Rabu, 23 Maret 2016

[TUTORIAL ] Membuat DIY Playing Mat dari Kain Flanel

Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu’alaikum Ayah-Bunda,
Apa sih yang Ayah Bunda rasakan saat membuat sendiri mainan untuk ananda tercinta lalu mereka antusias bermain?! Hm.. pasti puas dan bahagia kan?! Bahagia yang sederhana tapi sangat layak dinikmati.
Saya pun begitu lho, meskipun terbilang jarang membuat mainan sendiri karena rempong dan sering tidak ada ide (ish. Alasan aja, jangan ditiru ya, ide sebenarnya bertebaran dimana-mana. Tinggal googling langsung terpampang jelas berbagai macam permainan anak yang sesuai dengan tumbuh kembangnya).
Beberapa waktu yang lalu di grup Rumah Main Anak, bunda Julia Sarah founder RMA memosting mainan putra pertamanya, Kenzie. Disana terlihat Kenzie sangat senang dan asyik bermain dengan playing mat. Saya pun langsung tertarik dan memperhatikan dengan jelas setiap detail gambarnya.
Setelah itu, ngobrol-ngobrol dengan buliknya Hasna yang memang sejak dulu kreatif dan suka membuat macam-macam kerasi. “Bisa Bun aku bantu buatin itu” katanya. Dalam hati bersorak dong, ada yang mau bantuin bikin mainan untuk Hasna. Hihi. Mumpung pulang kampung ini :D
Setelah memeperhatikan lagi gambar Bunda Sarah, kami pun googling ‘playing mat’ dan menemukan berbagai macam kreasinya. Ada yang jalannya berkelok-kelok, ada yang membuat per tema (misalnya home, traffic, garden, animal/zoo, dll) diputuskan kami akan membuat tema umum city tour saja supaya cukup membuat satu playing mat tapi ada banyak bahan untuk bermain dan bercerita.
Nah, Ayah Bunda juga bisa membuat sendiri dirumah dengan mudah. Bagaimana caranya? Stay tune..!
Yang kita perlukan adalah alat dan bahan, yaitu sebagai berikut:
  1. 1m Kain flanel warna hijau tua (untuk dasar playing mat) biasanya di toko alat jahit/aksesoris menyediakan kain flanel dengan pilihan ukuran mulai 1m hingga potongan kecil 25x25cm.
  2. Kain flanel aneka warna untuk membuat isi playing mat (Hitam, putih, dan warna lain menyesuaikan)
  3. Gunting
  4. Penggaris
  5. Lem tembak dan tembakannya
  6. Spidol atau balpoin
  7. Jarum dan benang jahit warna hitam dan warna kontras dengan kain

Cara membuatnya:
Pertama, siapkan kain flanel hitam, potong selebar 6cm untuk membuat jalan raya. Panjangnya menyesuaikan dengan lebar kain alas. Untuk tema umum sepeti yang kami buat, siapkan sebanyak empat potong.
Kedua, siapkan pola-pola untuk mengisi playing mat. Contohnya: bangunan masjid, rumah, sekolah, taman, dll. Buat pola sederhana dengan kain flanel aneka warna yang menggambarkan bangunan-bangunan yang diperlukan.
contoh pola: 

Garden: Danau, pohon, rumput dan bunga kecil

Stasiun 

Perumahan, warna bisa sesuai selera

Kantor Pos dan Rumah Sakit

Masjid, Sekolah, dan Perpustakaan

Setelah semua pola siap, aplikasikan di atas kain flanel dasar, pastikan tidak ada yang kurang dan masing-masing sudah pas.
Setelah itu, panaskan tembakan lem yang telah diisi lem, bubuhkan lem sedikit demi sedikit lalu tekan-tekan agar merekat kuat
Terakhir, beri nama di tiap bangunan dengan spidol atau dijahit tangan.
Voila! 
Ini dia hasil membuat playing mat dari kain flanel

Oia, bagi Ayah Bunda yang suka menjahit, bisa juga lho memanfaatkan kain bekas dan perca yang ada dirumah untuk membuat playing mat ini. Seru dan mudah bukan?
Selamat mencoba di rumah dan bermain dengan ananda! semoga bermanfaat J
*Mohon maaf, waktu membuat cukup terburu karena harus segera pulang ke Semarang jadi banyak yang tidak terfoto. Jika ada yang kurang jelas bisa tanya di komentar atau lewat socmed :) 

