Kamis, 18 Februari 2016

Serunya Belajar Sambil Bermain Bersama Petualangan Boci


Assalamu’alaikum, Ayah Bunda... apa kabar?
Apa agenda akhir pekan yang menyenangkan bersama keluarga? Quality time? No gadget? Jalan-jalan? Shopping? Bertualang? Kalau pas ngumpul keluarga sih biasanya nggak kehabisan ide untuk bersibuk dan berbagai kegiatan, meskipun hal kecil seperti membaca buku bersama atau sekedar menemani anak mengerjakan PR sekolah. Tapi, saat weekdays terkadang sedikit membosankan, maka Bunda pun harus kreatif memberikan berbagai mainan untuk sikecil.
Sebelumnya mau tanya dulu deh, Ayah-Bunda yang punya anak batita apakah sering menggunakan gadget sebagai media belajarnya? Memang ya, semuanya serba mudah sekarang ini. Belajar mengenal warna, lagu, membaca, berhitung, dll tinggal pasang gadget lalu cari di youtube semua tersedia dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Meskipun begitu, tentu ada kekurangannya ya, sehingga jangan sampai terus-terusan anak terpampang layar smarphone. Selain bernahaya untuk kesehatan mata, juga bisa menghambat perkembangannya. Banyak pakar yang mengatakan anak usia 0-2 tahun jangan dibiasakan melihat gambar bergerak (video).
Untuk Hasna, saya tidak bisa full mencegahnya dari menonton video, hanya bisa membatasi. Ayah_bunda yang lain bagaimana? Semuanya dikembalikan ke masing-masing ya, sudah tahu kekurangan dan kelebihannya.
Nah, berikut tips jika ayah-Bunda akan mengajak siKecil menonton atau bermain dengan gadget
Pertama, jika memungkinkan atur smartphone dalam kids mode. Hal ini adalah tindakan preventif agar anak tidak membuka atau membeli aplikasi yang tidak dibutuhkan. Anak-anak masih sering asal klik kan? Apalagi saat mereka tertarik dengan segala sesuatu yang ada di layar.
Kedua, redupkan cahaya di layar gadget. Ini bertujuan agar mata si kecil tetap terjaga dan tidak cepat lelah. Sering-sering kena cahaya biru di layar bisa bikin matanya rusak, jadi kudu waspada.
Ketiga, perhatikan aplikasi yang akan digunakan, apakah sesuai dengan usianya atau tidak. Jangan sampai anak terlalu banyak melihat video yang tidak sesuai dengan tumbuh kembangnya.
Dua pekan yang lalu, saya mengunduh sebuah aplikasi bernama Petualangan Boci. Awalnya tahu tentang Boci ini atas rekomendasi teman karena siKecil sudah berusia dua tahun. Ada yang penasaran sama Boci?!  
Boci tersedia di playstore android; jadi bagi pengguna operating system yang lain masih belum bisa. Tapi memang lebih banyak orang Indonesia yang menggunakan sistem android di smartphone-nya. Jika ingin mengunduh aplikasi ini caranya sangat mudah.
Pertama, masuk ke playstore. Lalu cari dengan kata kunci ‘petualangan boci’
Kedua, pilih aplikasi yang diinginkan, karena petualangan boci sudah memiliki beberapa seri yaitu:
  • Petualangan Boci: Warna 
  • Boci Theme Park: Carnival 
  • Boci Trace: Alphabet
  • Boci Play Hide And Seek
  • Boci Play: Connect The Dots
  • Sight Words: Reading Games 

Ini dia seri si lucu Boci 
Saya memilih seri Alphabet karena si-Kecil suka sekali menyentuh touch screen, biar makin seru main-mainnya meskipun untuk anak seusia Hasna masih sebatas perkenalan. 
Oia, Ayah-Bunda jangan lupa juga membaca setiap petunjuk yang ada di aplikasi oleh Rolling glory ini. 
Parent Note. sangat bermanfaat sebagai panduan
Ketiga, pasang aplikasi ini, setelah itu bisa langsung digunakan.
Waktu itu saya pasang saat menjelang imlek, dan tampilan petualangan boci alphabet pun dengan nuansa merah dan barongsai. Menarik karena si-Kecil belum pernah melihat langsung pertunjukan barongsai.
Tampilan depan dengan nuansa imlek.
bendera bulat di pojok kanan, ya.. itu untuk mengganti bahasa pengantar
Menariknya, bisa dibuka dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jadi sangat memudahkan buat keluarga yang sehari-hari mengajarkan anaknya dengan bahasa pilihan masing-masing. Cara memilih bahasa ini adalah lewat gambar bendera yang tertera di pojok kanan atas halaman pertama.
Pilih kendaraan, lalu ayo main!
Setelah itu, bisa langsung mengikuti petunjuk dan biarkan sikecil bermain. Tapi tetap harus ditemani dan diawasi, ya Bunda.. untuk seri alphabet ini permainannya cukup mudah dan menyenangkan. seru sekali pastinya bermain bersama si-Kecil. 
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang aplikasi ini, Ayah-Bunda bisa membuka web resmi Petualangan Boci di sini, dan untuk seri-seri lain boci bisa dilihat disini.
Selamat bermain dan belajar besama buah hati,

