Minggu, 03 April 2016

Liburan Hemat Bermanfaat: Menjelajah Taman di Kota Wonosobo



Assalamu’alaikum, Ayah Bunda. Selamat menikmati akhir pekan dan quality time bersama keluarga.
Pernahkah Ayah-Bunda mengalami kejenuhan luar biasa lalu mengatakan pada diri sendiri “Saya kurang piknik” dan semacamnya?! Well, bisa jadi memang benar. Kurang refreshing setelah berjibaku dengan rutinitas yang itu-itu saja dan menjemukan selama weekdays membuat otot tegang dan emosi meninggi. Weekend adalah saat yang tepat untuk membangun kembali kedekatan dengan keluarga sekaligus melemaskan otot dan pikiran.
Saat awal bulan dan baru menerima gaji, tak ada salahnya untuk memilih tempat berlibur yang nyaman dengan mengeluarkan cost lebih asal ada anggarannya. Jika tidak ada, tak perlu berkecil hati karena banyak peluang untuk liburan dengan biaya yang sedikit.
Awal tahun 2016, saya dan keluarga pulang kampung ke Wonosobo. Seperti biasa, saat pulang kampung adalah saatnya berkumpul bersama keluarga sekaligus jalan-jalan karena dua adik dan beberapa sepupu selalu merasa kurang piknik. Pergi ramai-ramai menikmati pemandangan akan sedikit menghibur  dan membunuh kebosanan.
Tujuan wisata di Wonosobo selain Dieng ada Telaga Menjer, Waduk Wadaslintang, dll. Kami belum berminat lagi pergi ke Dieng selain belum lama jalan-jalan ke sana, jalanan juga padat dipenuhi wisatawan dari luar kota. Ya, waktu itu sedang long weekend. Ingin pergi ke Telaga Menjer tapi akses jalannya satu jalur menuju Dieng. Sedangkan untuk ke Waduk Wadaslintang akan memakan waktu yang banyak dan kami belum begitu paham daerahnya.
“Gimana kalau kita jalan dari taman ke taman aja? banyak taman baru di Wonosobo kan?!” usulku. “Nggak pakai bayar tiket, kalau mau makan bisa beli di kaki lima, dan tempatnya luas bisa ngajak Hasna lari-larian,” sambungku lagi. Yang lain mengiyakan meskipun dua orang sepupu sudah pernah mengunjungi beberapa tamannya. Akhirnya ber-6 kami pergi ke kota dan road show ke setiap taman yang ada di sana.
Taman Anggrek Tien Soeharto
Sebelum pulang ke Wonosobo, seorang adik kelas memajang foto berlatar belakang tulisan ‘Taman Anggrek Tien Soeharto’. Karena saya pecinta anggrek jadi penasaran dan tanya macam-macam. Usut punya usut taman itu berada di komplek Pendopo Bupati Wonosobo (Kantor Bupati).
Taman ini menjadi tujuan pertama kami karena paling dekat dengan tempat parkir di sekitar alun-alun. Masuk lewat pintu belakang yang menuju kantor satpol PP karena pintu gerbang depan ditutup. Apa mungkin ditutup? Begitu fikir kami. Ternyata sewaktu melewati pos satpol PP ada seorang bapak yang menyapa dan mengingatkan jika bermaksud ke taman sebaiknya si-kecil tidak usah dibawa karena banyak sekali nyamuk yang berasal dari danau buatan yang ada di sana. Yes! Si Ayah pun bersedia menjaga Hasna dan kami ber-4 sibuk mencari angle yang pas untuk selfie bersama anggrek yang cantik itu.
Selain beberapa venue berbagai jenis anggrek ada juga green house yang terkunci rapat. Kami hanya bisa mengintip berbagai koleksi anggreknya. Tak apalah, sudah puas memandangi dan mengabadikan Anggrek Bulannya. Untuk bisa memasuki green house-nya memang harus dengan izin, dan diperuntukkan bagi rombongan anak sekolah khususnya.
Saat kami datang sekitar pukul 2 siang, matahari cukup menyengat namun di sekitar taman sangat sepi, hanya ada kami berempat. Apalagi kalau bukan selfie dan wefie mematut-matut dan monyong-monyong di depan kamera. Nggak ada salahnya ko, Ayah-Bunda mau berfoto pose apapun asal memperhatikan adab dan sekitarnya ya.
Beberapa angle cantk di Taman Tien Soeharto
Setelah puas berkeliling di taman anggrek kami menyempatkan berjalan-jalan di taman pendopo. Masih ada patung rusa dan jamur yang telah berdiri sejak dulu di sana. Selain itu, tambahan kursi dan rumput hijau yang segar sangat menyejukkan mata. Meskipun di seberangnya adalah jalan raya dengan lalu lalang kendaraan tapi di dalam lingkungan pendopo terasa seperti sedikit jauh dari keramaian. Di sini Hasna juga asyik bermain bayangan dan menjumput biji-biji pohon yang berserakan di lantai.
Hasna Asyik bermain bayangan
Taman Kartini
Setelah shalat ashar dan istirahat sejenak di mushala, kami melanjutkan penjelajahan ke Taman Kartini. Taman ini berada di sebarang alun-alun sebelah selatan. Dari pendopo bupati kami menyeberang jalan dan melewati alun-alun lalu menyeberang jalan sekali lagi untuk sampai di sana. Tempat ini adalah tempat foto ter-ngehits karena ada landmark WONOSOBO ASRI. Siapapun yang ke Wonosobo biasanya menyempatkan berhenti di sini untuk mengambil foto.
Taman Kartini Wonosobo yang nge-hits 
Di dalamnya ada rumput dan tempat duduk yang nyaman untuk bersantai. Oia, di sebelah taman ini berdiri perpusa Wonosobo, tempat nongkrong saya saat SMA dulu. Asyik lho, pinjam buku lalu duduk-duduk di taman membaca buku. Jogging pagi hari di sini pun boleh juga, dan ada batu-batu untuk terapi kaki. Saat mengajak anak-anak mereka bisa bereksplorasi dengan naik turun tangga, mengamati burung merpati di kandang, bermain di rumput, juga mengamati bunga-bunga yang mekar di sekitar taman.

