Jumat, 21 Oktober 2016

Catventure Friskies Semarang, Yuk Selamatkan dan Adopsi Kucing Liar Menjadi Bagian Keluarga Kita


Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda..
Ayah-bunda suka kucing? Atau mungkin ananda di rumah memlihara kucing? Lucu sekali ya, melihat mereka bercengkerama dan mengeong meminta perhatian.
Ternyata, memelihara kucing itu memang sedang menjadi trend global, lho Ayah-Bunda. Yang artinya memelihara kucing menjadi kebiasaan orang-orang hampir di seluruh dunia.
Jika kita menengok sejenak ke akun instagram, akan banyak sekali foto kucing lucu menggemaskan yang memenuhi beranda. Kenapa? Karena banyak orang menyukai hewan yang satu ini.
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk datang ke acara gathering komunitas pecinta kucing Semarang dan sekitarnya bersama Purina Friskies. Acara berlangsung di aula Gigle box kafe. Sekitar 30 orang memadati ruangan yang tersedia dan semua antusias mengikuti sesi demi sesi.

Simak keseruannya di sini ya



Andrew dari Friskies

Sesi pertama disampaikan oleh Andrew dari Friskies. Andrew menjelaskan tentang produk friskies dan bagaimana kita sebagai komunitas yang terdiri dari para poecinta kucing untuk mengajak orang lain juga menyukai dan memelihara kucing.
“Apa Stereotype yang melekat pada kucing saat ini? Bawa penyakit? Suka nyakar? Nggak higienis? Alergi? Biaya mahal?!”
Pertanyaan retoris yang disampaikan oleh Andrew itu diiyakan oleh semua peserta. Banyak orang yang takut dan bahkan membenci kucing. Well, kalau takut sebenarnya tidak bisa disalahkan tapi jika kemudian mencelakai kucing, tindakan itulah yang tidak dibenarkan.
Jika kucing disinyalir menjadi penyebab berbagai penyakit, adalah karena kurang tepatnya perawatan yang dilakukan. Sebisa mungkin kita harus menjaga kebersihan kucing yang kita pelihara dan kebersihan anggota keluarga. Rajin mencuci tangan terutama setelah bermain dengan si Puss itu perlu sekali untuk mencegah adanya kuman yang berpindah.
Ayah-bunda pasti juga tahu dong ya kalau banyak selebriti dunia yang memelihara kucing. Termasuk para artis Indonesia yang saking cintanya dengan kucing sampai memelihara lebih dari 20 ekor kucing dari berbagai ras di rumahnya. Pasti tahu dong siapa yang dimaksud? Hihi. Kalau saya justru membayangkan kerempongan mereka merawatnya, tapi terbayang juga serunga ngelu-elus bulu si mpus yang lembut.
Memelihara kucing itu membawa banyak kebaikan lho, diantaranya:
Kebaikan fungsional:
-          Meningkatkan kesehatan psikologi dan fisik
-          Meringankan resiko serangan jantung
-          Meningkatkan fungsi imun
-          Tidur yang lebih lelap
Pengaruh terhadap Emosional
-          Mengurangi stress, cemas, dan kesepian
-          Mengingkatkan rasa percaya diri
-          Membantu pemulihan depresi
-          Membangun kepedulian dan empati anak-anak
-          Memperkuat pertalian emosi diantara keluarga
Nah, memelihara kucing bisa menjadi sarana pendidikan bersama si kecil kan? Selain meningkatkan bonding antar anggota keluarga tentunya. Lewat aktivitas tersebut ananda bisa belajar bertanggung jawab terhadap hewan kesayangan, juga belajar berempati terhadap makhluk lain.

Friskies dan Komunitas Pecinta Kucing (Peking)
Dalam acara yang bertajuk #500Catventure itu, Friskies menggandeng komunitas kucing dari Semarang dan sekitarnya. Senang sekali lho melihat antusiasme mereka mengikuti acara dari pagi sampai maghrib. Awalnya saya yang excited datang berharap bisa bertemu kucing-kucing unyu jadi terbayar melihat semangat mereka untuk berkampanye dan bergerak menyayangi dan menyelamatkan kucing.
Kenapa #500Catventure? Karena Friskies berharap setiap keluarga Indoneisa punya minimal 1 kucing baru di rumahnya, dan bagi keluarga yang belum punya kucing diharapkan juga bisa memeliharanya. Kucingnya dari mana? Beli? Mahal dong ya... apalagi masih jadi perbedaan pendapat juga seputar jual beli kucing. Daripada membeli kucing dengan harga mahal, kita bisa menyelamatkan kucing liar tak bertuan yang mencari makan kesana-kemari. Jangan salah, meskipun mereka kucing domestik berbulu pendek, jika dirawat dengan baik akan menjadi cantik juga lho...

