuka acara, ada performance tari dari adik-adik yang lucu menggemaskan anak didik Ciao Bimbi. Para toddler yang berulang tahun pun antusias dan sangat terhibur menyaksikan persembahan ini.
Dance Performance By CiaoBimbi
Untuk membuat acara lebih special ada nuansa sharing ilmu tumbuh kembangnya, kami juga mengundang seorang praktisi pendidikan anak yaitu Kak Yuni Widiastuti, M.Psi yang menyampaikan tentang Early Science For Kids. Kami para orangtua sangat tertarik dan antusias dengan paparan dari Kak Yuni. Ia menyampaikan tentang berbagai ketrampilan dasar yang bisa diajarkan kepada balita mulai dari keterampilan bertanya, observasi, interpretasi, hingga memecahkan masalah sederhana. Selanjutnya Kak Yuni memberikan beberapa eksperimen yang melibatkan anak meskipun akhirnya berhenti di tengah jalan karena para toddler sudah berlarian kesana kemari. Maklum ya, Ayah Bunda.. memang masa-masa mereka sedang berkesplorasi dan sangat aktif bergerak.  
Sharing 'Early Science For Kids'
Puncaknya, FabFeb Toddler bersama ayah bundanya menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, tiup lilin dan potong kue ultah.
Senang sekali melihat keceriaan anak-anak bertemu dengan teman sebayanya dan bermain bersama. Para bunda pun tak kalah senang karena bisa bersilaturrahim dengan banyak orang yang selama ini hanya bercengkerama di dunia maya.
Acara puncak
Selama persiapan, terasa sekali kehangatandan kekeluargaan para anggota Birth Club. Di tengah kesibukan masing-masing, semua tetap aktif menyumbangkan ide, tenaga, dan bahkan materi pendukung untuk bisa mewujudkan acara ini agar makin berkesan. Bersyukur kami mendapat support dari banyak pihak mulai dari event organizer, venue, urusan cetak mencetak, menu yang lezat-lezat hingga semua ludes, dekorasi dan dessert table yang cantik, aneka permainan yang membuat anak-anak betah bermain, hingga beragam goodie bag dan doorprize yang tidak selesai dibagi saat acara karena begitu banyaknya *para bunda hepi sekali*. Tak lupa tentu saja terimakasih untuk ketulusan dan kerja keras semua member TUM BC Feb 2014.
Terimakasih yang istimewa untuk The Urban Mama yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan birthday cake yang so yummy…..

Anak-anak yang bermain seru sekali
Bunda yang rumpi cantik
venue yang keren
Kue ultah yang yummy
Goodies yang bikin hepi
Terimakasih banyak kepada para sponsor pendukung acara Fabulous February Birthday Bash yaitu ACIDWERK, AGRICREATIVESHOP, ALBEMAMA, ALMEERA MATERNITY SHOP, ARQ BUTIK, AYAHBUNDA, BABY RASH SHOP, BABY BRITS, BATHI, BILNA.COM, BLASTACAKE, BOOKSBYADDEVA, BUAH HATIKU, BUTIK QUEENA, CIAO BIMBI PRESCHOOL & DAYCARE, CMP2, COCOPOP CRAFTS, EIGHTPEOPLE, FROJUZZ, HANDMADE NATION, IKHWAN YOGHURT, ITSY BITSY COOKIES, KABS’ BALMUT, KADOTJES, KIDDOBABY, KIDDYCUTS, KURMA ROYAL DATES, LITTLE ILMA, MADUJI, MAKARONI NAFIADH HOUSE, MAMIBELLE, MAMIGAYA, MANDORLE, MAOO SHOES, MILLIECAKERY, MINIMAX, MOMMINA, MONCHERI, MOTHERCARE, ELC, MYLITTLE CASA, NGKEII CRAFT, NYONYA LUXE, NYONYA NURSING WEAR, PLAYONPOP, AQUILAHERB, SALMA BABY & KIDS SHOP, THE URBAN MAMA.
Terimakasih Untuk Semua Sponsor
Akhirnya, Happy 2nd anniversary to our February kids, hope your future always fabulous. Semoga selalu sehat, tumbuh cerdas, kuat, berprestasi, shalih/ah dan menjadi kebanggaan untuk ayah dan bunda.
Semoga ikatan persaudaraan dan kebersamaan ini langgeng hingga anak-anak dewasa kelak. Aamiin....
We Are The FabFeb Kids