Salam, 

Lihat, Hasna keasyikan mainnya. serius banget kan wajahnya? :)

Ini tampilan kalau kita memilih kendaraan kereta,
kadang muncul kucing lucu dibalik rerumputan

Ayo, kita berlayar di laut biru

wuuuuss!! horee!! Naik pesawat bersama Boci ;) 

Selasa, 09 Februari 2016

Belajar Pendidikan Sex Islami bersama ‘Selebriti’

Ehm. Serius nih, belajar Sex Islami sama selebriti?! Siapa gitu seleb-nya?
Nah, penasaran kan, sama seleb yang satu ini?! Beliau tuh seleb nya para emak dan orang tua yang ingin jadi ortu shalih untuk anak-anak mereka. Sebelum menuntut punya anak shalih, kita-nya juga kudu shalih dulu kan, Ayah-Bunda?.
Sejak masih lajang dan tinggal di Wonosobo (sekitar tahun 2012) di sana sudah ramai memperbincangkan si seleb ini. Sayangnya, waktu itu saya belum berkesempatan untuk mengikuti training dengan beliau yang begitu ‘wow’ diceritakan oleh teman-teman saya.
Setelah hijrah ke Semarang, tahun 2015 mulai dengar beliau ngisi training di sekolah-sekolah dan makin aktif mengajak orang tua dengan membuat komunitas YUKJOS alias ‘Yuk Jadi Orangtua Shalih’.
Kata teman-teman sih kenapa beliau bisa jadi seleb dan idola para orangtua karena coaching bersama beliau itu asyik, santai, dan kita banget. Beliau juga selalu totalitas saat sharing; bagaimana beliau memeragakan seorang anak kecil yang nangis sampai guling-guling jungkir balik, teriak-teriak, dan lain-lain. Makin penasaran siapa beliau?! tak lain adalah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhory yang lebih akrab disapa Abah Ihsan.
Oalah... kirain siapa seleb-nya. Nah, gimana?! Setuju nggak Ayah-Bunda kalau kita sebut beliau itu selebriti? Meskipun jangan sampai mengidolakan berlebihan, ya.. boleh banget ko mencontoh beliau dalam pendidikan anak; tapi jika hasilnya belum seperti beliau kudu sadar juga kalau tiap anak itu punya keunikan masing-masing. Berusaha dan tak lupa berdo’a untuk anak-anak kita, ya kan?! Terlebih di saat ancaman LGBT makin gencar meracuni setiap orang baik orangtua maupun anak-anak. Kita harus mendekap mereka lebih erat, membekali mereka dengan pengetahuan yang benar dan mendampingi mereka saat mereka ingin tahu agar tidak mencari sendiri informasi terutama dari internet yang tidak bisa dibedakan mana yang benar dan yang tidak.
Alhamdulillah, sangat bersyukur akhirnya bisa juga bertemu dan mendengar kajian oleh Abah Ihsan yang diadakan oleh komunitas HSMN (Home Schooling Musim Nusantara) Chapter Semarang bertempat di Pesantren Saubari Bening Hati Tembalang . Bener lho, beliau seperti yang diceritakan teman-teman. Berikut oleh-oleh dari acara itu.
Oia Ayah-Bunda, sebelum Abah Ihsan mengisi materi inti tentang ‘Pendidikan Sex’ beliau mengingatkan untuk menjadi orang tua shalih, yaitu orang tua yang bisa mmebri manfaat baik untuk anaknya maupun untuk orang di sekitarnya.
Suasana diskusi dan silaturrahim HSMN
Nah, tentang pendiidkan sex, beliau memaparkan bahwa yang lebih tepat adalah menggunakan aksioma ‘Pendidkan Bersuci dan Pergaulan’ karena saat ini pendidikan sex identik dengan teori yang diadopsi dari barat yaitu sekedar ‘kesehatan reproduksi’ padahal dalam islam telah diatur yang lebih kompleks dari itu, menyeluruh dari hal yang paling sederhana sampai yang krusial.
Pendidikan sex mau tidak mau harus dibicarakan bersama anak karena hal itu adalah hal yang alamiah. Salah-salah jika anak tidak tahu mereka malah coba-coba. Na’udzubillah..
Selain itu, hal ini juga memang tabu dalam artian tidak boleh diumbar-umbar ke orang lain harus menjadi rahasia ‘dapur’ suami istri tetapi boleh dibicarakan pada tempatnya seperti memberikan pengertian kepada anak atau jawaban dan diskusi saat mereka bertanya.