Jumat, 18 Maret 2016

Fabulous February Is Turning Two: An Owesome Birthday Bash

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda..
Penting nggaak sih kira-kira mengikuti berbagai forum dan menjadi mama sosialita?! Hihi. Kalau bagi saya sih cukup penting apalagi sosialita yang positif menyangkut tumbuh kembang anak. Memangnya ada sosialita yang negatif? Hm.. mungkin *dalam pandangan saya saja sih*
Komunitas yang baik tentu isinya adalah tentang bagaimana mengaktualisasikan diri, saling mengingatkan dalam kebaikan, meningkatkan hobi menjadi sesuatu yang bermafaat, mendapat pengalaman baru dan teman baru, dll yang tidak hanya sekedar rumpi-rumpi cantik. Setuju?!
Beruntung sekali saya bisa bergabung dalam sebuah forum di #The Urban Mama yaitu Birth Club. Awal bergabung sih masih gagap dan bingung sebenarnya ini forum mau ngapain sih? Begitu kira-kira. Tapi makin lama makin cinta karena banyak hal yang sering menjadi diskusi panjang dan meskipun belum pernah bertemu dan terpisah jarak kami merasa sangat dekat satu sama lain dan saling support.
Well, terkadang seorang ibu memang hanya butuh teman curhat yang mau mendengarkan keluh kesahnya (meskipun utamanya tetap sama Allah, suami dan diary, terkadang butuh juga didengarkan oleh sesama perempuan yang diharapkan bisa memberikan feedback). Oke.. sekali lagi karena wanita ingin dimengerti dan didengar, itu saja. Meskipun ramai di forum tapi bahasan kami juga tidak membawa masalah-masalah pribadi yang tidak seharusnya diketahui banyak orang. Intinya, masing-masing sudah punya batasan sendiri tentang mana yang boleh di-share dan tidak.
Ehm, malah bahas macam-macam nih, maafkan ya Ayah-Bunda.. *senyum* ada banyak birthclub (BC) di bawah The Urban Mama (TUM) dan salah satunya adalah BC kami, anak-anak yang lahir pada bulan Februari 2014. So, selalu ada yang special di bulan Februari.
Apa yang special bagi kami di TUM BC Februari di 2016 ini? Tentu saja karena tahun ini buah hati kami menginjak usia 2 tahun. Wow! Bukan bayi lagi statusnya sudah jadi toddler! Amazing untuk melihat dan mendampingi tumbuh kembang mereka selama dua tahun ini. Untuk merayakan moment khusus yang sekaligus sebagai ajang temu kangen maka kami sepakat mengadakan 2nd Anniversary Birhday Bash TUM Birth Club February 2014 dengan tema Fabulous February is Tunrning two: Let’s Celebrate TWO The Jungle.
Kami menyiapkan acara itu mulai bulan Oktober 2015. Persiapan yang terbilang singkat untuk sebuah perhelatan besar. Pasti terbayang dong bagaimana riuhnya persiapan itu, sampai smartphone berbunyi setiap saat menandakan pesan masuk membahas acara, mencari sponsor, penanggung Jawab, dll. Ah, jadi rindu masa-masa itu. Well, berkat perjuangan keras mereka akhirnya terwujud juga birthday bash kami.
Big thanks and hug buat koordinator kami, Iva Ummu Azka yang rajin gerilya menjaring member Birth Club yang selama ini sudah masuk di forum TUM tapi belum masuk di grup Whatss App kami, hingga tercatat ada 29 bunda yang antusias dengan acara, meskipun sebagian berhalangan hadir karena kendala jarak dan waktu.
Finally, tanggal 14 Februari 2016 bertempat di Ciao Bimbi Pre School and Daycare di Jakarta Selatan, kami sukses mengadakan acara bertema jungle itu dengan kehadiran kurang lebih 16 bunda beserta keluarga.
Para peserta disambut dengan area photobooth untuk mengisi waktu sebelum acara dimulai. Cheers! Bunda! Selamat berfoto dengan Ayah dan buah hatinya ya. Ini akan menjadi kenangan luar biasa kelak.  Terimakasih banyak untuk Rizka Mama Azzam atas dedikasinya yang luar biasa membuat desain photobooth yang keren ini. Tak lupa untuk Tiwi Mama Ingga yang telah membuat kaleidoskop keren yang juga akan menjadi kenangan buat kami dan anak-anak kelak. *kemudianmewek*
Cheers!
Ini baru keseruan sebelum acara, lho Ayah Bunda.. keseruannya tentu masih panjang. Peserta yang hadir sebagian besar baru bertemu saat acara ini, sehingga harus kenalan lagi dan berbasa-basi lagi meskipun di grup sudah terasa sangat akrab. Anak-anak pun senang bertemu banyak teman dan kakak-kakak.
FabFeb Mama
Membuka acara, ada performance tari dari adik-adik yang lucu menggemaskan anak didik Ciao Bimbi. Para toddler yang berulang tahun pun antusias dan sangat terhibur menyaksikan persembahan ini.
Dance Performance By CiaoBimbi
Untuk membuat acara lebih special ada nuansa sharing ilmu tumbuh kembangnya, kami juga mengundang seorang praktisi pendidikan anak yaitu Kak Yuni Widiastuti, M.Psi yang menyampaikan tentang Early Science For Kids. Kami para orangtua sangat tertarik dan antusias dengan paparan dari Kak Yuni. Ia menyampaikan tentang berbagai ketrampilan dasar yang bisa diajarkan kepada balita mulai dari keterampilan bertanya, observasi, interpretasi, hingga memecahkan masalah sederhana. Selanjutnya Kak Yuni memberikan beberapa eksperimen yang melibatkan anak meskipun akhirnya berhenti di tengah jalan karena para toddler sudah berlarian kesana kemari. Maklum ya, Ayah Bunda.. memang masa-masa mereka sedang berkesplorasi dan sangat aktif bergerak.  
Sharing 'Early Science For Kids'
Puncaknya, FabFeb Toddler bersama ayah bundanya menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, tiup lilin dan potong kue ultah.
Senang sekali melihat keceriaan anak-anak bertemu dengan teman sebayanya dan bermain bersama. Para bunda pun tak kalah senang karena bisa bersilaturrahim dengan banyak orang yang selama ini hanya bercengkerama di dunia maya.
Acara puncak
Selama persiapan, terasa sekali kehangatandan kekeluargaan para anggota Birth Club. Di tengah kesibukan masing-masing, semua tetap aktif menyumbangkan ide, tenaga, dan bahkan materi pendukung untuk bisa mewujudkan acara ini agar makin berkesan. Bersyukur kami mendapat support dari banyak pihak mulai dari event organizer, venue, urusan cetak mencetak, menu yang lezat-lezat hingga semua ludes, dekorasi dan dessert table yang cantik, aneka permainan yang membuat anak-anak betah bermain, hingga beragam goodie bag dan doorprize yang tidak selesai dibagi saat acara karena begitu banyaknya *para bunda hepi sekali*. Tak lupa tentu saja terimakasih untuk ketulusan dan kerja keras semua member TUM BC Feb 2014.
Terimakasih yang istimewa untuk The Urban Mama yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dengan birthday cake yang so yummy…..