Selasa, 15 Maret 2016

Serunya Bermain dan Belajar di Sensory Playdate RMA Semarang

Panitia dan Peserta acara
Sensory Playdate Rumah Main Anak Semarang
Assalamu’alaikum,
Ayah Bunda mungkin akhir-akhir ini sering mendengar  tentang Rumah Main Anak atau RMA? Penasaran dengan RMA? RMA adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh Bunda Julia Sarah Rangkuti yang bertujuan untuk mengajak para orangtua agar memahami perkembangan anak usia dini serta memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia dan milestone pertumbuhan si kecil. Komunitas ini berorientasi pada perkembangan anak usia dini dan menstimulasinya melalui permainan.
Kenapa harus lewat permainan? Karena dunia anak adalah dunia bermain sehingga lewat dunia mereka lah kita sebagai orangtua menciptakan bonding sekaligus menstimulasi tumbuh kembang mereka supaya sesuai dengan usianya.
Setelah sukses dengan launching buku RMA 1 di Jakarta, menyusul pula Playdate serupa di beberapa daerah.  Ayah-Bunda yang tergabung dalam komunitas RMA yang berdomisili di Semarang dan sekitarnya pun tak ingin ketinggalan untuk mengadakan kegiatan yang sama agar bisa menjadi sarana untuk silaturrahim sekaligus belajar tentang permainan anak terutama sensory play dan sensory Bin.
Sensory Playdate RMA Semarang, itulah tajuk acara yang dibuat oleh panitia. Hari Sabtu, 12 Maret 2016 bertempat di De Lasco Cafe Banyumanik. Panitia memilih cafe ini karena cukup representatif untuk acara indoor dan tepat di sebelahnya ada taman bermain yang bisa digunakan untuk permainan outdoor. Keseluruhan acara sangat menarik mulai dari bermain sensory games sekeluarga, Meet and Greet Founder sekaligus penulis Buku Rumah Main Anak Bunda Julia Sarah Rangkuti, Book signing, dan sharing aktivitas sensory play.
Bagaimana keseruan acaranya? Simak yuk, Ayah Bunda.
MC membuka acara pada pukul 09.15, dengan peserta yang hampir memenuhi ruang meeting De Lasco Cafe yaitu sekitar 19 keluarga dengan personil 2-4 orang masing-masing keluarga. Hebohnya pasti karena Ayah-bunda mengajak anaknya mulai usia 0 tahun. Setelah itu MC langsung mengajak peserta menuju lokasi permainan yang telah disiapkan yaitu di taman.  Semua permainan yang dibuat oleh panitia bertujuan untuk menstimulasi 7 indera anak,  meningkatkan bonding ayah ibu anak, dan belajar dg bermain.
Permainan yang disediakan oleh panitia mencakup berbagai permainan yang menstimulai morotik, kognitif, dan sensory anak. Ada lima pos permainan yaitu: melewati garis zigzag dan terowongan, merasakan dan mencium bumbu dapur, merasakan perbedaan bunyi dan bentuk biji-bijian, tebak puzzle buah, dan permainan sensory play dengan kain, oobleck dan waterbeads.
Berjalan mengikuti alur zigzag
Asyik sekali melihat anak-anak bermain bersama ayah- bundanya. Misalnya di pos mencium bumbu dapur, Ayah dan Bunda mengajak anak untuk mencium dan mencicipi macam- macam bumbu dapur. Panitia menyediakan gula, garam, kunyit bubuk dan ketumbar bubuk. Ayah Bunda bisa melakukan permainan ini dirumah dengan beragam bumbu dapur lainnya yang tersedia. Permainan ini akan merangsang indera penciuman sikecil. Mudah dan mengasyikkan bukan?.  
"Ayo dicium, Sayang.. ini ketumbar bubuk," kata Bunda 
Anak-anak pun sangat menyukai messy play seperti oobleck yang dibuat oleh panitia. Mereka akan penasaran kenapa saat berada di wadah terasa kering tetapi saat dipegang tiba-tiba meluncur sendiri dari tangannya. Atau bereksplorasi dengan waterbeads yang dingin, licin, dan warnanya mencolok, pasti mereka penasaran ingin memecahkan waterbeads tapi bulatan-bulatannya malah meluncur saat dipegang.  
Sensory play time
