Senin, 09 Februari 2015

Hati-hati Jadi Customer Online Shop

Pernah bertransaksi online? atau malah langganan online shop (OS) atau punya online shop? cek yuk beberapa tipe pembeli yang tidak disukai penjual dan tips berbelanja online.

Pembeli yang 'dibenci'

Nawar harga gila-gilaan

Hello sist... Ini online shop, bukan pasar tradisional yang penjualnya bisa seenaknya nawarin harga dua kali lipatnya atau bahkan lebih. Di online shop, terlebih bagi pengecer/dropshipper terkadang keuntungan hanya Rp.5000/pc item yang dijual, umumnya berkisar Rp.10.000-15.000 sangat jarang yang memberikan margin sampai Rp.20.000, bebapa ada potongan sampai Rp.20.000 karena harga jual per itemnya di atas Rp.250.000. 

Jadi, kalau menawar dengan harga yang tidak wajar atau sangat jauh dari harga yang ditawarkan tentu bisa membuat kesal atau sakit hati penjual. Meskipun umumnya penjual sudah menyiapkan hati dan dada selapangnya jika menerima customer semodel begini. Kalau hanya sekali tak apalah, tapi jika berkali-kali bisa-bisa diblacklist oleh penjualnya. Pengecer/dropshipper juga butuh modal lho, paling tidak ada Smartphone/laptop untuk menawarkan barang dagangan via online, juga butuh akses internet dan lebih utamanya waktu. 
 
Banyak tanya, seolah-olah mau beli bahkan sudah minta No Rekening

Nah, ini yang kadang bikin kesal penjual.. Tanya berderet-deret sampai menghabiskan berpuluh sms dan sudah minta no rekening tapi ujungnya tidak beli. Wajar sih, tapi alangkah lebih enaknya jika hanya mau tanya-tanya dulu diawali dengan kalimat 'tanya-tanya dulu sist', 'saya butuh info dulu, belum pasti mau beli', dst.agar penjual tidak merasa di PHPin.
Lain halnya jika antara buyer-seller sudah kenal, meskipun tak ada awalanbiasanya akan lebih santai dan bersemangat menaggapi pertanyaan. 

Hit and Run

Ini setali tiga uang dengan model sebelumnya. Bedanya, model ini sudah memesan barang tetapi tidak segera transfer harga dan ongkir tanpa pemberitahuan apapun ke pengecer, parahnya jika saat dihubungi ternyata sudah lost contact antara penjual dan 'calon' pembeli itu. Hal ini selain membuat kesal penjual, juga sangat merugikannya. Karena pengecer pasti sudah memesan barangnya kepada grosir atau supplier jika dibatalkan maka nama pengecer ini menjadi jelek di mata supplier. Atau bisa terjadi jika supplier tidak memberikan tenggat waktu transfer, pengecer mengalah dengan memodali dulu barang yang akan dia order. Jika ternyata customer menghilang, maka pengecer terpaksa harus membeli barang tersebut.

Kasihan kan?! Sudah repot menawatkan barang, malah musti keluar uang buat ganti barang yang tidak mungkin dicancel. Maka banyak pwnjual yang mwnerapkan sistem NO CANCEL. CANCEL=BLACK LIST.

Membandingkan harga

Tanya harga dan membandingkan harga dari satu OS ke OS yang lain sangatlah wajar. Namun sangat tidak etis jika saat sedang bertanya kepada salah satu OS tiba-tiba mengatakan jika OS yang lain harganya lebih murah. Sebaiknya, jika tidak cocok dengan harga, bisa nego. Jika tidak bisa nego dan tetap tidak cocok, tinggalkan saja tanpa perlu membandingkan apalagi menjelekkan OS.

Nah, buat yang mau shopping online, ada beberapa hal yang musti diperhatikan


Saling percaya

Seperti yang sudah dibahas disini, baik penjual maupun pembeli harus saling percaya. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Meskipun begitu, perasaan waswas jika barang tidak sampai pun wajar saja.


Cari OS recommended

OS recommwnded bisa jadi lewat teman yang pernah berbelanja di tempat yang sama, atau bisa melihat tanggapan konsumen yang pernah belanja di sana. Sekali-kali kepo-in penjual perlu juga buat mengetahui track recordnya.


Siap kecewa 


Terkadang persepsi satu orang dengan orang lain berbeda. Bagus bagi satu orang belum tentu bagus bagi yang lain. Begitu pula terhadap barang-barang yang di 'display' di OS; bisa jadi banyak testimoni positif tetapi kurang pas saat kita membelinya.


Pengalaman ini pernah saya alami, saat memesan beberapa gamis dari teman. Sebelumnya saya pernah nyampel gamis bahan jersey yang tebal, sangat halus dan tidak menerawang. Harganya mahal, cocok dengan kualitas bahan dan jahitannya. 

Lalu ada sesorang teman yang menawarkan gamisnya dengan harga setengahnya maka saya pun penasaran dan ingin membeli untuk dipakai sendiri sekaligus nyampel jika nanti cocok bisa jualan juga. Dia sampaikan gamisnya adalah gamis bahan jersey super, tebal dan tidak menerawang. Maka saya membayangkan bahannya tentu tidak jauh beda kualitasnya dengan gamis mahal sebelumnya (meski dalam hati ragu-ragu). karena berat di ongkir, jadilah ambil 3pcs, 1 untuk dipakai sensiri, dua lainnya untuk dijual. Ternyata, setelah barang sampai sungguh di luar perkiraan dan bayangan. Ukurannya tidak sesuai dengan yang dikatakan, bahannya pun kasar, panas dan menerawang. Hff.. Menyesal dan kecewa, tapi dalam posisi pembeli yang juga penjual saya tak ingin merepotkan teman saya itu dengan barang returan dariku. Cukup kusampaikan komplain lewat bbm.

Semoga bermanfaat, selamat berselancar mencari OS dan belanja sepuasnya (eh, sesuai kebutuhan maksudnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih banyak telah berkunjung dan memberikan feedback/komentar di blog ini.

Mohon untuk tidak menyematkan link hidup dan spamming lainnya. Jika tetap ada akan saya hapus.


Salam,