Anak-anak yang bermain seru sekali
Bunda yang rumpi cantik
venue yang keren
Kue ultah yang yummy
Goodies yang bikin hepi
Terimakasih banyak kepada para sponsor pendukung acara Fabulous February Birthday Bash yaitu ACIDWERK, AGRICREATIVESHOP, ALBEMAMA, ALMEERA MATERNITY SHOP, ARQ BUTIK, AYAHBUNDA, BABY RASH SHOP, BABY BRITS, BATHI, BILNA.COM, BLASTACAKE, BOOKSBYADDEVA, BUAH HATIKU, BUTIK QUEENA, CIAO BIMBI PRESCHOOL & DAYCARE, CMP2, COCOPOP CRAFTS, EIGHTPEOPLE, FROJUZZ, HANDMADE NATION, IKHWAN YOGHURT, ITSY BITSY COOKIES, KABS’ BALMUT, KADOTJES, KIDDOBABY, KIDDYCUTS, KURMA ROYAL DATES, LITTLE ILMA, MADUJI, MAKARONI NAFIADH HOUSE, MAMIBELLE, MAMIGAYA, MANDORLE, MAOO SHOES, MILLIECAKERY, MINIMAX, MOMMINA, MONCHERI, MOTHERCARE, ELC, MYLITTLE CASA, NGKEII CRAFT, NYONYA LUXE, NYONYA NURSING WEAR, PLAYONPOP, AQUILAHERB, SALMA BABY & KIDS SHOP, THE URBAN MAMA.
Terimakasih Untuk Semua Sponsor
Akhirnya, Happy 2nd anniversary to our February kids, hope your future always fabulous. Semoga selalu sehat, tumbuh cerdas, kuat, berprestasi, shalih/ah dan menjadi kebanggaan untuk ayah dan bunda.
Semoga ikatan persaudaraan dan kebersamaan ini langgeng hingga anak-anak dewasa kelak. Aamiin....
We Are The FabFeb Kids