Abah Ihsan menyebutkan dalam islam, pendidikan sex adalah bagian dari An-Nidzom Al-Ijtima’i (Adab-adab Pergaulan) dengan beberapa turunannya seperti hijab, janabat (ikhtilam dan haidh), dan isti’dzan.
Nah, berikut ringkasannya, Ayah_Bunda:
1.      Anak usia 0-7 tahun harus diberi pengertian dan pengenalan tentang jenis kelaminnya secara jelas (perempuan dan laki-laki), termasuk menyesuaikan dengan cara berpakaian anak. Jangan sampai anak laki-laki dipakaikan baju perempuan dan sebaliknya
Perasaan malu jika terlihat auratnya pun harus ditanamkan sejak dini, maka sejak usia 2 tahun usahana untuk membedakan toilet (maksudnya jika bepergian dan harus ke toilet, usahakan anak laki-laki bersama ayahnya dan sebaliknya)
Saat anak berusia 6 tahun jangan biasakan ia untuk dipangku oleh orang lain selain ayah- bundanya.
2.      Tentang ikhtilam (mimpi basah) dan haidh, paling lambat harus diberi tahu saat anak usia 10 tahun. Zaman sekarang sudah umum anak perempuan usia 10 th sudah baligh, sehingga orang tua harus menjelaskan sebelumnya, agar anak tidak takut/malu saat pertama mendapat haidh atau anak laki-laki mimpi basah.
3.      Ajarkan anak tentang isti’dzan (adab-adab meminta izin), Allah berfirman dalam Al-qur’an Q.S An-Nur ayat 58-59
58. Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah shalat Isya’. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
59. Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig (dewasa), maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Anak-anak harus meminta izin jika akan memasuki kamar orangtuanya, sebaliknya orangtua pun harus memberikan privasi kepada anak dan meminta izin saat akan memasuki kamar anak.
4.      Tentang hijab, tidak hanya berkaitan dengan hijab yang meutupi aurat tetapi juga hijab untuk memisahkan anak laki-kali dan perempuan.
Yang harus kita fahami, antara mahram pun tetap ada auratnya. Jangan sampai merasa bersama mahram lalu berpakaian seenaknya dan mengumbar aurat. Aurat tanpa ada batasan hanya untuk suami-istri.
Bunda ada yang dirumah suka pakai tanktop dan hotpants aja?  Hati-hati ya Bund, jangan sampai anak laki-laki bunda ‘bernafsu’ gara-gara itu. Pakaian yang begitu sebaiknya disimpan dan dipakai saat bersama suami di kamar saja.
Biasakan memisahkan antara laki-laki dan perempuan baik kamar, dalam majlis, dll kecuali dalam fasilitas umum yang tidak bisa kita cegah seperti kendaraan umum, pasar, dll.
Antar saudara laki-laki/perempuan pun harus ada batasan dan tidak boleh tidur dalam satu selimut. Sebaiknya, tidur satu ranjang untuk masing-masing anak jika tidak bisa usahakan ada pemisah agar tidak bersentuhan dan menimbulkan hal yang tidak diinginkan seperti LGBT. Na’udzubillah...
5.       Orangtua pun harus mengajarkan termasuk saat menerima tamu, istri/suami harus ditemani mahram nya jika tamu yang datang adalah non-mahram (perempuan rekan/saudara suami atau sebaliknya)
Begitu ringkasan dari materi yang disampaikan oleh Abah Ihsan, semoga yang sedikit ini memberi manfaat. Jika ada informasi yang kurang, semoga ada sahabat yang bersedia menambahi.
Ayah-Bunda penasaran dengan Abah dan ingin ikut trainingnya? Biasanya ada lho info tentang seminar atau training PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) dan PDA (Pelatihan Program Disiplin Anak). Untuk info lebih lanjut, Ayah-Bunda bisa mengunjungi auladi.net langsung, ya. Atau bisa menghubungi para alumnus PSPA/PDA di kota Ayah-Bunda.
Jaga anak-anak kita dari para ‘predator’ dan penghancur mental.
Semoga bermanfaat,  
Salam,
Foto bersama Komunitas Gandjel Rel


Foto Bersama sebagian peserta