Taman Fatmawati
Sore itu kami berharap bisa mengelililingi semua taman yang ada, apalagi ada taman baru yang paling gres, Taman Fatmawati. Taman ini berada di pinggir jalan Wonosobo-Banyumas tepatnya di seberang lapangan Pertamina Kalierang. Untuk menuju ke sini bisa menggunakan angkutan umum maupun dokar. Ternyata waktu kami datang susasana di sana ramai sekali mulai dari kaum muda yang penasaran dan ingin berfoto di gerbang taman. Untuk berfoto di sana butuh kesabaran ekstra lho, karena harus antri dan jadinya nggak enak kalau mau foto lama-lama. Selain itu, banyak ibu yang momong balita nya sambil makan sore. Suasana taman di sore hari sangat nyaman dengan sepoi-sepoi segar. Sepanjang mata memandang ada persawahan di luar area taman.
Bermain dan mengamati ikan di Taman Fatmawati Wonosobo
Taman Fatmawati lebih luas dibanding taman lainnya. Isinya ada berbagai macam pohon dengan label nama dan nama latinnya yang masih gres (semoga tetap ada sampai nanti supaya pengunjung taman bia tahu nama pohonnya) umumnya kalau sudah lama hilang kan?! Di tengah taman ada gazebo berbentuk lingkaran dengan kolam ikan di bawahnya. Nah, di gazebo ini paling banyak anak kecil karena mereka penasaran dengan ikan yang berjalan menjauh tiba-tiba datang dari arah berlawanan. Tak sedikit yang kemudian mengejar kemana ikan-ikan itu berjalan. Asyik kan Ayah-Bunda? Tapi harus ekstra hati-hati di area ini.
Taman Selomanik
Tujuan terakhir kami adalah Taman Selomanik. Taman ini berada di wilayah Argopeni, di belakang komplek perumahan dinas pertanian Wonosobo. Untuk menuju ke sini tinggal masuk gang setelah Masjid Kuman. Area parkirnya luas dan taman sepi. Di sini anak-anak bisa belajar mengenal ekosistem sawah karena tepat di sebelah taman ada persawahan luas.
Melihat-lihat sawah dan leyeh-leyeh di Taman Selomanik Wonosobo
Setelah puas berfoto dan menikmati suasana taman, kami pun pulang dengan otak dan badan yang lebih fresh. Bahkan rencana untuk kuliner-an di laun-alun pun batal saking asyiknya menjelajahi taman-taman itu. Sebagai gantinya hanya membeli eskrim di minimarket dekat Taman Selomanik. Ini menjadi liburan menyenangkan yang hemat biaya tapi manfaatnya luar biasa termasuk untuk Hasna yang jarang bermain di area terbuka sekaligus bisa menjadi sarana untuk menstimulasi tumbuh kembangnya. Asyik kan? Karena menikmati liburan tak harus mahal.
Ayah-Bunda, Bagaimana sih menyiasati liburan agar hemat? Kalau versi saya sih begini:
Tentukan Tujuan Wisata yang Tidak Terlalu Jauh
Semakin jauh tujuan akan berimbas pada makin banyaknya cost yang keluar. Mulai dari biaya bensin jika menggunakan kendaraan pribadi atau biaya transportasi umum yang tentunya lebih mahal. Belum lagi biaya akomodasi lainnya seperti penginapan, makan, dan tiket masuk wisata. Tak ada salahnya untuk melirik pantai yang dekat dengan rumah atau taman, kebun binatang, dan lain-lain yang mudah dijangkau.
Jika menginginkan wisata yang jauh dan hemat, ngetrip  a la backpacker bisa menjadi solusi meskipun menurut saya untuk keluarga lebh dari 4 orang, perlu mempertimbangkan lagi cara ini.
Pilih Tujuan Wisata Edukasi
Sehingga Ayah Bunda senang, anak-anak pun mendapatkan ilmu yang bermanfaat. 
Pilih Kendaraan Roda Dua
Ini berlaku untuk pasangan muda atau yang masih memiliki satu momongan karena akan lebih hemat dan praktis. Tapi, jika ada kondisi yang tidak memungkinkan, menggunakan kendaraan roda empat akan lebih nyaman dan aman. Lebih baik mencegah dari pada mengobati kan?!
Bawa Makanan Sendiri
Bawa makanan sendiri dan membawa tikar lalu di tempat wisata gelar tikar dan makan bersama keluarga, hm.. sounds interesting, right?! Selain lebih sehat, bawa makanan sendiri akan menyelamatkan kita dari para pedagang nakal yang sering ada di tempat wisata. Tapi, kita juga perlu tahu di tempat wisata yang akan kita tuju boleh atau tidak membawa makanan dari luar? Jika tidak boleh mungkin bisa memilih tempat wisata lain atau tetap ke sana dengan resiko yang ada.
Siapa sih Ayah-Bunda yanng tidak ingin ngetrap-ngertip keliling dunia setiap liburan? Hampir semua orang mengharapkannya. Namun, belum semua bisa mewujudkan keinginannya. Yang perlu diperhatikan adalah prioritas. Apakah dengan sedikit piknik membuat kita tak bisa hidup? Tidak juga kan? Life must go on apapun kondisinya. Piknik tidak HANYA mengunjungi tempat nge-hits dengan harga tiket masuk ratusan ribu. Keliling komplek bersama suami dan anak-anak, makan bakso di emperan atau menikmati eskrim pinggir jalan pun bisa sedikit mengendorkan urat saraf.
Bagaimana Ayah-Bunda menyiasati liburan keluarga agar tetap hemat? Mari share. Salam,