Selasa, 15 Maret 2016

Serunya Bermain dan Belajar di Sensory Playdate RMA Semarang

Panitia dan Peserta acara
Sensory Playdate Rumah Main Anak Semarang
Assalamu’alaikum,
Ayah Bunda mungkin akhir-akhir ini sering mendengar  tentang Rumah Main Anak atau RMA? Penasaran dengan RMA? RMA adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh Bunda Julia Sarah Rangkuti yang bertujuan untuk mengajak para orangtua agar memahami perkembangan anak usia dini serta memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia dan milestone pertumbuhan si kecil. Komunitas ini berorientasi pada perkembangan anak usia dini dan menstimulasinya melalui permainan.
Kenapa harus lewat permainan? Karena dunia anak adalah dunia bermain sehingga lewat dunia mereka lah kita sebagai orangtua menciptakan bonding sekaligus menstimulasi tumbuh kembang mereka supaya sesuai dengan usianya.
Setelah sukses dengan launching buku RMA 1 di Jakarta, menyusul pula Playdate serupa di beberapa daerah.  Ayah-Bunda yang tergabung dalam komunitas RMA yang berdomisili di Semarang dan sekitarnya pun tak ingin ketinggalan untuk mengadakan kegiatan yang sama agar bisa menjadi sarana untuk silaturrahim sekaligus belajar tentang permainan anak terutama sensory play dan sensory Bin.
Sensory Playdate RMA Semarang, itulah tajuk acara yang dibuat oleh panitia. Hari Sabtu, 12 Maret 2016 bertempat di De Lasco Cafe Banyumanik. Panitia memilih cafe ini karena cukup representatif untuk acara indoor dan tepat di sebelahnya ada taman bermain yang bisa digunakan untuk permainan outdoor. Keseluruhan acara sangat menarik mulai dari bermain sensory games sekeluarga, Meet and Greet Founder sekaligus penulis Buku Rumah Main Anak Bunda Julia Sarah Rangkuti, Book signing, dan sharing aktivitas sensory play.
Bagaimana keseruan acaranya? Simak yuk, Ayah Bunda.
MC membuka acara pada pukul 09.15, dengan peserta yang hampir memenuhi ruang meeting De Lasco Cafe yaitu sekitar 19 keluarga dengan personil 2-4 orang masing-masing keluarga. Hebohnya pasti karena Ayah-bunda mengajak anaknya mulai usia 0 tahun. Setelah itu MC langsung mengajak peserta menuju lokasi permainan yang telah disiapkan yaitu di taman.  Semua permainan yang dibuat oleh panitia bertujuan untuk menstimulasi 7 indera anak,  meningkatkan bonding ayah ibu anak, dan belajar dg bermain.
Permainan yang disediakan oleh panitia mencakup berbagai permainan yang menstimulai morotik, kognitif, dan sensory anak. Ada lima pos permainan yaitu: melewati garis zigzag dan terowongan, merasakan dan mencium bumbu dapur, merasakan perbedaan bunyi dan bentuk biji-bijian, tebak puzzle buah, dan permainan sensory play dengan kain, oobleck dan waterbeads.
Berjalan mengikuti alur zigzag
Asyik sekali melihat anak-anak bermain bersama ayah- bundanya. Misalnya di pos mencium bumbu dapur, Ayah dan Bunda mengajak anak untuk mencium dan mencicipi macam- macam bumbu dapur. Panitia menyediakan gula, garam, kunyit bubuk dan ketumbar bubuk. Ayah Bunda bisa melakukan permainan ini dirumah dengan beragam bumbu dapur lainnya yang tersedia. Permainan ini akan merangsang indera penciuman sikecil. Mudah dan mengasyikkan bukan?.  
"Ayo dicium, Sayang.. ini ketumbar bubuk," kata Bunda 
Anak-anak pun sangat menyukai messy play seperti oobleck yang dibuat oleh panitia. Mereka akan penasaran kenapa saat berada di wadah terasa kering tetapi saat dipegang tiba-tiba meluncur sendiri dari tangannya. Atau bereksplorasi dengan waterbeads yang dingin, licin, dan warnanya mencolok, pasti mereka penasaran ingin memecahkan waterbeads tapi bulatan-bulatannya malah meluncur saat dipegang.  
Sensory play time