Tim Blogger. chaioo!
credit Vita


Wefie sebelum maksi
dok.pribadi

Komunitas yang hadir dalam acara tersebut diantaranya: Pecinta Kucing Salatiga (PKS), Semar Peking (Semarang Pecinta Kucing), Pekun Semar (Pecinta Kucing Semarang), Komunitas Kucing Domestik Semarang (KKDS), Kendal Pecinta Kucing (KPS), Peking Rawa (Pecinta Kucing Ambarawa), Calem (Cat lover mania), dan tak ketinggalan kami dari komunitas Blogger Gandjel Rel.
Andrew mengajak semua komunitas untuk bisa meningkatkan kebermanfaatannya di masyarakat dan kucing khususnya. Beliau juga memberikan beberapa tips untuk membangun komunitas, diantaranya:
-          Komunitas seharusnya mempunyai BRAND yang lebih dari sekedar logo dan tagline yang berfungsi sebagai pembeda antara satu dengan yang lain.
-          Jaring orang-orang dengan passion yang sama untuk bergabung
-          Gencarkan media sosial sebagai sarana untuk branding komunitas

Taufik dari Think Web
dok. pribadi

Mengenai Optimasi media sosial, lebih lanjut dijelaskan oleh Mas Taufik dari Think Web.
Beliau memaparkan bahwa saat ini media sosial sudah menjadi konsumsi wajib tiap orang dan aksesnya pun sangat mudah menjangkau daerah-daerah. Indonesia merupakan negara terbesar yang masyarakatnya mengakses facebook dan instagram, untuk itu kesempatan ini tidak boleh disia-siakan oleh komunitas.
CONTENT IS THE KING! Itulah rumus utamanya. Konten yang seperti apa? Tergantung dengan media yang kita gunakan dan style kita sendiri. Misalnya untuk Instagram maka lebih menonjolkan gambar dan akan lebih menarik dengan tambahan caption. Di facebook kita bisa lebih banyak eksplore cerita/storry telling dan memilih angle mana yang akan diambil dengan gaya bahasa khas kita sendiri.
Untuk di youtube, video tingkah kucing yang lucu menggemaskan atau saat beraktivitas bersama kita bisa menjadi pilihan untuk diapload di sana. Instagram bisa juga sih untuk video, tapi kam hanya beberapa detik, tidak seperti youtube yang bisa menampung video berdurasi panjang.
Jika diantara Ayah-Bunda suka membuat MEME, bisa juga tuh menjadi media yang efektif untuk branding komunitas baik lewat Instagram maupun facebook.
Senang ya, jika ada yang mendukung berkembangnya komunitas kita. Semoga komunitas pecinta kucing (dan komunitas lain) di Semarang dan sekitarnya khususnya dan di Indonesia umumnya semakin banyak yang mendapat manfaatnya.

Sesi tanya jawab bersama drh.Wiwin
dok.pribadi

#500Catventure 1 Keluarga (adopt) 1 Kucing
Yuk, sambut kucing baru di rumah Ayah-Bunda!

Siapa coba yang menolak kehadiran si Puss lucu mengegmaskan ini?

Drh. Wiwin Yuli Wisiastuti menyampaikan beberapa tips untuk first time owner nih.. yaitu dengan rumus SMART. Apa saja smart itu?
S. Segeralah ke dokter hewan.
Tujuannya adalah untuk general check-up. Melihat kondisi kucing yang akan kita adopsi. Nggak hanya manusia saja yang butuh general check-up ya, kucing juga butuh apalagi dia akan tinggal di tengah kita dan menjadi bagian dari keluarga kita.
M. Makanan Bernutrisi dan Mainan yang Aman
Seperti halnya manusia, hewan juga membutuhkan nutrisi agar tubuhnya sehat, bulunya halus dan tidak mudah terserang penyakit. Berikan makanan kemasan (commercial food) yang bernutrisi seperti Friskies. Ada varian makanan basah (wet food) untuk sekali makan, ada juga dry food untuk camilan. Harganya pun bervariasi tergantung jenis dan ukuran.
Rasa makanan kucing juga macam-macam lho, ada kombinasi seafood, daging, keju, dll. Hm... ini yang punya jadi pengin nyicipin *eh