16 komentar:

  1. banyak ya taman di sekitar Wonosobo. Yang pertama kenapa namanya pakai ibu Tien Soeharto? beliau dari sana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan Mba,
      setau saya dikasih nama Tien Soeharto karena beliau kan yang concern sama anggrek :)

      Hapus
  2. taman memang perlu untuk sarana rekreasi murah , tempat bersosilaisasi dengan amsarakat lainnya. Aku suka taman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, enak ngadem di taman :)

      Hapus
  3. Wah menyenangkan refreshingnya adeeem ya Wonosobo :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adem sangat Mba.. kalau di Wonosobo bawaannya pengen makan sama tidur :P

      Hapus
  4. taman memang tempatnya rekreasi dan berkumpul dengan keluarga. ada juga yang gratis ada pula yang berbayar, tapi mending cari yang gratis sh, hemat juga. yang penting kebersamaan bersama keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul..
      itu yang taman fatmawati sebenarnya berbayar, tapi karena masih baru launching jd masih digratiskan :)

      Hapus
  5. ternyata banyak taman juga ya di wonosobo. jd pengen kesana lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mba, d Wonosobo masih banyak tujuan wisata selain Dieng :)

      Hapus
  6. Taman kartini kelihatannya paling asri ya mak, kayknya taman taman ini namnya diambil dr tokoh perempuan hebat negeri ini ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, di taman kartini lebih enak buat duduk-duduk :)

      Hapus
  7. Mertuaku dulu lama tinggal di Wonosobo juga, cuma sekarang sudah nggak ada saudara lagi di sana. Jalan2 ke Wonosobo ya baru ke Dieng saja nih. Perlu juga diagendakan utk keliling Wonosobo sambil berburu geblek dan tempe kemul hehehehee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mba, ke wonosobo lagi, mampir ke gubug bapak ibuku :)

      Hapus
  8. saya juga lebih suka jalan-jalan di taman yg alami dan murah :)

    BalasHapus

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,