Wah, menyenangkan sekali melihat anak-anak bersama orangtuanya masing-masing bermain dengan sangat seru. Terlebih panitia membolehkan anak-anak untuk mengeksplor lebih dalam pos permainan mana saja setelah seluruh peserta melewati semua pos. Jika tidak dibatasi waktu, pasti ingin terus-terusan bermain apalagi mereka bertemu dengan banyak anak seusianya.
Assyiik! ayo aduk terus isi baskomnya :)
Setelah itu, semua peserta membersihkan diri dan melanjutkan lagi acara indoor sharing bersama Bunda Julia. Alhamdulilah, sangat bersyukur beliau bisa menyempatkan diri datang ke acara ini dan bertemu dengan member RMA yang berdomisili di Semarang dan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan materi tentang sensory play dan sensory bin, yang permainannya baru saja dilakukan oleh peserta.
Permainan sensori atau biasa disebut dengan sensory play adalah permainan yang mendorong anak-anak untuk menggunakan satu indra atau lebih, seperti indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan juga perasa. Sensory play sering disebut juga messy play (main kotor-kotoran). Pada dasarnya, permainan sensori adalah permainan yang mengaktifkan indra-indra si kecil. Selain kelima indra tersebut, ada pula dua indra lainnya, yaitu indra vestibular dan indra proprioseptif (Lengkapnya bisa Baca Sensory Play Oleh Bunda Julia Sarah dan Sensory Bin Oleh Bunda JuliaSarah)
Manfaat dari permaian ini sangat banyak, diantaranya adalah menstimulasi perkembangan kognitif anak, menegmbangkan kreativitas dan motorik halus/kasar, serta mengajarkan kepada anak untuk bisa mengontrol diri mereka sendiri.
Contoh permainan sensori ini banyak sekali, misalnya: menebak bunyi, mencium aroma, meraba tekstur benda, meniti papan kecil, melompat di atas trampolin/kasur, mengejar cahaya senter, memindahkan air dari satu ember ke ember lain, mencocokkan benda dengan bayangannya, dan sebagainya. Permaiannya pun bisa sesederhana mungkin dan bisa dilakukan dirumah.
Bunda Julia juga mencohtohkan berbagai permaianan sensori  yang telah dilakukan bersama dua buah hatinya, Kenzie dan Keisya. Menyenangkan sekali bukan?! Karena dengan peralatan sederhana yang ada di sekitar kita sudah bisa membuat permainan yang menyenangkan dan menjadi bekal masa depan anak-anak.
Bunda Julia bersama Bunda Iis, ketua panitia
Alhamdulillah, kurang lebih 50 peserta menyimak dengan seksama penyampain dari Bunda Julia. Menjelang dhuhur acara telah usai, semua peserta pun sangat menikmati acaranya terutama anak-anak yang having fun dengan semua game. “Alhamdulillah acaranya luar biasa, tambah ilmu dan tambah saudara juga. Sangat berkesan untuk kami, terutama si Sulung yang having fun mengikuti semua games” kata drg.Emilia sebelum pulang. Beliau datang bersama suami dan kedua anaknya.
“Terimakasih untuk panitia hebat yang mengemas acara begitu menarik dan berbobot.” lanjut Awwal Ummu Hafidz yang juga datang berempat bersama suami dan dua jagoannya.  
Tentunya, kegiatan yang telah terlaksana tersebut masih jauh dari sempurna terlebih panitia yang hanya segelintir dan waktu yang terbilang sangat singkat untuk menyiapkannya. Banyak evaluasi mulai dari pemilihan tempat, games, sampai rundown acara meskipun keseluruhan acara berjalan dengan baik. Terimakasih banyak kepada rekan-rekan panitia yang telah berjuang keras untuk acara tersebut. Juga untuk tim relawan dari mahasiswi Poltekkes Semarang dan moderator seorang mahasiswi FKM Undip.
Terimakasih banyak untuk semua sponsor dan semua pihak yang telah berpartisipasi hingga suksesnya acara Sensory Playdate RMA Semarang.
Terimakasih banyak kepada sponsor
Semoga lain waktu bisa diadakan lagi playdate RMA Semarang dan sekitarnya dengan persiapan yang lebih matang, acara yang lebih menarik dan peserta yang lebih banyak. Selamat bermain bersama anak-anak, Ayah-Bunda.