Tina, blogger pecinta kucing
bersama Varian makanan kucing Friskies
dok. Pribadi

A.Adaptasi dengan karantina   
Melakukan karantina kucing selama 2 pekan – 1 bulan sangat penting untuk melihat gejala penyakit yang menjangkit si Puss. Dia kan juga butuh adaptasi ya, dari yang sebelumnya liar menjadi kucing rumahan.
R. Rutin vaksin dan lakukan Sterilisasi
Gunanya vaksin adalah untuk mencegah adanya virus yang tumbuh dalam kucing dan bisa menyebar ke manusia. Vaksinasi bisa dilakukan di klinik hewan yang tersedia di tempat Ayah-Bunda ya.
Sedangkan sterilisasi gunanya untuk mencegah kucing beranak-pinak terlalu banyak. Sebenarnya masih banyak friski juga ya terkait dengan boleh/tidaknya sterilisasi pada hewan (kucing). Tapi dalam dunia kesehatan hewan, hal tersebut dianjurkan mengingat kucing bisa berkembang biak dengan capat. Kasihan kan, jika jadi nambah lagi kucing liar karena keluarga kita tidak mampu lagi menampung banyak kucing, sedangkan keluarga lain juga tidak bisa?
Hiks. Saya jadi ingat kucing di rumah kos kami dulu yang terpaksa harus dibuang karena penghuni kos akan pindah dan tidak ada yang bisa membawanya. Maafkan kami, ya Mpuss Trixie dan Luna.. *cry*
T. Teratur menjaga Kebersihan kucing
Ini juga penting sekali, menjaga kebersihan lingkungan kandang mulai dari tempat makan dan minum juga pasir tempat si Puss pup dan pee. Kalau kotor kita-nya juga jadi nggak nyaman kan mau main-main sama mereka?
Tips lain yang disampaikan oleh dokter Wiwin untuk pemula yaitu:
1.       Sediakan kandang atau ruangan khusus untuk si kucing beserta aksesoris yang dibutuhkan seperti tempat makan dan minum, litter box, litter sand, serok pasir, dll
2.       Tanyakan kepada pemilik sebelumnya (jika mengadopsi dari orang) tentang keadaan dan kelengkapan sebelumnya. Misalnya sudah divaksin berapa kali, makanan terakhir, dll
3.       Amati tingkah laku kucing anda, apabila didapati kondisi yang tidak semestinya segera konsultasikan ke dokter hewan terdekat
4.       Check-up secara rutin dan jangan sampai terlambat untuk vaksinasi
5.       Untuk perawatan harian, bersihkan mata dan sisirlah kucing anda agar terhindar dari gimbal/bulu yang menggumpal khususnya untuk kucing ras long hair
6.       Sesekali ajaklah kucing untuk berinteraksi tapi jangan terlalu sering dan jangan juga diabaikan
7.       Jagalah kebersihan setelah berinteraksi dengan kucing atau hewan kesayangan lainnya dengan mencuci tangan dengan sabun dan tindakan preventif lainnya.
Bagaimana, Ayah-Bunda? Sudah siap mengadopsi kucing? Jangan lupa untuk selalu menyayanginya ya.
Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).
Oia, saya sertakan informasi dari facebook fanspage Friskies Indonesia juga, terutama buat Ayah-Bunda yang sudah punya kucing di rumah.



Yuk ajak orang di sekitarmu untuk mulai memelihara Si Puss dengan ikutan FURRIENDSHIP.
Caranya:
1. Tuliskan cerita singkat (max. 200 kata) tentang kamu dan Si Puss kesayangan.
2. Lengkapi ceritamu dengan foto kamu dan Si Puss lalu upload pada kolom komentar di bawah ini atau di Instagram/Twitter
4. Sertakan hashtag #500Catventure & mention/tag 5 orang teman yang ingin kamu ajak untuk ikut memelihara Si Puss.
Cerita & fotomu bersama Si Puss ditunggu paling lambat tanggal 27 November 2016! Untuk info lengkapnya, klik bit.ly/FriskiesFurriendshipTnC

 Sumber:
1. Fanpage Friskies Indonesia (FriskiesID)
2. Materi dan handout #500Catventure Semarang



4 komentar:

  1. Serunya ya mbak. Ini di rumah juga ada kucing. Nanti coba ah kasih makan friskies :D

    BalasHapus
  2. Kucing kesayangan di rumah si Keti positive gak pulang sejak tahun baru lalu sekarang sih ganti2an kucing datang n pergi.

    BalasHapus
  3. Wah mau ikutan ah...puss kan di rumah banyak. Mo.pepotoan ama muezza dlu lah llo gtu. Tfs maksay

    BalasHapus
  4. di rumah meskipun tidak pelihara kucing tapi beberapa ada yang suka datang dan pergi. emang kucing itu ngegemesin, apalagi kalo masih kecil...suka manja

    BalasHapus

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,