Minggu, 30 Juli 2017

Weaning with Allah, Weaning With Love [Menyapih karena Allah, Menyapih dengan Cinta]


Bismillahirrahmanirrahim,
Apa kabar, Ayah-Bunda? Hm.. sudah lama sekali nggak menyapa di sini, hihi. Sebenarnya mau cerita tentang proses menyapih Hasna dari kapan tahu. Waktu itu juga ditunggu pengalamannya sama teman yang ‘senasib’ tapi subhanallah... setelah lebih dari setahun dari masa itu ternyata belum juga tertuang dalam tulisan. Hiks. Disitu saya merasa sedih.
Baiklah, mari kita lanjutkan.  
Menyusui merupakan moment yang indah dan membahagiakan bagi seorang ibu dan anak. Di mana, mereka bisa saling berpandangan menyalurkan cinta, menciptakan bonding yang kuat diantara mereka. Tentu, ketika sudah mencapai 2 tahun, kewajiban seorang ibu untuk menyusui anaknya sudah lunas, artinya dia sudah boleh berhenti atau menyapih anaknya. Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 233

Sabtu, 03 Juni 2017

Cara Mudah Cegah Stretch Mark Pasca Hamil


Assalamu'alaikum, Ayah-Bunda

Bagaimana puasanya nih? Lancar kan? Alhamdulillah.. Semoga untuk bunda yang sedang hamil dan atau menyusui pun senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan sehingga bisa beribadah dengan lancar dan optimal. Aamiin...

Bunda yang sedang hamil sering merasa gatal di bagian perut lalu memggaruknya? Pasti dilarang kan sama orang tua karena takut menimbulkan bekas yang mirip cakaran atau kita kenal dengan istilah stretch mark.
Pastinya si strech mark ini juga membuat resah kaum hawa sekaligus kaum adam. Meski di bagian perut yang lebih sering tertutup, rasanya aneh melihat bagian tubuh yang belang-belang.
Hal ini sebenarnya wajar terjadi karena perut saat hamil mengembang dan tertarik menjadi besar menyesuaikan usia janin, maka setelah si bayi lahir bagian kulit yang dulunya mengembang akan mengempis lagi tapi sulit untuk kembali seperti semula. Bayangkan saja balon karet yang sudah diisi angin, saat si balon kempis pasti bentuknya tidak akan sama lagi dengan saat sebelum diisi angin.

Sabtu, 04 Maret 2017

Jepret Kuliner Nusantara, Alternatif ‘Me Time’ Emak Rempong

Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone






istanarina.blogspot.com - Jepret Kuliner Nusantara, Alternatif ‘Me Time’ Emak Rempong
Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda.
Di tengah repotnya mengurus anak, keluarga, dan rumah dengan rutinitas yang itu-itu saja, para bunda pasti butuh sekali waktu untuk sejenak menyendiri, mengalihkan perhatian dari rutinitas dan mengurus dirinya sendiri. Me time, istilah kerennya.
Ada yang mengatakan me time hanyalah propaganda industri agar apa-apa yang menjadi kesenangan kaun perempuan laku keras. Namun bagi saya yang ‘sumbu kompor’ nya pendek, me time sesekali menjadi penting. Me time saya tak perlu harus mewah dan mengeluarkan uang banyak. Sekadar bisa tidur siang nyenyak tanpa gangguan, bisa baca buku dengan tenang, keluar mencari angin segar, maupun menekuni hobi. Jika ada tawaran ‘mewah’ semisal belanja atau nyalon sih pastinya tidak akan ditolak. *eh.

Selasa, 21 Februari 2017

Resep Anti Gagal Cake Pisang Kukus

Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda.
Sampai kelupaan nih mau share resep yang saya dapatkan dalam pelatihankewirausahaan pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang beberapa waktu  yang lalu. Sebenarnya yang pertama kali saya coba adalah resep Singkong (rasa) Keju ala D9, tapi yang sudah lebih dulu saya tulis adalah resep yang terakhir saya coba, yaitu Cake Kukus Pisang.
Awalnya males banget mau nyoba, kebayang habis masak cucian numpuk dan riweuh beresin mixer andebrebre nya #emakemakbanyakalasan. Berhubung ini janji yang harus ditunaikan, maka saya buang jauh-jauh malasnya supaya bisa membayar janji dan membuktikan kata trainernya bahwa jika dicoba sesuai dengan aturannya pasti berhasil.

Jumat, 10 Februari 2017

Membangun Kewirausahaan Pangan dengan Bahan Lokal


Perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang
foto dokumen pribadi

Assalamu’alaikum, Ayah-Bunda. Semoga senantiasa sehat dan bersemangat!
Mau berbagi tentang pelatihan kewirausahaan pangan yang saya ikuti akhir tahun 2016 kemarin. Hm.. sudah agak basi ya! Tapi sayang jika tidak dituliskan. Better late than never, right?! Meskipun harusnya sih selalu update nggak late terus-terusan. :P
Acara tersebut diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang yang dalam pelaksanaannya melalui keterwakilah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Punya teman yang dekat dengan anggota Dewan rupanya membuat saya kecipratan informasi pelatihan yang diadakan di RW saya ini.

Minggu, 29 Januari 2017

Membangun Ketahanan Keluarga, Apa Pentingnya?

Kajian Ummahat Membangun Ketahanan Keluarga Bersama Ustadzah Dyah Woro Haswini Sabtu, 28 Januari 2017 Masjid An-Nur Lamper Tengah. Oleh Komunitas Home Schooling Muslim Nusantara (HSMN) Semarang.



Beberapa hari yang lalu seorang teman bercerita, mencoba sharing dan mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi temannya.
Temannya, seorang istri yang berusia sekitar 30an. Ia tinggal bersama suami dan anak tirinya yang masih berusia sekolah dasar. Tak jauh dari tempat tinggalnya, hidup bapak mertua yang sakit-sakitan dan setiap hari anak menantunya itu bertugas membawakan obat untuknya. Naas, hari itu saat dia datang  tiba-tiba si bapak mertua hendak melecehkannya. (maaf) beliau memeluk, mau mencium dan sudah melorotkan celana kolornya. Beruntung dia bisa melarikan diri dan selamat dari nafsu bejat itu. Trauma, tentu saja, maka ia mengunci pintu rumah dan mengurung diri di dalam kamar hingga suaminya kembali dari kerja. Alih-alih membelanya, si suami justru menganggap ceritanya seperti angin lalu dan hanya mengatakan untuk jangan dekat-dekat dengan bapaknya.
Mendengar cerita itu saya geram dan takut. Teringat kisah-kisah yang pernah dipaparkan oleh beberapa orang dalam sebuah seminar mengenai pelecehan-pelecehan yang dilakukan justru oleh keluarga dekatnya.