Wah, menyenangkan sekali melihat anak-anak bersama orangtuanya masing-masing bermain dengan sangat seru. Terlebih panitia membolehkan anak-anak untuk mengeksplor lebih dalam pos permainan mana saja setelah seluruh peserta melewati semua pos. Jika tidak dibatasi waktu, pasti ingin terus-terusan bermain apalagi mereka bertemu dengan banyak anak seusianya.
Assyiik! ayo aduk terus isi baskomnya :)
Setelah itu, semua peserta membersihkan diri dan melanjutkan lagi acara indoor sharing bersama Bunda Julia. Alhamdulilah, sangat bersyukur beliau bisa menyempatkan diri datang ke acara ini dan bertemu dengan member RMA yang berdomisili di Semarang dan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan materi tentang sensory play dan sensory bin, yang permainannya baru saja dilakukan oleh peserta.
Permainan sensori atau biasa disebut dengan sensory play adalah permainan yang mendorong anak-anak untuk menggunakan satu indra atau lebih, seperti indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan juga perasa. Sensory play sering disebut juga messy play (main kotor-kotoran). Pada dasarnya, permainan sensori adalah permainan yang mengaktifkan indra-indra si kecil. Selain kelima indra tersebut, ada pula dua indra lainnya, yaitu indra vestibular dan indra proprioseptif (Lengkapnya bisa Baca Sensory Play Oleh Bunda Julia Sarah dan Sensory Bin Oleh Bunda JuliaSarah)
Manfaat dari permaian ini sangat banyak, diantaranya adalah menstimulasi perkembangan kognitif anak, menegmbangkan kreativitas dan motorik halus/kasar, serta mengajarkan kepada anak untuk bisa mengontrol diri mereka sendiri.
Contoh permainan sensori ini banyak sekali, misalnya: menebak bunyi, mencium aroma, meraba tekstur benda, meniti papan kecil, melompat di atas trampolin/kasur, mengejar cahaya senter, memindahkan air dari satu ember ke ember lain, mencocokkan benda dengan bayangannya, dan sebagainya. Permaiannya pun bisa sesederhana mungkin dan bisa dilakukan dirumah.
Bunda Julia juga mencohtohkan berbagai permaianan sensori  yang telah dilakukan bersama dua buah hatinya, Kenzie dan Keisya. Menyenangkan sekali bukan?! Karena dengan peralatan sederhana yang ada di sekitar kita sudah bisa membuat permainan yang menyenangkan dan menjadi bekal masa depan anak-anak.
Bunda Julia bersama Bunda Iis, ketua panitia
Alhamdulillah, kurang lebih 50 peserta menyimak dengan seksama penyampain dari Bunda Julia. Menjelang dhuhur acara telah usai, semua peserta pun sangat menikmati acaranya terutama anak-anak yang having fun dengan semua game. “Alhamdulillah acaranya luar biasa, tambah ilmu dan tambah saudara juga. Sangat berkesan untuk kami, terutama si Sulung yang having fun mengikuti semua games” kata drg.Emilia sebelum pulang. Beliau datang bersama suami dan kedua anaknya.
“Terimakasih untuk panitia hebat yang mengemas acara begitu menarik dan berbobot.” lanjut Awwal Ummu Hafidz yang juga datang berempat bersama suami dan dua jagoannya.  
Tentunya, kegiatan yang telah terlaksana tersebut masih jauh dari sempurna terlebih panitia yang hanya segelintir dan waktu yang terbilang sangat singkat untuk menyiapkannya. Banyak evaluasi mulai dari pemilihan tempat, games, sampai rundown acara meskipun keseluruhan acara berjalan dengan baik. Terimakasih banyak kepada rekan-rekan panitia yang telah berjuang keras untuk acara tersebut. Juga untuk tim relawan dari mahasiswi Poltekkes Semarang dan moderator seorang mahasiswi FKM Undip.
Terimakasih banyak untuk semua sponsor dan semua pihak yang telah berpartisipasi hingga suksesnya acara Sensory Playdate RMA Semarang.
Terimakasih banyak kepada sponsor
Semoga lain waktu bisa diadakan lagi playdate RMA Semarang dan sekitarnya dengan persiapan yang lebih matang, acara yang lebih menarik dan peserta yang lebih banyak. Selamat bermain bersama anak-anak, Ayah-Bunda.

Salam.. 
Berfoto bersama di akhir acara