Salam.. 
Berfoto bersama di akhir acara

Sabtu, 12 Maret 2016

Hasna dan Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016

Bismillahirrahmanirrahim...
Ayah Bunda pasti sering dengar iklan di TV dengan kalimat ‘8 sampai 15 Maret tho?’ yup! Iklan layanan masyarakat menganai Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016 yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai tanggal 8 Maret hingga 15 Maret 2016. 
Sukseskan PIN Polio 2016
Alhamdulillah... hari Jumat kemarin (11/3/16) adalah jadwal Hasna untuk imunisasi di Pos PIN terdekat, yaitu di posyandu parang sari RW 09 Keluarahan Tlogosari Kulon. Pagi-pagi kader posyandu sudah membuat pengumuman dan mengingatkan kepada para ibu yang mempunyai anak balita untuk datang ke Pos PIN agar mendapatkan imunisasi polio secara gratis.
Suasana Pos PIN 2016 posyandu Parangsari Tlogosari Kulon
Dengan ceria sikecil Hasna jalan kaki bareng Bunda ke balai RW 09, tempat posyandu rutin. Tapi sampai di tempat seketika berhenti dan melihat ngeri teman-temannya yang menangis: tidak mau ditimbang, tidak mau diukur Tinggi Badan, dan meronta-ronta saat diberi tetes polio. Tiga balita menangis bersamaan mungkin membuatnya jeri. Alhasil ia pun mengikuti jejak mereka bertiga: tidak mau ditimbang, diukur TB dan linkar lengan. Fyuuh... saat diukur lingkar lengan sambil digendong saja nangisnya seperti mau ditinggal Bunda pergi. Meskipun akhirnya pasrah saat diberi tetes polio, ia sempat meronta dan menolak digendong Oma, sahabat mbah Uti yang kader posyandu dan sering menggendongnya.
Tuuh.. digendong Oma tapi nangis :P 
Fyuuuh... alhamdulillah akhirnya berhasil juga dia diimunisasi, dan diberi tanda di kelingkingnya dengan tinta hitam seperti saat pemilu.
Alhamdulillah... Hasna sudah ke PIN Polio 2016, kamu?!
Oia, bulan sebelumnya, di arisan PKK RT sudah diberi selebaran berupa sosialisasi PIN 2016 dan pengenalan vaksin baru yang akan digunakan pada PIN tersebut. Dijelaskan juga mengenai tujuan adanya PIN dan pengalihan penggunaan vaksin polio oral/tetes (TOVP) ke vaksin polio oral/tetes (BOPV) dan pemberian inactive polio vaccine (IPV) untuk mencegah terjadinya KLB Polio.
Selebaran dari puskesmas lewat arisan PKK RT
Kita tentunya tidak ingin anak-anak kita dan generasi selanjutnya mengalami kelemahan baik secara fisik maupun mental. Untuk itu penting sekali melakukan tindakan pencegahan seperti imunisasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai virus berbahaya.

Mari Ayah-Bunda, sukseskan PIN 2016. Yang belum ke pos Pin, yuk segera mumpung masih ada waktu dua hari lagi. Salam sehat J